Pendahuluan
Perbedaan APA Style Versi 6 vs 7 menjadi pertanyaan umum bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa yang menyiapkan manuskrip untuk publikasi. Perubahan format sitasi, penulisan DOI, dan aturan daftar pustaka berdampak langsung pada proses pre-submission review dan peluang diterima di jurnal terindeks sinta maupun jurnal internasional. Artikel ini menjelaskan perbedaan utama, memberikan contoh konkret, dan menyajikan checklist konversi agar naskah Anda sesuai standar terbaru.
Kenapa Memahami Perbedaan Ini Penting?
Jurnal menolak naskah tidak hanya karena kualitas ilmiah, tetapi juga karena ketidakpatuhan terhadap gaya sitasi. Kesalahan kecil—misalnya format DOI atau cara menuliskan lebih dari tiga penulis—dapat memicu revisi format yang memakan waktu. Mahri Publisher, sebagai partner pendamping publikasi, sering membantu penulis memperbaiki format sesuai gaya yang diminta oleh jurnal (Sinta, Scopus, atau index internasional). Jika Anda ingin mempercepat proses submit atau mempertimbangkan layanan publikasi, memahami perbedaan ini adalah langkah awal yang krusial.
Ringkasan Perbedaan Utama
- DOI dan URL: APA 6 memakai format “doi:10.xxxx/xxxxx”; APA 7 menyarankan format URL penuh “https://doi.org/…” dan menjadikan DOI sebagai hyperlink.
- Jumlah Penulis di Daftar Pustaka: APA 6: lebih dari 7 penulis gunakan elipsis; APA 7: tulis hingga 20 penulis sebelum elipsis.
- In-text citation (sitasi dalam teks): APA 6: untuk 3–5 penulis, sebutkan semua penulis pada sitasi pertama; APA 7: untuk 3+ penulis gunakan “et al.” sejak sitasi pertama.
- Publisher Location: APA 6: cantumkan lokasi penerbit (mis. New York, NY); APA 7: lokasi penerbit tidak lagi diperlukan.
- Font dan Aksesibilitas: APA 6 lebih ketat (Times New Roman 12); APA 7 lebih fleksibel mengizinkan beberapa pilihan font yang ramah aksesibilitas.
- Format situs web dan retrieval date: APA 7 hanya mewajibkan tanggal akses jika konten mudah berubah.
Contoh Praktis: Cara Menuliskan Referensi (APA 6 vs APA 7)
Di bawah ini contoh dua artikel yang akan digunakan sebagai bahan perbandingan. Contoh referensi ini juga menunjukkan penggunaan DOI sebagai URL di APA 7.
Contoh A — Artikel Jurnal (Mesri Silalahi, 2018)
APA 6 ( gaya tradisional ):
Silalahi, M. (2018). Perbandingan performansi database MongoDB dan MySQL dalam aplikasi file multimedia berbasis web. Computer Based Information System Journal, 6(1), xx–xx. doi:10.xxxx/xxxx
APA 7 (rekomendasi terkini):
Silalahi, M. (2018). Perbandingan performansi database MongoDB dan MySQL dalam aplikasi file multimedia berbasis web. Computer Based Information System Journal, 6(1), xx–xx. https://doi.org/10.33884/cbis.v6i1.574
Contoh B — Artikel Jurnal (Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep et al., 2013)
APA 6:
Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, et al. (2013). Ada apa dengan SAP akrual? Jurnal Akuntansi Multiparadigma, xx(x), xx–xx. doi:10.xxxx/xxxx
APA 7:
Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, et al. (2013). Ada apa dengan SAP (AADS) akrual? Jurnal Akuntansi Multiparadigma, xx(x), xx–xx. https://doi.org/10.18202/jamal.2013.08.7193
Catatan: contoh di atas menggunakan data yang tersedia dari referensi akademik dan menunjukkan perbedaan penulisan DOI antara kedua versi. Sumber primer dapat dilihat pada referensi di akhir artikel.
Perbedaan Detail & Contoh Kasus
1. Format DOI dan URL
Perubahan paling terlihat adalah cara menuliskan DOI. APA 6 sering menggunakan “doi:” sebelum kode DOI. APA 7 merekomendasikan penulisan sebagai URL yang dapat diklik (https://doi.org/…), sehingga memudahkan pembaca untuk mengakses sumber langsung. Praktik ini juga mendukung prinsip aksesibilitas dan keterlacakan sumber referensi.
2. Aturan Penulisan Nama Penulis
Perbedaan aturan sitasi dalam teks dapat mempengaruhi gaya penulisan:
- APA 6: untuk 3–5 penulis, sebutkan semua pada sitasi pertama (mis. Silalahi, Sitorus, & Ahmad, 2018), lalu gunakan “et al.” pada sitasi berikutnya.
- APA 7: untuk 3 atau lebih penulis, cukup gunakan “et al.” sejak sitasi pertama (mis. Silalahi et al., 2018).
3. Daftar Pustaka: Jumlah Penulis yang Ditampilkan
Jika Anda menulis artikel kolaboratif dengan banyak penulis, aturan baru memberikan kejelasan:
- APA 6: jika lebih dari 7 penulis, tulis enam penulis pertama, lalu elipsis, lalu penulis terakhir.
- APA 7: tulis hingga 20 penulis; jika lebih dari 20, tulis 19 penulis pertama, kemudian elipsis, lalu penulis terakhir.
4. Publisher Location dan Informasi Tambahan
APA 6 sering meminta lokasi penerbit (mis. New York, NY). Pada APA 7, lokasi penerbit dihilangkan. Ini menyederhanakan entri untuk buku dan monograf, serta mengurangi kebutuhan metadata yang tidak selalu relevan untuk e-book dan cetakan internasional.
5. Font dan Format Dokumen
APA 7 memberi fleksibilitas font yang mendukung aksesibilitas, termasuk Arial 11, Calibri 11, Georgia 11 selain Times New Roman 12. Selain itu, panduan margin, spasi ganda, dan identasi hanging indent tetap relevan tetapi beberapa aspek tata letak menjadi lebih adaptif untuk presentasi digital.
Checklist Konversi dari APA 6 ke APA 7 (Step-by-step)
Gunakan checklist ini untuk memperbarui manuskrip Anda sebelum submit:
- Periksa semua DOI: ubah format “doi:10.xxxx” menjadi “https://doi.org/10.xxxx”.
- Perbarui aturan in-text citation untuk 3+ penulis memakai “et al.” sejak sitasi pertama.
- Sesuaikan daftar pustaka: tulis hingga 20 penulis tanpa elipsis awal jika memungkinkan.
- Hapus lokasi penerbit dari entri buku (jika ada).
- Tinjau apakah retrieval date diperlukan — hanya untuk konten yang berubah (mis. laporan berkala, halaman berita).
- Periksa konsistensi italic untuk judul jurnal dan buku; gunakan sentence case untuk judul artikel dan book chapters.
- Pastikan DOI/URL tidak diakhiri tanda baca (titik akhir) agar link tetap valid.
- Gunakan alat manajemen referensi (Mendeley, Zotero) dan perbarui style ke APA 7 di software.
- Lakukan proofreading akhir menggunakan Grammarly dan cek orisinalitas dengan Turnitin.
Contoh Perbandingan Sitasi Dalam-Teks
Misalnya Anda mengutip studi Mesri Silalahi (2018):
- APA 6 (sitasi pertama untuk 3–5 penulis): (Silalahi, Sitorus, & Ahmad, 2018)
- APA 7 (3+ penulis langsung menggunakan et al.): (Silalahi et al., 2018)
Implikasi untuk Proses Publikasi
Ketaatan pada gaya sitasi bukan sekadar kosmetik. Redaksi jurnal—terutama jurnal terindeks Sinta dan jurnal internasional—menggunakan kepatuhan format sebagai bagian dari desk review. Menyediakan manuskrip yang menggunakan APA 7 saat ini membantu mempercepat proses editorial dan mengurangi revisi format. Oleh karena itu, saat menargetkan jurnal terindeks Sinta atau jurnal internasional, pastikan referensi Anda sesuai standar terbaru.
Tools & Sumber Daya yang Direkomendasikan
- Mendeley / Zotero — manajemen sitasi dan referensi untuk beralih cepat ke APA 7.
- Turnitin — cek plagiarisme dan kesesuaian sitasi.
- Grammarly — proofreading bahasa Inggris untuk meningkatkan clarity.
- SINTA & Garuda — cek status jurnal dan kebijakan editorial (Sinta, Garuda).
- ISSN Portal — verifikasi metadata jurnal (ISSN).
- Google Scholar — cek sitasi dan keterlihatan artikel (Google Scholar).
Contoh Praktik Baik untuk Submit Jurnal
Langkah taktis sebelum menekan tombol submit:
- Lakukan pre-submission review internal terhadap gaya sitasi (gunakan checklist di atas).
- Perbarui referensi dengan format DOI sebagai URL.
- Gunakan tools untuk memeriksa konsistensi (Mendeley style APA 7 + pemeriksaan manual).
- Siapkan cover letter yang menyebutkan kepatuhan format, relevansi penelitian, dan kontribusi ilmiah.
- Jika memerlukan bantuan teknis untuk formatting, pertimbangkan layanan pendampingan publikasi yang berpengalaman.
Studi Kasus Singkat
Sebuah tim peneliti teknologi informasi yang menguji performa MongoDB vs MySQL (Silalahi, 2018) melaporkan perbedaan signifikan dalam penggunaan sumber daya ketika menyimpan file multimedia (lihat referensi). Saat tim tersebut memperbarui manuskrip mereka dari APA 6 ke APA 7, proses editorial di jurnal tujuan menjadi lebih lancar karena DOI ditulis sebagai link langsung dan sitasi penulis banyak dioptimalkan sesuai aturan baru. Hal ini menurunkan jumlah perbaikan teknis yang diminta editor pada tahap awal review.
Kesimpulan
Perbedaan APA Style Versi 6 vs 7 bukan sekadar revisi kosmetik. Perubahan aturan—terutama pada DOI, penulisan penulis, dan jumlah penulis pada daftar pustaka—memiliki dampak nyata pada kecepatan proses editorial dan profesionalisme manuskrip. Gunakan checklist konversi di atas, manfaatkan Mendeley, Turnitin, dan Grammarly, serta tinjau kebijakan jurnal target (termasuk jurnal terindeks Sinta dan Garuda).
Butuh percepatan publikasi atau panduan konversi format yang akurat? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu dengan pengalaman pendampingan publikasi jurnal nasional dan internasional. Pelajari layanan kami di halaman publikasi atau langsung pesan layanan melalui form order. Tim kami mendukung proofreading, penyesuaian template, dan pre-submission review untuk meningkatkan peluang diterima berdasarkan standar editorial terkini.
Referensi
- https://doi.org/10.33884/cbis.v6i1.574 — Silalahi, M. (2018). Perbandingan performansi database MongoDB dan MySQL dalam aplikasi file multimedia berbasis web. Computer Based Information System Journal.
- https://doi.org/10.18202/jamal.2013.08.7193 — Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep et al. (2013). Ada apa dengan SAP (AADS) akrual? Jurnal Akuntansi Multiparadigma.
- SINTA (Kemdiktisaintek) — Informasi pengelolaan indeks jurnal nasional (update 2026).
- Garuda — Portal akses metadata jurnal nasional.
- ISSN Portal — Verifikasi metadata jurnal.
- Google Scholar — Sumber cek sitasi dan visibilitas ilmiah.






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















