Pendahuluan
Tips membuat summary dan sintesis dari beberapa sumber referensi sangat penting bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa yang menghadapi tumpukan literatur. Banyak akademisi kesulitan merangkum temuan tanpa kehilangan konteks; artikel ini memberikan langkah praktis, contoh, dan checklist untuk menghasilkan ringkasan dan sintesis berkualitas yang siap untuk pre-submission review atau pengembangan tinjauan pustaka.
Kenapa Summary dan Sintesis Penting dalam Penulisan Akademik?
Summary (ringkasan) memberikan gambaran singkat tentang isi tiap sumber; sintesis menggabungkan beberapa sumber untuk menunjukkan hubungan, perbedaan, atau celah penelitian. Keduanya dibutuhkan untuk:
- Membangun landasan teori yang koheren.
- Mendukung argumen ilmiah secara sistematis.
- Meningkatkan kualitas manuskrip sebelum submit ke jurnal terindeks Sinta atau internasional.
Studi tentang literasi informasi menunjukkan bahwa siswa dan staf akademik yang terlatih dalam strategi identifikasi dan ringkasan memiliki kemampuan memilih sumber berkualitas lebih baik (lihat Rani Nuraini et al., 2021 dan Hendra Wicaksono & Aris Kurniawan, 2016).
Problem → Solution → Benefit: Kesalahan Umum dan Perbaikan
Problem: Membuat ringkasan yang terlalu dekat dengan teks asli
Banyak penulis tergoda menyalin frase penting dari sumber tanpa parafrase yang tepat—ini meningkatkan risiko pelanggaran etika dan masalah plagiarisme saat cek Turnitin.
Solution: Teknik paraphrase dan abstraksi
- Identifikasi gagasan inti tiap paragraf, bukan kata per kata.
- Gunakan pola “What — Why — How” untuk menyusun ulang informasi.
- Periksa persentase kemiripan dengan Turnitin dan perbaiki phrasing bila perlu.
Benefit: Ringkasan yang orisinal & aman secara etika
Hasilnya adalah ringkasan yang tetap akurat namun berbeda secara bahasa sehingga aman untuk publikasi dan sitasi.
Langkah-Langkah Praktis: Cara Membuat Summary dan Sintesis dari Beberapa Sumber Referensi
Berikut adalah proses terstruktur yang saya rekomendasikan bagi akademisi (dosen & mahasiswa pascasarjana) untuk mengolah banyak sumber menjadi ringkasan dan sintesis yang siap dikutip dalam artikel ilmiah.
1. Persiapan & Seleksi Sumber
- Tentukan pertanyaan penelitian atau topik tinjauan pustaka secara jelas.
- Gunakan database terpercaya (Google Scholar, Garuda, Sinta) untuk mencari artikel relevan. Contoh: cek profil jurnal dan indeksasi di Sinta atau metadata di Garuda.
- Catat metadata penting: penulis, tahun, tujuan, metode, hasil utama, dan keterbatasan.
2. Membuat Summary untuk Setiap Sumber
- Tulis 2–4 kalimat yang menangkap tujuan penelitian, metode singkat, temuan utama, dan implikasi praktis.
- Gunakan bahasa anda sendiri; hindari memindahkan kalimat lengkap dari sumber.
- Sertakan kutipan singkat (mis. Author, Tahun) untuk memudahkan trackback saat menulis naskah.
Contoh ringkasan singkat
Misal dari studi literasi informasi Rani Nuraini et al. (2021): “Studi di SMAK St. Albertus Malang menunjukkan siswa mampu mengidentifikasi masalah dan sumber informasi berkualitas serta sebagian besar mengetahui cara membuat ringkasan dalam pembelajaran daring.” (Rani et al., 2021).
3. Sintesis: Gabungkan dan Bandingkan Temuan
Sintesis bukan sekadar menumpuk ringkasan; sintesis menghubungkan ide—mencari pola, konflik, dan celah penelitian.
- Buat matriks sintesis: kolom untuk konsep utama (teori, metode, hasil), baris untuk setiap sumber.
- Tanyakan: Apakah sumber-sumber ini setuju, berbeda, atau saling melengkapi?
- Tandai area yang belum jelas atau membutuhkan studi lanjutan.
4. Tulis Paragraf Sintesis yang Koheren
Mulailah paragraf sintesis dengan pernyataan topik, lalu gabungkan bukti dari 3–5 sumber, tutup dengan titik terang (implikasi atau kebutuhan penelitian). Contoh kalimat pembuka paragraf sintesis: “Beberapa studi menunjukkan X, namun terdapat perbedaan Y ketika…”
5. Validasi & Etika
- Periksa kesesuaian sitasi dengan gaya jurnal target (APA, Vancouver, dll.).
- Gunakan Turnitin untuk mengukur kemiripan; sesuaikan bila skor melebihi ambang yang diterima jurnal.
- Catat setiap kutipan sekunder dan pastikan Anda mengonfirmasi sumber primer bila memungkinkan.
Checklist Praktis Sebelum Submit
- Ringkasan tiap artikel: tersedia dan maksimal 150 kata.
- Matriks sintesis: membandingkan teori, metode, hasil.
- Paragraf sintesis: setiap topik memiliki 1–3 paragraf koheren.
- Semua kutipan konsisten dengan referensi akhir dan style jurnal target.
- Cek plagiarisme via Turnitin; koreksi paraphrase bila diperlukan.
- Gunakan bantuan tools: Mendeley untuk manajemen referensi, Grammarly untuk proofreading bahasa Inggris, dan Turnitin untuk pemeriksaan originalitas.
Contoh Aplikasi Praktis: Sintesis pada Topik Literasi Informasi
Berdasar Rani Nuraini et al. (2021) dan studi Hendra Wicaksono & Aris Kurniawan (2016), kita bisa mensintesis bahwa pelatihan strategi pencarian (Big Six) meningkatkan kemampuan identifikasi masalah dan teknik ringkasan. Namun, implementasi dan capaian tiap institusi berbeda—oleh karena itu, sintesis yang baik harus menonjolkan konteks penelitian (sekolah vs. universitas) dan metodologi yang digunakan.
Tools & Teknik yang Direkomendasikan
- Mendeley atau Zotero: manajemen sitasi dan PDF.
- Turnitin: pemeriksaan kemiripan untuk menghindari masalah etika.
- Grammarly / LanguageTool: pemeriksaan tata bahasa dan gaya (khusus artikel berbahasa Inggris).
- Spreadsheet (Excel/Google Sheets): membuat matriks sintesis yang mudah dilihat.
Praktik Baik Menyusun Sintesis untuk Jurnal Terindeks
Jika target publikasi adalah jurnal terindeks Sinta atau internasional, pastikan:
- Penulisan review literatur menunjukkan gap penelitian yang jelas.
- Tautkan sintesis ke rumusan masalah dan kontribusi studi Anda.
- Gunakan “pre-submission review” untuk mendapatkan umpan balik reviewer independen (internal/external).
- Pahami kebijakan jurnal terkait panjang tinjauan pustaka dan referensi; cek indeksasi di Sinta.
Contoh Paragraf Sintesis Singkat
“Sejumlah penelitian literasi informasi pada pendidikan menengah dan tinggi menunjukkan kemajuan dalam kemampuan menemukan dan mengevaluasi sumber ketika menggunakan model terstruktur seperti Big Six (Rani et al., 2021; Wicaksono & Kurniawan, 2016). Namun, variasi dalam pelatihan dan akses sumber menyebabkan perbedaan hasil; beberapa institusi melaporkan performa tinggi pada aspek identifikasi masalah, sementara institusi lain masih membutuhkan intervensi lebih intensif pada bagian sintesis informasi. Temuan ini menunjukkan perlunya standar pengajaran literasi informasi yang terintegrasi pada kurikulum untuk memastikan replikabilitas hasil.”
Kesalahan yang Sering Terjadi & Cara Menghindarinya
- Mengandalkan satu sumber untuk menyimpulkan topik luas — solusinya: minimal 5–10 sumber primer untuk topik ringkas, lebih banyak untuk tinjauan sistematis.
- Tidak memeriksa metadata jurnal (mis. indexation) — solusinya: cek Sinta, Garuda, atau ISSN portal sebelum referensi terlalu banyak dipakai.
- Gagal mengaitkan sintesis dengan kontribusi penelitian — solusinya: selalu akhiri bagian tinjauan dengan kalimat yang menegaskan gap penelitian.
Data & Referensi Pendukung
Beberapa studi yang relevan menunjukkan efektivitas model literasi informasi (Big Six) dalam pembelajaran daring dan keterampilan pustakawan dalam strategi pencarian (Rani et al., 2021; Wicaksono & Kurniawan, 2016). Selain itu, untuk topik teknis atau lintas-disiplin seperti SIG, koordinat, atau produksi biodiesel, penting mencatat metodologi agar sintesis komparatif dapat dilakukan dengan tepat (Abidin, 2018; Rahmatillah et al., 2025).
Bagaimana Mahri Publisher Dapat Membantu
Jika Anda membutuhkan pendampingan untuk menyusun ringkasan, sintesis, atau memoles manuskrip sebelum submit, tim kami menyediakan layanan pendampingan publikasi, proofreading, dan pre-submission review. Untuk layanan cepat dan terarah, silakan isi form order kami di https://mahripublisher.com/order. Tim Mahri Publisher berpengalaman membantu dosen dan peneliti meningkatkan peluang publikasi dengan tingkat keberhasilan tinggi berdasar data internal kami.
Penutup / Kesimpulan
Membuat summary dan sintesis dari beberapa sumber referensi adalah keterampilan kritis dalam penulisan akademik. Dengan mengikuti langkah: seleksi sumber — ringkasan individual — pembuatan matriks sintesis — penulisan paragraf sintesis — validasi etika, Anda dapat menyusun tinjauan pustaka yang koheren dan kuat. Gunakan tools seperti Mendeley, Turnitin, dan spreadsheet untuk efisiensi. Butuh percepatan publikasi atau konsultasi tentang strategi publikasi dan pre-submission review? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu tim Anda menyusun manuskrip yang siap submit.
Referensi
- https://doi.org/10.17977/um064v1i122021p1688-1709 — Rani Nuraini et al., “Penerapan Model Literasi Informasi Big Six dalam Pembelajaran Daring” (2021).
- https://doi.org/10.14710/lenpust.v2i1.12355 — Hendra Wicaksono & Aris Kurniawan, “Analisis Keterampilan Literasi Informasi Pustakawan” (2016).
- https://doi.org/10.31227/osf.io/257ts — Hasanuddin Z. Abidin, “Beberapa Pemikiran tentang Sistem dan Kerangka Referensi Koordinat untuk DKI Jakarta” (2018).
- https://doi.org/10.22373/juritika.v1i2.9331 — Utari Rahmatillah et al., “Sintesis dan Karakterisasi Biodiesel dari Minyak Jelantah” (2025).
- https://doi.org/10.33366/691srg26 — Yustinus Yondegau, “Pengaruh Pengembangan SDM dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan” (2026).
- Sinta Kemdiktisaintek (2026) — portal indeks jurnal nasional.
- Garuda — portal metadata publikasi Indonesia.
- ISSN Portal · Google Scholar.






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















