Publikasi Jurnal Penulisan Artikel Ilmiah Manajemen Referensi & Tools Tips Mahasiswa & Dosen Berita & Tren Akademik FAQ, Listicle & Konten Ringan Publikasi Ilmiah vs Beasiswa Publikasi Ilmiah vs Karir

Want to Partnership with me? Book A Call

Popular Posts

  • All Post
  • Berita & Tren Akademik
  • Listicle & Konten Ringan
  • Mahri Publisher
  • Manajemen Referensi & Tools
  • Penulisan Artikel Ilmiah
  • Publikasi Ilmiah vs Beasiswa
  • Publikasi Ilmiah vs Karir
  • Publikasi Jurnal
  • Tips Mahasiswa & Dosen

Dream Life in Paris

Questions explained agreeable preferred strangers too him her son. Set put shyness offices his females him distant.

Categories

Edit Template

Perbedaan User Interface: Editorial Manager vs ScholarOne

Pengguna sering kebingungan membedakan antarmuka (UI) platform editorial—oleh karena itu artikel ini membahas Perbedaan User Interface pada Platform Editorial seperti Editorial Manager vs ScholarOne secara rinci untuk membantu dosen, peneliti, dan editor memilih alur kerja yang sesuai dengan kebutuhan publikasi mereka.

Mengapa User Interface Penting bagi Pengguna Editorial Platform?

Problem: Banyak penulis dan reviewer menghabiskan waktu signifikan hanya untuk memahami alur submit yang berbeda-beda. Ini menghambat produktivitas dan memperpanjang waktu review.

Solution: UI yang intuitif mempercepat proses submit, mengurangi kesalahan metadata, dan memudahkan komunikasi antara penulis, editor, dan reviewer.

Benefit: Dengan UI yang tepat, kemungkinan revisi format berkurang, waktu editorial lebih singkat, serta pengalaman akademik yang lebih profesional—penting khususnya untuk penulis yang menargetkan jurnal terindeks Sinta atau indeks internasional seperti Scopus.

Dampak pada Kecepatan Submit dan Reviewer Experience

  • Penulis: pengisian metadata yang jelas (judul, abstrak, kata kunci, afiliasi, ORCID) mengurangi kegagalan upload.
  • Reviewer: form penilaian yang mudah diakses memungkinkan feedback yang lebih cepat dan terstruktur.
  • Editor: dashboard yang menampilkan status manuskrip secara visual mempercepat pengambilan keputusan editorial.

Gambaran Umum: Editorial Manager & ScholarOne

Sebelum masuk ke perbedaan UI, penting memahami bahwa kedua platform ini dirancang untuk kebutuhan jurnal akademik namun dengan pendekatan yang berbeda. Editorial Manager (dikembangkan oleh Aries Systems) dan ScholarOne Manuscripts (oleh Clarivate) sama-sama mendukung alur peer review terotomatisasi, integrasi Crossref/ORCID, dan reporting—namun mereka berbeda pada aspek UX/UI, kustomisasi, dan navigasi.

Perbedaan User Interface Utama

Di bawah ini adalah perbandingan langsung aspek-aspek UI yang paling terlihat bagi pengguna (penulis, reviewer, editor):

1. Tampilan Dashboard & Navigasi

  • Editorial Manager: Dashboard cenderung modul-input oriented—menu tersegmentasi (Submissions, Reviews, Decisions) dan sering menampilkan daftar tugas dengan status. Pengguna menghargai kemampuannya untuk menampilkan banyak detail dalam satu layar, tetapi bagi pemula terkadang terasa “padat”.
  • ScholarOne: Menekankan alur wizard step-by-step untuk submission. Navigation lebih bertahap sehingga penulis ditemani langkah demi langkah. Dashboard reviewer/editor terstruktur rapi dengan notifikasi dan prioritas tugas.

2. Alur Submission (Submission Flow)

  • Editorial Manager: Fleksibel dan sangat dapat dikonfigurasi oleh penerbit—mendukung multiple file uploads, checklist custom, dan form metadata komprehensif. Namun, fleksibilitas ini dapat menambah kurva belajar.
  • ScholarOne: Wizard-based yang mengurangi kemungkinan langkah terlewat. Cocok untuk penulis pemula karena setiap tahap menampilkan validasi sebelum melanjutkan.

3. Form Penilaian Reviewer & Kolaborasi

  • Editorial Manager: Mendukung review forms yang sangat terspesialisasi dan integrasi komentar inline (jika diaktifkan oleh jurnal). Reviewer dapat mengunggah file anotasi dan formulir skor.
  • ScholarOne: Sering dipuji karena keterbacaan form review dan kemudahan menavigasi lampiran. Notifikasi dan deadline terlihat jelas.

4. Kustomisasi & Workflow Visual

  • Editorial Manager: Publisher dapat menyesuaikan workflow kompleks (multi-stage review, editorial transfers, fast-track). UI menampilkan status workflow tetapi membutuhkan konfigurasi administratif.
  • ScholarOne: Juga mendukung kustomisasi namun fokus pada simplifikasi alur agar lebih mudah diadopsi oleh jurnal berbasis masyarakat atau asosiasi profesional.

5. Integrasi, Ekspor & Laporan

  • Kedua platform menyediakan integrasi Crossref, ORCID, dan kemampuan export metadata ke format XML. Namun perbedaan UI terletak pada bagaimana laporan ditampilkan—Editorial Manager lebih kaya tabel dan filter, ScholarOne lebih berfokus pada widget ringkasan.

6. Mobile Responsiveness & Aksesibilitas

  • Keduanya telah meningkatkan responsivitas, namun pengguna melaporkan ScholarOne sedikit lebih mudah diakses lewat ponsel karena desain wizardnya yang vertikal.

Contoh Kasus Nyata: Pengalaman Penulis & Reviewer

Contoh A (Mahasiswa Pascasarjana): Seorang mahasiswa yang pertama kali submit ke jurnal nasional berbasis Editorial Manager menemukan bagian metadata sangat detail—ia harus memasukkan afiliasi multiple dan ID pendanaan. Hasilnya metadata terindeks rapi di Garuda (lihat Garuda) dan memudahkan tracking post-publication.

Contoh B (Reviewer Independen): Reviewer yang rutin menilai artikel via ScholarOne memuji alur review yang stepwise—ia bisa langsung mengakses instruksi reviewer, formulir penilaian, dan mengunggah rekomendasi tanpa kembali ke halaman utama.

Problem-Solution-Benefit: Memilih UI yang Tepat

Problem: Jurnal membutuhkan keseimbangan antara fitur dan kejelasan UI agar penulis tidak melakukan kesalahan pengisian metadata yang berujung penundaan.

Solution: Pilih platform berdasarkan kebutuhan: jika jurnal memerlukan workflow kompleks dan kustomisasi lanjut, Editorial Manager lebih sesuai; jika fokus pada kemudahan penggunaan dan onboarding penulis baru, ScholarOne dapat menjadi pilihan.

Benefit: Implementasi UI yang tepat menurunkan waktu to first decision, meningkatkan kepuasan reviewer, dan mendukung tujuan indexing (mis. jurnal terindeks Sinta dan target internasional).

Checklist Praktis untuk Penulis: Mengoptimalkan Penggunaan Kedua Platform

  • Pre-submission review: Cek template jurnal dan checklist editorial sebelum memulai submission.
  • Persiapkan metadata: judul, abstrak, kata kunci, afiliasi, dan ORCID.
  • File PDF & sumber: Siapkan versi PDF yang sudah final dan file sumber (Word/LaTeX) sesuai instruksi.
  • Plagiarism check: Jalankan pemeriksaan plagiarism (mis. Turnitin) sebelum upload.
  • Manajemen referensi: Gunakan Mendeley/EndNote untuk memudahkan penyesuaian referensi dengan style jurnal.
  • Responsive browser: Gunakan browser terbaru, matikan ekstensi yang mengganggu upload (contoh: ad-blocker).

Rekomendasi untuk Editor & Penerbit

– Lakukan user testing dengan perwakilan penulis dan reviewer untuk menyesuaikan UI (form, notifikasi, bahasa).
– Sediakan panduan step-by-step (screenshot atau video singkat) karena variasi UI dapat membingungkan penulis baru.
– Aktifkan fitur auto-save metadata dan validasi untuk mengurangi error input.

Integrasi dengan Ekosistem Akademik dan Implikasi Biaya

Faktor integrasi (Crossref, ORCID, DOI assignment) mempengaruhi pengalaman UI karena otomatisasi mengurangi beban input manual. Sejumlah penerbit juga mempertimbangkan nilai tambah berupa analytics (time-to-decision, acceptance rate) yang tampil di dashboard.

Terkait biaya publikasi jurnal, pemilihan platform dapat memengaruhi biaya operasional jurnal—misalnya lisensi platform, custom development, dan pelatihan. Biaya ini sering dialokasikan oleh penerbit dan beberapa jurnal menerapkan biaya pemrosesan artikel (APC) untuk menutup operasional.

Tools & Sumber Rujukan untuk Pengguna

Step-by-Step: Alur Submit Ideal (Universal untuk Kedua Platform)

  1. Langkah 1 — Pre-submission: Cek scope jurnal, pedoman author, dan template.
  2. Langkah 2 — Persiapkan dokumen: manuskrip (format final), cover letter, data pendukung, dan form etika jika diperlukan.
  3. Langkah 3 — Buat akun & isi profil: lengkapi ORCID, afiliasi, dan kontak.
  4. Langkah 4 — Isi metadata dengan teliti (judul, abstrak, keywords) dan unggah file.
  5. Langkah 5 — Pilih reviewer yang disarankan jika diminta, atau biarkan editor memilih.
  6. Langkah 6 — Monitor dashboard untuk notifikasi dan scoreboard proses review.
  7. Langkah 7 — Tanggapi review dengan file revisi yang terstruktur (highlight perubahan dan surat tanggapan).

Fakta & Data Terkini (2024–2026)

Per 2026, SINTA dikelola oleh Kemdiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi). Banyak jurnal nasional yang meningkatkan kualitas tata kelola editorial dengan mengadopsi sistem manajemen editorial modern untuk memenuhi standar internasional. Implementasi UI yang baik berkontribusi pada kecepatan keputusan editorial—sebuah metrik yang menjadi perhatian utama dalam strategi publikasi ilmiah.

Kesimpulan

Memahami Perbedaan User Interface pada Platform Editorial seperti Editorial Manager vs ScholarOne membantu penulis, reviewer, dan editor memilih alur kerja yang tepat. Editorial Manager unggul dalam kustomisasi dan kemampuan workflow kompleks, sementara ScholarOne menonjol pada kemudahan penggunaan dan alur step-by-step. Pilihan terbaik tergantung tujuan jurnal: apakah mengutamakan fleksibilitas operasional atau onboarding penulis yang cepat.

Butuh percepatan publikasi atau bantuan menyesuaikan manuskrip dengan format jurnal? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu dengan layanan publikasi dan pendampingan submit. Pelajari layanan kami di halaman publikasi atau langsung lakukan pemesanan layanan di form order.

Bagikan Artikel

Mahri Publisher

Writer & Blogger

Considered an invitation do introduced sufficient understood instrument it. Of decisively friendship in as collecting at. No affixed be husband ye females brother garrets proceed. Least child who seven happy yet balls young. Discovery sweetness principle discourse shameless bed one excellent. Sentiments of surrounded friendship dispatched connection is he. Me or produce besides hastily up as pleased. 

Follow On Instagram

Dream Life in Paris

Questions explained agreeable preferred strangers too him her son. Set put shyness offices his females him distant.

Join the family!

Sign up for a Newsletter.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Tags

    Edit Template

    About

    Appetite no humoured returned informed. Possession so comparison inquietude he he conviction no decisively.

    Tags

      Recent Post

      • All Post
      • Berita & Tren Akademik
      • Listicle & Konten Ringan
      • Mahri Publisher
      • Manajemen Referensi & Tools
      • Penulisan Artikel Ilmiah
      • Publikasi Ilmiah vs Beasiswa
      • Publikasi Ilmiah vs Karir
      • Publikasi Jurnal
      • Tips Mahasiswa & Dosen

      © 2025 Created by Mahri Publisher