Pendahuluan
Perbedaan Pengalaman Submit ke Elsevier, Springer, Wiley, dan Taylor & Francis menjadi pertanyaan umum bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana. Di dunia publikasi internasional, memilih penerbit yang tepat bukan hanya soal reputasi jurnal, tetapi juga pengalaman proses submit, timeline review, biaya (APC), dan format editorial. Artikel ini membahas perbedaan praktis antara keempat penerbit besar tersebut, memberi langkah praktis, checklist, dan contoh nyata berdasarkan pengalaman editorial terbaru (2024–2026).
Ringkasan Singkat: Apa yang Perlu Diketahui Sebelum Submit
- Platform submit berbeda-beda: Elsevier (Editorial Manager/EVISE), Springer (Editorial Manager), Wiley (ScholarOne), Taylor & Francis (ScholarOne atau portal T&F).
- Tipe peer review: single-blind, double-blind, atau open review—pilih jurnal yang sejalan dengan kebutuhan metodologis Anda.
- Biaya: beberapa jurnal bereputasi mengenakan APC (Article Processing Charge); ada juga opsi subscription tanpa APC.
- Waktu review: rata-rata 8–16 minggu untuk keputusan awal, tetapi sangat variatif antar jurnal.
Perbandingan Pengalaman Submit: Problem → Solusi → Benefit
1) Sistem Pengajuan dan Antarmuka (Submission System)
Problem: Setiap penerbit menggunakan sistem manajemen manuskrip yang berbeda; ini memengaruhi kelancaran upload, metadata, dan tracking revisi.
Elsevier: Banyak jurnal Elsevier menggunakan Editorial Manager atau EVISE. Kelebihan: form metadata komprehensif, integrasi dengan Mendeley dan ORCID lebih mulus. Kekurangan: proses upload file pendukung (figures, supplementary) kadang banyak langkah.
Springer: Umumnya menggunakan Editorial Manager. Interface mirip Elsevier sehingga penulis yang sudah familiar akan lebih cepat. Springer memberi panduan template yang cukup ketat untuk format LaTeX dan Word.
Wiley: Sering memakai ScholarOne Manuscripts. ScholarOne cenderung jelas untuk langkah-langkah awal (cover letter, suggested reviewers) tetapi beberapa fitur seperti upload figure dalam format tertentu dapat menimbulkan error pada file besar.
Taylor & Francis: Memakai ScholarOne pada banyak jurnal dan portal T&F Online pada beberapa lainnya. T&F cenderung memberikan instruksi yang ramah penulis, tetapi variasi antar jurnal cukup besar.
Solusi: Lakukan pre-submission review internal untuk memastikan file, metadata, dan referensi sesuai. Gunakan checklist di bawah.
Benefit: Mengurangi risiko desk-reject karena masalah teknis.
2) Kebijakan Editorial dan Etika
Problem: Beragam kebijakan plagiarism check, data availability, dan conflict of interest memengaruhi keputusan editor.
Elsevier, Springer, Wiley, dan Taylor & Francis semua menerapkan pemeriksaan plagiarisme (mis. Turnitin/iThenticate) dan mengharuskan disclosure etika. Namun penerapan yang ketat dan ekspektasi dokumentasi dapat berbeda per jurnal. Sebagai contoh, beberapa jurnal Elsevier mengharuskan data mentah diunggah ke repository; beberapa jurnal Wiley menuntut pre-registration untuk studi kuantitatif tertentu.
Solusi: Lengkapi pernyataan etika dan sediakan link ke dataset (mis. di repository terindeks). Jalankan cek plagiarisme sebelum submit (tools: Turnitin).
Benefit: Meningkatkan kredibilitas naskah dan memperpendek waktu revisi editorial.
3) Waktu Review dan Kecepatan Komunikasi
Problem: Penulis seringkali terkejut oleh variabilitas durasi review—dari beberapa minggu hingga berbulan-bulan.
Pengamatan umum (2024–2026): keputusan awal untuk jurnal bereputasi di Elsevier dan Springer rata-rata 8–12 minggu; Wiley dan Taylor & Francis menunjukkan variasi yang lebih lebar, 6–16 minggu tergantung topik dan ketersediaan reviewer. Jurnal Open Access tertentu dengan sistem editorial aktif bisa lebih cepat.
Solusi: Lakukan pre-submission inquiry (jika ragu) dan isi kolom suggested reviewers dengan hati-hati. Gunakan cover letter untuk menyorot novelty dan reason-to-publish yang jelas.
Benefit: Komunikasi yang baik sering mempercepat proses editorial dan mengurangi putaran revisi yang tidak perlu.
4) Biaya (APC) dan Opsi Pembayaran
Problem: Biaya APC berbeda-beda dan dapat menjadi barrier bagi peneliti dengan dana terbatas.
Elsevier & Springer: Memiliki jurnal subscription dan hybrid open access; APC untuk open access di jurnal bereputasi bisa tinggi (bervariasi per judul). Wiley & Taylor & Francis juga menerapkan model serupa.
Solusi: Cari opsi waivers, cek perjanjian institusi, atau pilih journal subscription jika dana terbatas. Beberapa universitas memiliki perjanjian dengan penerbit untuk mengurangi APC.
Benefit: Mengetahui opsi biaya sejak awal membantu perencanaan anggaran penelitian.
Checklist Pre-Submission (Langkah Praktis)
- Periksa scope jurnal dan keputusan editorial melalui SINTA Kemdiktisaintek atau situs jurnal terkait.
- Siapkan template manuskrip sesuai panduan jurnal (Word/LaTeX).
- Lengkapi metadata: nama penulis sesuai ORCID, afiliasi resmi, dan kontak korespondensi.
- Jalankan pre-submission review internal (cek format, bahasa, dan referensi). Gunakan Mendeley untuk manajemen referensi.
- Periksa plagiarisme menggunakan Turnitin atau iThenticate; lampirkan similarity report bila perlu.
- Siapkan cover letter ringkas yang menekankan kontribusi dan novelty (3–5 kalimat kuat).
- Jika jurnal meminta, unggah data atau tautan ke repository (Compliance dengan data sharing policy).
Tips Khusus untuk Setiap Penerbit
Elsevier
- Gunakan template dan cek list Elsevier; persiapkan graphical abstract jika diminta.
- Manfaatkan fitur pre-submission inquiry di beberapa jurnal untuk menghemat waktu.
- Elsevier sering melakukan desk-reject cepat jika scope tidak cocok; baca aim & scope dengan detil.
Springer
- Springer ketat soal format referensi dan struktur: Abstract, Introduction, Methods, Results, Discussion (IMRAD) sangat dihargai.
- Untuk buku/jurnal terbitan Springer, perhatikan gaya sitasi dan persyaratan LaTeX.
Wiley
- ScholarOne memungkinkan penamaan reviewer yang disarankan; pastikan kandidat reviewer tidak memiliki konflik kepentingan.
- Wiley cenderung responsif pada pertanyaan editorial jika diajukan secara profesional.
Taylor & Francis
- T&F memberikan panduan penulisan praktis di banyak jurnal; manfaatkan contoh artikel yang baru terbit untuk memahami gaya editorial.
- Variasi antar jurnal cukup besar—cek homepage jurnal untuk petunjuk spesifik.
Studi Kasus: Pengalaman Nyata dan Solusi
Contoh 1: Desk-reject di Elsevier karena “out-of-scope”. Solusi: lakukan pre-submission inquiry dan perjelas relevansi kontribusi dengan beberapa kalimat pada cover letter. Hasil: editor menyarankan pengalihan ke jurnal sister yang lebih cocok.
Contoh 2: Review panjang di Wiley (12 minggu) karena sulit mencari reviewer. Solusi: penulis menambah suggested reviewers dengan latar belakang berbeda; editor kemudian menemukan reviewer alternatif, mempercepat ronde review kedua.
Contoh 3: T&F meminta data tambahan untuk reproducibility. Solusi: unggah dataset ke repository yang diakui dan perbarui manuskrip dengan link dataset; revisi diterima dengan minor edits.
Checklist Technical: Dokumen & Format yang Sering Menyebabkan Penolakan
- File gambar resolusi rendah atau tidak sesuai format (TIFF/PNG/JPEG sesuai instruksi).
- Referensi tidak lengkap atau tidak mengikuti style jurnal (CrossRef dan DOI penting).
- Abstrak terlalu panjang atau tidak mencerminkan hasil utama.
- Tidak menyertakan pernyataan etika/IRB bila penelitian melibatkan subjek manusia.
Tools & Sumber Daya yang Direkomendasikan
- SINTA (Kemdiktisaintek) untuk memeriksa jurnal terindeks: sinta.kemdikbud.go.id
- Garuda untuk repository nasional: garuda.kemdikbud.go.id
- Google Scholar untuk tracking sitasi: scholar.google.com
- Manajemen referensi: Mendeley
- Plagiarism check: Turnitin
- Direktori jurnal: DOAJ
Checklist Submit Final (Quick-Release)
- Cover letter singkat dan kuat (novelty, gap, kontribusi).
- File manuskrip sesuai template + file terpisah untuk figures/tables.
- Daftar reviewer potensial (3–5 orang) dan alasan mengapa mereka sesuai.
- Statement etika, conflict of interest, dan sumber pendanaan.
- Similarity report (opsional tapi direkomendasikan) dan link ke data bila tersedia.
Kesimpulan dan Rekomendasi Praktis
Membedakan pengalaman submit ke Elsevier, Springer, Wiley, dan Taylor & Francis membantu peneliti membuat keputusan strategis: memilih jurnal yang cocok dengan scope, menyiapkan dokumen secara tepat, dan mengantisipasi timeline review. Secara ringkas:
- Elsevier & Springer: sistem editorial yang matang, pengawasan ketat pada scope dan data.
- Wiley: proses transparan melalui ScholarOne, namun reviewer availability kadang mempengaruhi durasi.
- Taylor & Francis: fleksibilitas antar jurnal, panduan penulisan yang membantu namun bervariasi.
Dengan persiapan yang tepat—pre-submission review, compliance etika, dan manajemen referensi—penulis dapat meningkatkan peluang diterima. Mahri Publisher menyediakan layanan pendampingan submit jurnal, proofreading, dan strategi publikasi untuk membantu dosen dan peneliti melewati proses ini dengan lebih efisien. Pelajari layanan kami di halaman publikasi Mahri Publisher atau ajukan permintaan pendampingan melalui form order. Tingkat keberhasilan tinggi berdasar data praktik kami; tim siap mendampingi revisi hingga diterima.
Call to Action
Butuh percepatan publikasi atau pendampingan pre-submission review (pre-submission review)? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher tersedia untuk membantu memperbaiki cover letter, struktur manuskrip, dan strategi jurnal. Kunjungi layanan publikasi atau langsung isi form order untuk memulai.






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















