Pendahuluan
Pendahuluan adalah pintu pertama yang menentukan penerimaan reviewer—dan kesalahan di bagian ini sering menjadi penyebab utama desk rejection. Dalam artikel ini kita membahas “Kesalahan Umum dalam Penulisan Pendahuluan Artikel Ilmiah”, mengidentifikasi akar masalah, memberikan solusi praktis, dan menjelaskan dampak nyata terhadap peluang publikasi Anda.
Mengapa Pendahuluan Penting? (Problem)
Pendahuluan berfungsi untuk memperkenalkan masalah penelitian, menempatkan studi dalam konteks literatur yang relevan, mengidentifikasi gap pengetahuan, dan merumuskan tujuan atau pertanyaan riset. Sebuah pendahuluan yang lemah berarti reviewer tidak yakin dengan kontribusi ilmiah Anda. Penelitian analitis terhadap kesalahan penulisan ilmiah menunjukkan bahwa banyak penulis masih mengalami kesulitan di bagian latar belakang dan struktur artikel (Arthamevia Nadeak et al., 2025).
Kesalahan Umum dan Solusinya (Solution)
1. Latar Belakang Kurang Fokus dan Tidak Menunjukkan Gap
Masalah: Banyak pendahuluan hanya memaparkan fakta umum tanpa membentuk alur logis menuju “gap” penelitian. Reader tidak dapat melihat mengapa studi Anda perlu dilakukan.
Solusi:
- Mulai dengan konteks luas → fokus pada subtopik → akhiri dengan gap penelitian. Gunakan struktur funnel yang jelas.
- Sertakan bukti empiris atau statistik terkini untuk mendukung relevansi masalah (mis. data 2024–2026 jika tersedia).
- Tegaskan secara eksplisit kontribusi penelitian Anda (novelty statement).
Benefit: Reviewer cepat memahami relevansi riset sehingga desk rejection berkurang.
2. Rumusan Tujuan dan Pertanyaan Penelitian Tidak Jelas
Masalah: Tujuan penelitian tercampur dalam paragraf panjang, atau pertanyaan penelitian tidak dirumuskan sebagai pernyataan yang dapat diuji.
Solusi:
- Tuliskan 1–3 tujuan penelitian secara eksplisit, gunakan poin bila perlu.
- Formulasikan pertanyaan penelitian yang operasional dan terukur.
- Jika studi bersifat kuantitatif, tunjukkan variabel utama. Jika kualitatif, jelaskan fenomena fokus.
Benefit: Memudahkan reviewer mengevaluasi kesesuaian metode dan analisis.
3. Review Literatur Pendek atau Tidak Relevan
Masalah: Penulis sering menempatkan ulasan pustaka yang terlalu luas atau menggunakan sumber yang tidak terkini, sehingga tidak mendukung gap yang diidentifikasi.
Solusi:
- Lakukan literature mapping: pilih 8–15 studi inti yang relevan, rangkum temuan utama dan keterbatasannya.
- Gunakan referensi primer dan artikel review terbaru; hindari sitasi yang berulang tanpa tambahan interpretasi.
- Gunakan alat manajemen referensi (Mendeley) untuk menyusun bibliografi dan memastikan konsistensi sitasi.
Benefit: Pendahuluan terasa akademis dan berdasar bukti, meningkatkan kredibilitas manuskrip.
4. Tidak Menyesuaikan dengan Arah Jurnal (Scope Mismatch)
Masalah: Pendahuluan tidak menggambarkan relevansi artikel terhadap fokus jurnal target sehingga submit ke jurnal yang salah menjadi masalah umum.
Solusi:
- Periksa scope jurnal dan artikel terakhir yang dipublikasikan. Untuk jurnal nasional periksa daftar di SINTA (sinta.kemdiktisaintek.go.id).
- Tulis satu kalimat dalam pendahuluan yang menunjukkan relevansi topik Anda terhadap pembaca/jurnal target.
- Lakukan pre-submission review: kirim abstrak atau cover letter kepada editor untuk mendapat umpan balik awal.
Benefit: Mengurangi waktu submit-ulang dan meningkatkan peluang desk acceptance.
5. Penggunaan Bahasa Tidak Akademis atau Berlebihan Jargon
Masalah: Paragraf yang bertele-tele, istilah teknis tidak dijelaskan, atau bahasa terlalu promosi membuat pendahuluan sulit diikuti.
Solusi:
- Gunakan bahasa formal dan ringkas. Jelaskan istilah teknis pada pertama kali disebut.
- Periksa gaya bahasa dengan tools seperti Grammarly (untuk drafting) dan proofreader akademik untuk nuansa Bahasa Indonesia.
Benefit: Membuat argumen lebih mudah dipahami oleh reviewer lintas-disiplin.
6. Melebihi Batas Word Count dan Tidak Mematuhi Template
Masalah: Banyak jurnal memiliki aturan panjang pendahuluan atau template khusus; tidak mematuhi ini bisa langsung menyebabkan desk reject.
Solusi:
- Baca Author Guidelines dengan teliti dan atur struktur sesuai template.
- Sunting pendahuluan agar padat; buang kalimat Tidak-Essensial.
Benefit: Menghemat proses editorial dan mempercepat review.
7. Plagiarisme, Self-Plagiarism, dan Etika Sitasi
Masalah: Duplikasi teks, kutipan yang tidak tepat, atau tidak menyebutkan sumber data merupakan pelanggaran serius.
Solusi:
- Gunakan Turnitin untuk cek originalitas sebelum submit. Pastikan pernyataan novelty benar-benar orisinal.
- Patuhi pedoman COPE dan akui publikasi terdahulu (jika ada) secara eksplisit.
Benefit: Menghindari masalah etika yang dapat berujung pada penolakan atau pencabutan publikasi.
Langkah Praktis Menyusun Pendahuluan yang Kuat (Step-by-step)
Berikut checklist yang bisa Anda ikuti sebelum submit:
- 1. Tentukan ruang lingkup dan audiens jurnal target (cek SINTA/Garuda).
- 2. Ringkas state-of-the-art (8–15 referensi kunci) dan identifikasi gap.
- 3. Tulis novelty statement (1–2 kalimat): apa yang baru?
- 4. Rumuskan tujuan dan pertanyaan penelitian dengan jelas.
- 5. Sesuaikan bahasa dan panjang sesuai author guidelines.
- 6. Jalankan pre-submission review internal atau oleh mentor/layanan proofreading.
- 7. Cek plagiarisme (Turnitin) dan susun referensi memakai Mendeley.
- 8. Perbaiki berdasarkan feedback dan submit.
Contoh Paragraf Pendahuluan yang Direvisi (Before → After)
Sebelum: “Kinerja sistem ini penting. Banyak studi sebelumnya membahas masalah serupa. Penelitian ini berbeda karena menggunakan metode baru.”
Sesudah: “Kinerja sistem X menjadi kritikal di sektor Y karena peningkatan Z pada 2020–2024. Studi-studi terdahulu (A, B, C) menunjukkan keterbatasan dalam mengukur variabel V, khususnya pada konteks regional. Untuk mengatasi celah ini, penelitian ini menguji metode Q dengan sampel N yang memungkinkan estimasi yang lebih robust terhadap variabel V. Dengan demikian, studi ini berkontribusi pada peningkatan presisi pengukuran dan menyediakan rekomendasi kebijakan praktis untuk pemangku kepentingan.”
Dampak dari Perbaikan Pendahuluan (Benefit)
Mengoreksi kesalahan-kesalahan di atas berdampak langsung pada proses editorial: reviewer lebih cepat memahami kontribusi, editor lebih mudah menilai kesesuaian manuskrip, dan kesempatan untuk mendapat review penuh meningkat. Sebuah studi analisis kesalahan menyimpulkan bahwa pemahaman konvensi penulisan dan penggunaan alat bantu ilmiah dapat meningkatkan peluang diterima (Arthamevia Nadeak et al., 2025).
Alat dan Sumber Daya yang Direkomendasikan
- Mendeley — manajemen referensi.
- Turnitin — pengecekan plagiarisme.
- Grammarly atau proofreader bahasa Indonesia — pengecekan gaya dan tata bahasa.
- Periksa indeks jurnal dan peringkat (SINTA 2026 dikelola oleh Kemdiktisaintek): sinta.kemdiktisaintek.go.id.
- Daftar publikasi nasional: Garuda — garuda.kemdiktisaintek.go.id.
- ISSN portal untuk verifikasi jurnal: portal.issn.org.
- Google Scholar untuk tracking sitasi dan impact factor quartile insight: scholar.google.com.
Checklist Pra-Submit (Ringkas)
- Apakah gap penelitian terdefinisi jelas? ✓
- Apakah tujuan dan pertanyaan jelas dan terukur? ✓
- Apakah referensi utama up-to-date? ✓
- Apakah bahasa akademik konsisten? ✓
- Apakah manuskrip sesuai template jurnal? ✓
- Sudahkah menjalankan pre-submission review? ✓
- Sudahkah memeriksa plagiarisme? ✓
Peran Mahri Publisher dalam Membantu Revisi Pendahuluan
Mahri Publisher adalah mitra pendamping publikasi untuk dosen, peneliti, dan akademisi yang memerlukan pendampingan menyusun manuskrip sesuai standar jurnal nasional dan internasional. Layanan kami mencakup proofreading akademik, pre-submission review, dan pendampingan submit jurnal sehingga penulis dapat fokus pada kualitas ilmiah. Kami membantu penyesuaian template jurnal, cek plagiarisme, serta strategi pemilihan jurnal berdasarkan peringkat (SINTA/Scopus). Untuk informasi layanan silakan kunjungi halaman publikasi kami di https://mahripublisher.com/publikasi/ atau langsung ajukan order melalui https://mahripublisher.com/order.
Kesimpulan
Kesalahan umum dalam penulisan pendahuluan artikel ilmiah—seperti latar belakang tidak fokus, tujuan kabur, review literatur yang lemah, dan masalah etika—mudah diidentifikasi tetapi memerlukan pendekatan sistematis untuk diperbaiki. Ikuti langkah-langkah praktis, gunakan alat bantu akademik, dan lakukan pre-submission review untuk memperbesar peluang diterima. Tingkat keberhasilan publikasi meningkat jika penulisan pendahuluan disusun dengan rapi dan sesuai aturan jurnal.
Butuh percepatan publikasi? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu dengan strategi revisi dan pendampingan submit. Kunjungi halaman publikasi atau isi formulir di form order.
References
- Eravianti, E. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. OpenAlex. DOI: https://doi.org/10.31219/osf.io/cmv89.
- Yunus, N. R., & Rezki, A. (2020). Kebijakan Pemberlakuan Lock Down Sebagai Antisipasi Penyebaran Corona Virus Covid-19. SALAM Jurnal Sosial dan Budaya Syar’i. DOI: https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i3.15083.
- Arthamevia Nadeak, M. T., et al. (2025). Analisis Kesalahan Umum Dalam Penulisan Artikel Ilmiah. Journal of Citizen Research and Development. DOI: https://doi.org/10.57235/jcrd.v2i1.4855.
- SINTA (2026). SINTA dikelola oleh Kemdiktisaintek. Diakses dari https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/.
- Garuda (Daftar Publikasi Nasional). Diakses dari https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/.
- Portal ISSN. Diakses dari https://portal.issn.org/.
- Google Scholar. Diakses dari https://scholar.google.com/.






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















