Pembukaan singkat: Mengapa Panduan Mengisi Copyright Transfer Agreement (CTA) penting
Panduan Mengisi Copyright Transfer Agreement (CTA) menjadi dokumen krusial ketika artikel Anda diterima di jurnal. Banyak peneliti dan dosen bingung ketika diminta menandatangani CTA karena istilah hukum yang tidak familier, risiko kehilangan hak overlapped dengan kebutuhan akademik, dan implikasi terhadap akses terbuka (open access). Artikel ini memberikan panduan praktis, contoh pengisian, dan langkah mitigasi untuk membantu Anda membuat keputusan tepat sebelum menandatangani.
Problem: Kesulitan umum saat diminta menandatangani CTA
Banyak penulis mengalami kebingungan pada sejumlah poin berikut:
- Perbedaan antara “transfer of copyright” dan “exclusive license”
- Klausul yang menghalangi self-archiving (deposit di repository institusi)
- Tidak jelasnya hak moral penulis (moral rights) dan pembatasan derivative works
- Ketentuan embargo yang menunda pengaksesan hasil penelitian
- Bagaimana pengaruh CTA terhadap pre-print dan pengunggahan ke platform seperti Google Scholar
Solution: Langkah-langkah sistematis mengisi CTA
Ikuti urutan praktis ini sebelum menandatangani CTA. Langkah-langkah ini mengurangi risiko kehilangan kontrol atas karya ilmiah Anda.
1. Baca seluruh dokumen CTA secara menyeluruh
- Periksa definisi utama (author, publisher, work, rights).
- Tandai klausul yang menyebutkan “assign”, “transfer”, “exclusive”, “sublicense”, dan “perpetual”.
2. Identifikasi jenis perjanjian: Transfer vs License
Intinya: transfer berarti Anda menyerahkan hak cipta kepada penerbit; license memungkinkan penerbit menggunakan hak tertentu tanpa menyerahkan kepemilikan penuh. Jika Anda ingin tetap memiliki hak cipta, mintalah publisher menyediakan lisensi non-eksklusif atau Creative Commons (jika menghendaki open access).
3. Periksa hak self-archiving (postprint/preprint)
Banyak institusi mengharuskan peneliti menyimpan versi postprint di repository institusi. Pastikan CTA tidak melarang ini, atau minimal ada klausul yang mengizinkan deposit setelah embargo tertentu. Untuk referensi kebijakan nasional lihat SINTA terbaru dari Kemdiktisaintek (2026).
4. Tinjau klausul moral rights dan atribusi
Klausul moral rights biasanya menyatakan bahwa penulis mempertahankan hak untuk diakui sebagai pencipta. Pastikan klausul ini tetap jelas sehingga nama Anda tidak dihapuskan atau diubah tanpa persetujuan.
5. Perhatikan hak penerbit atas turunan karya (derivative works)
Publisher sering meminta hak untuk membuat versi terjemahan atau edisi ringkas. Batasi cakupan tersebut atau minta kompensasi/izin tertulis untuk penggunaan lain di luar yang disepakati.
6. Cek durasi dan teritorial hak
Apakah hak yang ditransfer berlaku selamanya (perpetual) dan global? Jika ya, pertimbangkan negosiasi untuk hak teritorial terbatas atau durasi tertentu.
7. Pastikan ada klausul untuk revisi minor/major
Jika jurnal meminta hak untuk mengedit naskah, batasilah hanya pada copy-editing dan perbaikan format, bukan perubahan substansial tanpa persetujuan penulis.
8. Periksa pengaruh terhadap pembiayaan dan kebijakan sponsor
Beberapa dana penelitian (grant) mensyaratkan akses terbuka atau pengakuan hak tertentu oleh sponsor. Pastikan CTA tidak menyalahi kewajiban Anda kepada sponsor atau institusi.
Checklist cepat sebelum menandatangani CTA
- Apakah ini transfer penuh atau lisensi? (pilih yang Anda setujui)
- Apakah Anda boleh mengunggah postprint/preprint? (ya/tidak/embargo)
- Apakah hak moral Anda dilindungi? (atribusi)
- Apakah ada batasan distribusi untuk pengajaran/institusi? (perlu dicek)
- Masalah terjemahan atau derivative works—apakah harus izin lagi?
- Apakah ada biaya (APC) dan bagaimana kaitannya dengan hak cipta?
Contoh bagian CTA dan contoh pengisian
Berikut contoh teks CTA yang umum dan bagaimana sebaiknya Anda mengisi atau meresponsnya:
- Teks CTA: “Author hereby transfers and assigns to Publisher all rights, title, and interest in and to the Work worldwide in perpetuity.”
- Respon yang disarankan: Minta perubahan menjadi: “Author grants Publisher a non-exclusive license to publish the Work in the Journal, while author retains copyright and reserves the right to deposit author accepted manuscript in institutional repository after an embargo of X months.”
Contoh pengisian formulir (field umum):
- Nama Penulis: Dr. Siti Nur
- Judul Artikel: Efektivitas Model Pembelajaran Hybrid pada Pendidikan Tinggi
- ORCID: 0000-0002-XXXX-XXXX
- Tanda Tangan Digital/Manual: Tertanggal
- Catatan Tambahan: “Author retains right to use portions of the Work in future books and conference presentations with proper citation.”
Negosiasi: Frasa praktis untuk diminta kepada penerbit
Gunakan frasa ini saat meminta perubahan CTA:
- “We request retention of copyright by the authors, granting the publisher a non-exclusive license to publish.”
- “Authors reserve the right to deposit the accepted manuscript in their institutional repository after an embargo period of X months.”
- “Publisher’s right to create derivative works shall be limited to translation and abridgement with prior written consent from authors.”
Red flags: Klausul yang wajib diwaspadai
- Klausul yang memaksa transfer hak cipta tanpa batas waktu dan wilayah global tanpa kompensasi atau opsi bagi penulis.
- Pelarangan total atas self-archiving atau pembatasan yang tidak realistis.
- Klausul yang menghapus hak moral penulis (mis. mengizinkan pengubahan substansial tanpa persetujuan).
- Klausul yang memberi penerbit hak untuk menuntut atas pelanggaran tanpa mekanisme perlindungan penulis.
Praktik baik terkait data dan metadata
Saat mengisi CTA, pastikan metadata yang tercantum benar dan lengkap: nama penulis, afiliasi, email, ORCID, dan sumber pendanaan. Metadata yang akurat memudahkan indexing di platform seperti Google Scholar dan basis data nasional seperti Garuda.
Keterkaitan dengan proses publikasi: pre-submission review hingga indeksasi
CTA adalah langkah administratif yang biasanya muncul setelah naskah diterima. Namun keputusan dalam CTA dapat mempengaruhi strategi publikasi Anda, misalnya akses terbuka (yang berdampak pada visibilitas dan sitasi). Dalam strategi publikasi, pikirkan juga biaya publikasi jurnal (APC) dan apakah jurnal menyediakan opsi open access berbayar. Untuk peneliti di Indonesia yang menargetkan jurnal terindeks, penting mempertimbangkan daftar jurnal terindeks SINTA—lihat pembaruan resmi di SINTA Kemdiktisaintek (2026).
Tools dan sumber yang membantu verifikasi CTA
Gunakan alat-alat berikut untuk membantu proses verifikasi dan revisi:
- Turnitin — pemeriksaan plagiarisme sebelum submit.
- Mendeley — manajemen referensi dan metadata.
- Google Scholar — cek visibilitas sitasi
- ISSN Portal — validasi identitas jurnal
Kasus nyata: Dampak CTA pada akses terbuka dan reuse
Sebuah studi praktik internal menunjukkan bahwa jurnal yang menuntut transfer penuh mengurangi kemungkinan penulis membagikan versi postprint di repository institusi—yang pada gilirannya menurunkan visibilitas artikel. Oleh karena itu, menegosiasikan hak deposit pasca-embargo seringkali meningkatkan peluang sitasi tanpa mengorbankan kepentingan penerbit. Ini juga relevan bila Anda mempertimbangkan target jurnal terindeks Sinta atau internasional (quartile impact factor considerations).
Langkah terakhir setelah mengisi dan menandatangani CTA
- Simpan salinan resmi perjanjian berformat PDF dan tanda tangan elektronik.
- Catat tanggal efektif dan periode embargo (jika ada).
- Unggah versi yang diizinkan ke repository institusi bila sesuai.
- Update metadata di profil penulis (ORCID, institutional repository, dan platform publik).
Contoh email negosiasi singkat kepada editor
Gunakan template berikut saat meminta perubahan CTA:
Yth. Editor, Terima kasih atas penerimaan artikel kami. Sebelum menandatangani Copyright Transfer Agreement, kami mohon pertimbangan agar hak cipta tetap dipegang oleh penulis sementara Publisher diberikan lisensi non-eksklusif untuk publikasi. Kami juga mengusulkan kebijakan self-archiving untuk postprint setelah embargo X bulan. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Hormat kami, [Nama Corresponding Author]
Benefit: Mengapa investasi waktu untuk memahami CTA sepadan
Memahami dan mengelola CTA membantu Anda mempertahankan kontrol atas karya ilmiah, memungkinkan reuse untuk pengajaran, dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan pendanaan. Bagi dosen dan peneliti, keputusan bijak terhadap CTA berdampak langsung pada portofolio publikasi dan peluang pengakuan akademik.
Kesimpulan dan CTA organik
Mengisi Copyright Transfer Agreement (CTA) bukan sekadar formalitas—tetapi keputusan strategis yang memengaruhi penyebaran, reuse, dan kepemilikan karya ilmiah. Terapkan checklist di atas, gunakan frasa negosiasi yang tepat, dan pastikan metadata Anda lengkap. Jika Anda membutuhkan bantuan praktis seperti pre-submission review, pengecekan plagiarisme, atau pendampingan negosiasi CTA, tim Mahri Publisher siap membantu. Butuh percepatan publikasi? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher dan lihat layanan kami di https://mahripublisher.com/publikasi/. Ingin mulai sekarang? Isi form order di https://mahripublisher.com/order.






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















