Pendahuluan
Kesalahan Tidak Melakukan Proofreading dan Editing sebelum Submit seringkali menjadi penyebab utama artikel akademik ditolak atau dikembalikan untuk revisi besar. Bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana, kegagalan ini bukan hanya menghambat publikasi—tetapi juga menunda pengajuan kepangkatan, beasiswa, atau persyaratan lulus. Artikel ini membahas secara mendalam mengapa proofreading dan editing adalah tahap krusial, kesalahan yang sering terjadi, contoh kasus, serta langkah praktis untuk meminimalkan risiko penolakan.
Mengapa Proofreading dan Editing Penting sebelum Submit? (Problem → Solution → Benefit)
Problem: Banyak penulis fokus pada konten ilmiah—hipotesis, metode, atau hasil—tetapi mengabaikan kualitas bahasa, konsistensi sitasi, dan format jurnal. Ini berujung pada penilaian negatif oleh editor dan reviewer.
Solution: Melakukan serangkaian proses proofreading (pemeriksaan tata bahasa, ejaan, dan kesesuaian gaya) dan editing (perbaikan struktur logis, koherensi argumen, penyempurnaan figure/table, serta penyesuaian template jurnal) sebelum submit.
Benefit: Mengurangi peluang desk-reject, mempercepat proses review, dan meningkatkan kredibilitas penulis. Data praktis dari pengalaman pendampingan publikasi menunjukkan “tingkat keberhasilan tinggi berdasar data” bagi manuskrip yang menjalani pre-submission review komprehensif.
Kesalahan Umum jika Tidak Melakukan Proofreading dan Editing sebelum Submit
1. Format dan Template Tidak Sesuai
Penyebab umum: Penulis mengirim manuscript tanpa menyesuaikan margin, font, referensi, atau struktur sesuai panduan jurnal.
Dampak: Editor sering melakukan desk-reject karena format yang tidak sesuai mengindikasikan kelalaian akademik.
Solusi praktis:
- Saat sebelum submit, gunakan checklist template jurnal (judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, daftar pustaka).
- Gunakan fitur “style” di Word atau LaTeX template jurnal. Untuk jurnal nasional, periksa template Sinta terkait di SINTA (Kemdiktisaintek).
2. Tata Bahasa dan Ejaan Buruk
Penyebab umum: Manuskrip yang ditulis cepat tanpa proofreading menghasilkan kesalahan ejaan, kalimat tidak terpadu, atau istilah teknis yang keliru.
Dampak: Reviewer bisa menilai argumen tidak koheren atau asumsi tidak jelas.
Solusi praktis:
- Gunakan alat bantu seperti Grammarly untuk cek awal (khusus bahasa Inggris) dan proofreader manusia untuk nuansa akademik.
- Untuk publikasi berbahasa Indonesia, lakukan cross-check istilah teknis dan terjemahan. Referensi teori terjemahan bisa membantu menyusun terminologi yang tepat (Translation Theory and Practice sebagai rujukan).
3. Deskripsi Metodologi Tidak Replikabel
Penyebab umum: Metode ditulis ringkas tanpa detail protokol, instrumen, atau analisis statistik.
Dampak: Reviewer meminta revisi besar atau menolak karena tidak memungkinkan replikasi penelitian—masalah serius untuk kredibilitas ilmiah.
Contoh & bukti: Dalam penelitian hukum normatif, deskripsi metode yang jelas membantu pembaca memahami pendekatan yuridis normatif (mis. studi pustaka pada kasus sengketa akad) — sebagaimana dicontohkan dalam karya Ahmad Fatkhurohman (2019) yang menekankan pentingnya pendekatan normatif untuk data yang akurat.
Solusi praktis:
- Sertakan diagram alur (flowchart) prosedur penelitian dan lampiran protokol bila perlu.
- Jelaskan populasi, sampel, teknik pengambilan sampel, instrumen, validitas dan reliabilitas, serta langkah analisis statistik secara terperinci.
4. Kesalahan Sitasi dan Plagiarisme Tidak Disengaja
Penyebab umum: Daftar pustaka tidak konsisten, sitasi tidak lengkap, atau kutipan yang kurang tepat.
Dampak: Plagiarisme, bahkan yang tidak disengaja, dapat mengakibatkan penolakan dan masalah etika.
Solusi praktis:
- Gunakan alat manajemen referensi seperti Mendeley untuk konsistensi sitasi.
- Lakukan pemeriksaan plagiarisme menggunakan Turnitin sebelum submit.
- Patuh pada pedoman etika publikasi COPE dan kebijakan jurnal terkait duplikasi dan self-plagiarism.
5. Gambar, Tabel, dan Angka Tidak Jelas atau Tidak Sesuai
Penyebab umum: Resolusi gambar rendah, pemberian keterangan (caption) tidak lengkap, atau tabel terlalu padat.
Dampak: Reviewer kesulitan menilai validitas data visual dan meminta perbaikan substansial.
Solusi praktis:
- Gunakan resolusi minimal sesuai pedoman jurnal; sertakan sumber data pada caption.
- Pastikan tabel dapat dibaca secara mandiri (lengkapi keterangan, units, dan catatan statistik).
6. Panel Editor & Cover Letter Lemah
Penyebab umum: Cover letter terlalu umum, tidak menyebutkan kontribusi orisinal, atau tidak menyesuaikan target jurnal.
Dampak: Editor kurang tertarik, meningkatkan risiko desk-reject.
Solusi praktis:
- Tulis cover letter yang ringkas: tujuan studi, kontribusi baru, alasan memilih jurnal, dan potensi pembaca.
- Lakukan pre-submission inquiry jika jurnal menyediakan opsi tersebut.
Checklist Pre-Submission: Langkah Praktis sebelum Menekan Tombol Submit
Gunakan checklist berikut setiap kali akan submit:
- Sudahkah artikel melalui minimal dua tahap proofreading (otomatis + proofreader manusia)?
- Apakah format jurnal, template, dan metadata sesuai?
- Apakah metode ditulis lengkap sehingga replikasi memungkinkan?
- Apakah semua sitasi konsisten dan terkelola melalui Mendeley atau alat lain?
- Sudahkah menjalankan pengecekan plagiarisme via Turnitin?
- Apakah gambar/tabel memenuhi standar jurnal (resolusi, caption, sumber)?
- Apakah cover letter menjelaskan kontribusi dan relevansi untuk jurnal target?
Workflow Pre-Submission yang Direkomendasikan (Step-by-step)
Rangka kerja efisien untuk mengurangi kesalahan:
- Draft utama selesai → istirahat 48 jam lalu baca ulang (fresh eyes).
- Proofreading otomatis (Grammarly / tools bahasa Indonesia) → perbaikan ejaan & grammar.
- Editing struktural: pemeriksaan logika, flow, dan konsistensi argumen.
- Manajemen referensi: impor dan periksa di Mendeley, pastikan semua DOI tertera jika tersedia.
- Pemeriksaan plagiarism dengan Turnitin; perbaiki kutipan yang bermasalah.
- Format final sesuai template jurnal dan siapkan file tambahan (supplementary, data, raw dataset jika diminta).
- Review final oleh rekan sejawat (peer pre-review) atau layanan pre-submission review profesional.
- Submit dengan cover letter terpersonalisasi.
Studi Kasus Singkat: Dampak Metodologi dan Editing
Dalam disiplin hukum, penelitian normatif yang ditulis dengan jelas mengenai pendekatan yuridis normatif dan studi pustaka menunjukkan bagaimana detail metodologi memengaruhi pembacaan temuan (Fatkhurohman, 2019). Di sisi lain, studi kuantitatif pada pasar modal menunjukkan pentingnya pelaporan abnormal return yang transparan; kesalahan metodologis atau pelaporan dapat mengubah interpretasi hasil seperti yang terlihat pada penelitian mengenai stock split dan rights issue (Minhaj Awabi, 2023).
Pelajaran: Editing bukan hanya soal bahasa—tetapi juga memastikan interpretasi data dan validitas hasil dapat dipertanggungjawabkan.
Tools & Sumber Referensi yang Direkomendasikan
- Turnitin (pemeriksaan plagiarisme)
- Mendeley (manajemen referensi)
- Grammarly (pemeriksaan bahasa Inggris)
- Google Scholar untuk verifikasi sitasi (Google Scholar)
- Portal SINTA untuk pengecekan jurnal nasional yang terindeks (SINTA)
- Garuda untuk metadata publikasi nasional (Garuda)
- ISSN untuk verifikasi nomor ISSN jurnal (ISSN Portal)
Bagaimana Mahri Publisher Dapat Membantu?
Sebagai partner publikasi yang fokus pada kualitas, Mahri Publisher menawarkan layanan Proofreading & Paraphrasing Academic, pendampingan submit jurnal, serta konsultasi strategi publikasi ilmiah. Pendampingan ini mencakup pre-submission review, penyesuaian template, cek plagiarisme menggunakan Turnitin, dan bantuan manajemen referensi (Mendeley). Untuk layanan lebih lanjut kunjungi halaman publikasi kami di Mahri Publisher – Publikasi atau langsung lakukan pemesanan melalui form order: Form Order Mahri Publisher.
Perlu dicatat bahwa Mahri Publisher melaporkan tingkat keberhasilan tinggi berdasar data internal; hasil dapat bervariasi tergantung kualitas awal manuskrip dan respons penulis terhadap rekomendasi reviewer.
Kesimpulan
Kegagalan karena Kesalahan Tidak Melakukan Proofreading dan Editing sebelum Submit bukan hanya masalah teknis—itu adalah risiko reputasi akademik. Dengan menerapkan checklist pre-submission, memanfaatkan tools akademik, serta mendapatkan pre-submission review profesional, peneliti dapat mengurangi risiko penolakan, mempercepat waktu terbit, dan meningkatkan kredibilitas ilmiah. Jika Anda membutuhkan panduan revisi personal atau percepatan proses publikasi, konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu untuk langkah selanjutnya.
Butuh percepatan publikasi? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher — kunjungi https://mahripublisher.com/publikasi/ atau mulai proses di https://mahripublisher.com/order.
References
- Ahmad Fatkhurohman. (2019). Settlement of Compensation Claim in Mudharabah Contract Dispute at the Religious Court. al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol1.iss1.art3
- Caca Handika. (2019). Understanding Yusuf al-Qardhawi’s Hadith in Determining Islamic Law. al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol1.iss2.art4
- Farida Repelita Waty Kembaren. (2018). Translation Theory and Practice. Repository UIN Sumatera Utara.
- M Minhaj Awabi. (2023). Analisis Abnormal Return Sebelum dan Sesudah Corporate Action Stock Split maupun Rights Issue. Jurnal Ilmu Manajemen. https://doi.org/10.26740/jim.v11n1.p200-210
- Portal SINTA (Kemdiktisaintek): https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda (Kemdiktisaintek): https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal: https://portal.issn.org/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















