Pembukaan — Mengapa Latar Belakang Menentukan Nasib Naskah?
Tips Menyusun Latar Belakang Penelitian harus menjadi perhatian utama bagi setiap dosen, peneliti, atau mahasiswa pascasarjana karena bagian ini menempatkan permasalahan riset dalam konteks yang jelas. Tanpa latar belakang yang kuat, editor dan reviewer sulit memahami relevansi, novelty, dan urgensi penelitian Anda.
Masalah Umum: Kesalahan Saat Menyusun Latar Belakang → Solusi → Dampak
Banyak naskah ditolak atau direvisi berkepanjangan karena latar belakang tidak fokus. Berikut problem-solution-benefit yang sering muncul:
Problem: Latar belakang terlalu umum atau terlalu panjang
Banyak penulis menulis uraian yang melebar—narasi panjang tanpa mengarahkan pembaca kepada gap penelitian. Ini menyulitkan reviewer untuk menemukan kontribusi ilmiah.
Solusi: Gunakan struktur berbasis masalah → bukti → gap
- Mulai dengan fakta atau fenomena (data lokal/nasional/internasional).
- Sajikan bukti literatur yang relevan untuk menunjukkan perkembangan pengetahuan.
- Tutup dengan menjelaskan gap atau kekurangan yang ingin Anda tangani.
Benefit: Reviewer cepat menangkap signifikansi riset
Format ini meningkatkan peluang naskah lolos pre-submission review karena fokus dan relevansi menjadi jelas.
Problem: Tidak menunjang pernyataan masalah dengan kajian pustaka
Tanpa literature review yang memadai, klaim “ini penting” tampak lemah atau duplikatif.
Solusi: Integrasikan temuan studi relevan (sintesis, bukan ringkasan)
Pentinya kajian pustaka ditegaskan oleh penelitian bahwa penerapan literature review membantu mencegah duplikasi dan menjadi landasan yang kuat untuk tujuan penelitian (Ridwan et al., 2021). Sintesis menunjukkan hubungan antar studi dan menciptakan dasar logis untuk gap Anda.
Benefit: Mengurangi risiko penolakan karena duplikasi dan memperkuat novelty
Struktur Ideal Latar Belakang → Cara Membuat → Manfaat
Susun latar belakang dengan pola logis agar setiap kalimat mengarah pada pertanyaan penelitian. Struktur rekomendasi:
- Pembukaan konteks (statistik, fenomena, atau kebijakan terkini).
- Kajian singkat literatur utama (sintesis temuan kunci dan metode).
- Identifikasi gap (apa yang belum ditangani atau kontradiktif).
- Rumusan masalah & tujuan penelitian (spesifik dan terukur).
- Kontribusi penelitian (teoretis, praktis, kebijakan).
- Batasan singkat dan definisi istilah penting (jika diperlukan).
Manfaat struktur ini: ringkas, dapat direplikasi, dan memudahkan reviewer menilai novelty Anda dalam konteks impact factor quartile atau indeks nasional seperti Sinta.
Langkah Praktis: Tips Menyusun Latar Belakang Penelitian (Checklist Langkah-demi-Langkah)
Gunakan checklist ini sebagai panduan langsung saat menulis atau merevisi latar belakang.
- 1) Tentukan konteks riset: kumpulkan data statistik atau kebijakan terbaru (copy link ke sumber resmi bila perlu).
- 2) Lakukan literature review terfokus menggunakan mesin pencari akademik (Google Scholar, Garuda) dan manajemen referensi (Mendeley).
- 3) Sintesis 5–10 studi paling relevan: tunjukkan persamaan, perbedaan, dan keterbatasan.
- 4) Identifikasi gap yang jelas: apakah gap metodologis, geografis, skala, atau teoritis?
- 5) Rumuskan pernyataan masalah yang spesifik (research problem) — ini adalah “jantung” penelitian Anda (Tigor, 2020).
- 6) Tulis tujuan dan kontribusi penelitian dalam 2–3 kalimat padat.
- 7) Periksa kohesi: setiap paragraf harus mengarah ke gap dan tujuan.
- 8) Lakukan pre-submission review internal: minta kolega atau mentor membaca fokus dan novelty.
- 9) Periksa originalitas dengan Turnitin dan lakukan proofreading (Grammarly/Proofreading human).
- 10) Sesuaikan dengan template jurnal target (format & sitasi).
Contoh Singkat: Dari Fenomena ke Rumusan Masalah (Template Praktis)
Berikut contoh ringkas untuk membantu implementasi:
1) Konteks: “Angka putus sekolah di Kabupaten X meningkat 12% selama 2022–2024 (Dinas Pendidikan X, 2024).”
2) Kajian literatur: “Studi A (2021) dan Studi B (2023) menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan akses internet berperan.”
3) Gap: “Namun, belum ada studi yang mengeksplorasi peran kebijakan desa digital sebagai faktor mitigasi di wilayah rural.”
4) Rumusan masalah: “Bagaimana pengaruh kebijakan desa digital terhadap penurunan angka putus sekolah di Kabupaten X?”
5) Kontribusi: “Penelitian ini mengisi gap literatur dengan pendekatan mixed-methods dan rekomendasi kebijakan yang dapat diadaptasi oleh pemerintah daerah.”
Kesalahan Etika & Praktis → Solusi → Dampak pada Reputasi Akademik
Problem: Klaim berlebihan atau tidak bertumpu pada bukti
Klaim yang tidak dibuktikan lewat literatur atau data dapat dianggap over-claim oleh reviewer.
Solusi: Batasi pernyataan pada bukti; gunakan frasa mitigatif
Gunakan frasa seperti “berdasarkan literatur saat ini” atau “indikasi awal menunjukkan” bila bukti belum konklusif. Hindari janji berlebihan seperti “garansi 100% …”.
Benefit: Kredibilitas meningkat dan memudahkan proses review etika
Penggunaan Tools dan Sumber Terkemuka
Optimalisasi penulisan latar belakang juga bersandar pada pemanfaatan tools akademik:
- Mendeley atau Zotero: manajemen referensi dan integrasi sitasi.
- Google Scholar dan Garuda (Garuda) untuk menemukan studi relevan.
- Turnitin: cek orisinalitas untuk menghindari duplikasi (plagiarisme).
- Grammarly + proofreading human: perbaikan bahasa dan alur argumentasi.
- Portal ISSN (ISSN) dan Sinta (SINTA Kemdiktisaintek) untuk verifikasi jurnal target.
Memilih Jurnal Target: Pengaruh pada Cara Menyusun Latar Belakang
Pemilihan jurnal (Sinta 1–6, Index Copernicus, atau jurnal internasional) mempengaruhi kedalaman dan arah latar belakang. Untuk jurnal bereputasi lebih tinggi, reviewer mengharapkan:
- Kedalaman kajian pustaka internasional.
- Keterkaitan dengan teori mutakhir dan kuartil impact factor (untuk jurnal internasional).
- Kejelasan kontribusi terhadap literatur global.
Data terbaru (2026) menunjukkan bahwa SINTA kini dikelola oleh Kemdiktisaintek — periksa peringkat jurnal untuk menyesuaikan fokus dan gaya penulisan (SINTA).
Praktik Terbaik: Bahasa, Gaya, dan Teknik Persuasif
- Gunakan bahasa aktif dan kalimat singkat untuk pernyataan masalah.
- Sisipkan data atau kutipan kunci di awal paragraf untuk meningkatkan bobot argumen.
- Gunakan transisi logis: “Namun”, “Meski demikian”, “Oleh karena itu”.
- Hindari jargon berlebihan; bila perlu, jelaskan istilah teknis.
- Sertakan pertanyaan penelitian eksplisit yang muncul dari gap—ini memudahkan reviewer memahami tujuan.
Checklist Final Sebelum Submit (Pre-Submission Review)
- Apakah latar belakang memuat konteks, literatur, gap, dan tujuan? (Ya/Tidak)
- Apakah pernyataan masalah spesifik dan dapat diukur?
- Apakah kontribusi penelitian dijelaskan (teoritis/praktis) dan relevan dengan jurnal target?
- Sudahkah Anda melakukan cek plagiarisme (Turnitin) dan proofreading human?
- Apakah format sesuai template jurnal target (sitasi, panjang abstrak, kata kunci)?
- Sudahkah pre-submission review dilakukan oleh kolega atau mentor?
Contoh Kasus: Dampak Perbaikan Latar Belakang pada Keputusan Editor
Sebuah studi kasus internal menunjukkan bahwa revisi latar belakang yang menguatkan gap penelitian meningkatkan kemungkinan menerima “minor revision” daripada “major revision” — bukti empiris sederhana bahwa kualitas latar belakang mempercepat proses editorial (data internal reviewer, 2024–2026).
Manfaat Kolaborasi dan Pendampingan Profesional
Bagi peneliti yang membutuhkan percepatan publikasi, pendampingan strategis (pre-submission review, proofreading, pengecekan plagiarisme) seringkali membantu. Tim seperti Mahri Publisher menyediakan layanan publikasi jurnal, proofreading, dan pendampingan submit yang disesuaikan untuk membantu peneliti menyesuaikan latar belakang dan naskah sesuai persyaratan jurnal target. Pelajari layanan kami di Halaman Publikasi Mahri Publisher atau langsung ajukan permintaan pendampingan via Form Order.
Penutup — Kesimpulan dan CTA Halus
Kesimpulannya, latar belakang adalah peta yang menuntun pembaca dari fenomena umum menuju kontribusi penelitian Anda. Tips Menyusun Latar Belakang Penelitian yang baik meliputi: fokus pada gap, sintesis literatur relevan, rumusan masalah yang jelas, serta bukti dukung yang kuat. Terapkan checklist dan tools yang direkomendasikan untuk meningkatkan peluang naskah Anda melewati pre-submission review dan tahap peer-review.
Butuh percepatan publikasi atau pendampingan teknis untuk menyempurnakan latar belakang dan manuskrip Anda? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu proses strategis publikasi Anda — mulai dari proofreading hingga submit ke jurnal target.
References
- Methodius Tigor (2020). Bagaimana Menyatakan Permasalahan Riset (Research Problem/Problem Statement)? (OpenAlex).
- Muannif Ridwan et al. (2021). Pentingnya Penerapan Literature Review pada Penelitian Ilmiah. Jurnal Masohi. DOI: https://doi.org/10.36339/jmas.v2i1.427
- Yusmichad Yusdja (2016). Latar belakang dan metodologi penelitian Patanas. Forum penelitian Agro Ekonomi.
- SINTA (2026). SINTA dikelola oleh Kemdiktisaintek: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda (Kemdiktisaintek): https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal: https://portal.issn.org/
- Google Scholar: https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















