Pendahuluan
iThenticate vs Turnitin: Mana yang Lebih Baik untuk Peneliti dan Dosen? Pertanyaan ini sering muncul ketika dosen dan peneliti mempersiapkan naskah untuk publikasi atau memastikan integritas akademik mahasiswa. Dalam artikel ini saya akan membandingkan dua alat populer, menjelaskan kekuatan dan keterbatasannya, serta memberikan rekomendasi praktis untuk konteks publikasi jurnal dan pengajaran.
Mengapa Perbandingan Ini Penting bagi Dosen dan Peneliti?
Dosen dan peneliti menghadapi dua tantangan utama: menjaga orisinalitas karya ilmiah dan memenuhi persyaratan pre-submission review jurnal. Pilihan alat pengecekan plagiarisme berdampak pada proses revisi, manajemen sitasi, serta kerahasiaan naskah (mis. saat mengirimkan ke jurnal bereputasi). Memilih alat yang tepat membantu mengurangi risiko penolakan akibat duplikasi, self-plagiarism, atau pengelolaan sitasi yang kurang jelas.
Ringkasan Perbedaan Utama
- Tujuan utama: Turnitin umumnya dipakai institusional (kelas & tugas mahasiswa), sementara iThenticate dirancang untuk publikasi profesional dan konten ilmiah.
- Basis data: iThenticate mengakses koleksi jurnal dan publikasi profesional yang luas; Turnitin lebih fokus pada repositori tugas mahasiswa, internet, dan beberapa database penerbit.
- Privasi & repositori: Turnitin memiliki repositori paper mahasiswa yang dapat menyimpan file; iThenticate menawarkan opsi yang lebih fleksibel terkait tidak memasukkan manuskrip ke repositori publik (berguna sebelum submit jurnal).
- Fitur laporan: Keduanya menghasilkan similarity report, namun format, filter (mis. exclude bibliography/quoted text), dan granularitas berbeda.
Detail Perbandingan: Fitur & Kegunaan
1. Cakupan Basis Data
iThenticate fokus pada konten ilmiah: jurnal, prosiding, buku akademik, serta basis data penerbit. Ini membuatnya lebih efektif mendeteksi overlap dengan literatur yang sudah dipublikasikan—fitur penting untuk pre-submission review. Sementara itu Turnitin menonjol di lingkungan pendidikan karena memiliki repositori esai/pekerjaan mahasiswa dan indeks web yang luas.
2. Penggunaan dalam Proses Publikasi
Untuk peneliti yang menyiapkan artikel jurnal, iThenticate sering menjadi pilihan editor dan penerbit. Mengapa? Karena laporan iThenticate cenderung mencerminkan kesamaan dengan publikasi ilmiah yang relevan. Banyak jurnal internasional merekomendasikan atau menggunakan iThenticate sebagai bagian dari proses peer-review.
3. Keamanan, Privasi dan Kebijakan Repositori
Salah satu pertimbangan kritis: apakah naskah Anda akan ditambahkan ke repositori alat tersebut. Turnitin, dalam banyak pengaturan institusi, menyimpan karya mahasiswa untuk referensi masa depan—baik untuk mendeteksi plagiarisme antar mahasiswa maupun untuk evaluasi. Bagi peneliti yang belum ingin naskahnya tersimpan dalam repositori eksternal, iThenticate biasanya menawarkan opsi untuk tidak menambahkan dokumen ke database publik (tergantung lisensi/pengaturan institusi/penerbit).
4. Integrasi & Alur Kerja
Turnitin terintegrasi rapih dengan LMS (seperti Moodle, Blackboard), sehingga ideal untuk pengajaran dan penilaian. iThenticate lebih terkait dengan alur kerja editorial dan dapat diintegrasikan ke sistem editorial jurnal atau digunakan secara mandiri oleh penulis dan kantor editorial.
5. Format Laporan dan Interpretasi Similarity
Baik Turnitin maupun iThenticate menampilkan persentase similarity. Namun perhatikan bahwa angka persentase bukanlah tolok ukur mutlak untuk plagiarisme: banyak jurnal menerima similarity score rendah pada bagian metodologi atau sitasi yang benar. Kunci adalah menilai konteks—apakah similarity berasal dari kutipan, referensi, atau teks yang tidak disitasi (duplikasi substansial).
Contoh Kasus Praktis
Berikut dua skenario nyata yang sering dihadapi peneliti dan dosen serta rekomendasi alat:
- Pre-submission jurnal internasional: Gunakan iThenticate untuk memeriksa overlap dengan publikasi ilmiah, mengidentifikasi self-plagiarism, dan memastikan naskah tidak memiliki duplikasi substansial. Bandingkan hasil setelah memperbaiki sitasi dan pernyataan awal.
- Penilaian tugas mahasiswa: Gunakan Turnitin untuk mendeteksi plagiarisme antar mahasiswa, memberi umpan balik pengajaran (Feedback Studio), serta memonitor kebiasaan sitasi mahasiswa.
Self-Plagiarism dan Aspek Hukum di Indonesia
Perhatian khusus bagi peneliti Indonesia: konsep self-plagiarism belum sepenuhnya diatur dalam regulasi hak cipta nasional. Penelitian hukum menunjukkan bahwa tindakan self-plagiarism belum memiliki sanksi tegas dalam peraturan positif di Indonesia, meskipun secara etika dapat merugikan keaslian karya (Hardiago & Syafrinaldi, 2023). Oleh karena itu, alat pengecekan seperti iThenticate membantu mengidentifikasi pengulangan substansial dari karya penulis sendiri sebelum dikirim ke jurnal.
Berapa Persentase Similarity yang “Aman”?
Tidak ada angka universal. Banyak editor jurnal memperhatikan:
- Similarity keseluruhan umumnya di bawah 20–25% dianggap baik, tetapi konteksnya penting.
- Fokus pada bagian dengan overlap: kesamaan pada metode tertentu yang umum bisa diterima, tetapi kesamaan pada hasil, diskusi, dan kesimpulan adalah tanda bahaya.
- Pastikan bibliografi, kutipan, dan frasa teknis tidak menghitung sebagai plagiarisme—manfaatkan filter laporan (exclude bibliography/quoted text).
Checklist Pre-Submission Review (Praktis)
- Gunakan iThenticate untuk cek awal sebelum submit ke jurnal bereputasi.
- Filter laporan: keluarkan bibliografi, kutipan panjang, dan frasa umum teknis.
- Periksa potensi self-plagiarism—jika ada bagian yang sama persis dengan publikasi sebelumnya, revisi atau beri rujukan yang jelas.
- Perbaiki sitasi dan paraphrase manual untuk bagian dengan similarity tinggi.
- Catat hasil similarity dan sertakan penjelasan singkat saat mengirim ke editor jika relevan.
Rekomendasi untuk Dosen & Peneliti
Berdasarkan tujuan penggunaan:
- Jika fokus Anda adalah publikasi ilmiah atau pre-submission review: pilih iThenticate.
- Jika Anda mengelola tugas pengajaran dan ingin memantau orisinalitas mahasiswa: pilih Turnitin.
- Untuk institusi yang membutuhkan keduanya: pertimbangkan lisensi kombinasi (institutional) agar workflow pengajaran dan publikasi tertangani secara terpisah namun konsisten.
Pertimbangan Biaya dan Lisensi
Biaya lisensi bergantung pada model institutional/subscription, jumlah dokumen, dan fitur tambahan. Banyak universitas memiliki langganan Turnitin untuk seluruh fakultas sementara tim editorial jurnal atau peneliti senior memilih langganan iThenticate untuk kebutuhan publikasi. Untuk peneliti independen, beberapa layanan penerbit atau biro pendampingan (seperti Mahri Publisher) menyediakan paket pemeriksaan similarity sebelum submit—cek layanan dan paket via Landingpage Mahri Publisher atau lakukan pemesanan melalui Form order.
Praktik Baik: Menggunakan Alat Secara Etis dan Efektif
- Gunakan similarity report sebagai alat bantu editing, bukan sebagai bukti akhir plagiarisme.
- Ajarkan mahasiswa cara parafrase dan sitasi yang benar ketika menggunakan Turnitin dalam pengajaran.
- Simpan bukti perbaikan naskah (revisions) untuk menjelaskan perubahan kepada editor jurnal.
- Untuk publikasi internasional, pastikan naskah juga sesuai pedoman etika penerbit (mis. COPE) dan cek indeksasi jurnal (SINTA/Scopus) sebelum submit.
Referensi Institusional dan Sumber Otoritatif
Untuk verifikasi jurnal nasional dan indeksasi, kunjungi SINTA (per 2026 dikelola oleh Kemdiktisaintek): https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/. Untuk cek metadata jurnal dan ISSN, gunakan portal ISSN: https://portal.issn.org/. Database nasional seperti Garuda membantu peneliti melihat publikasi di Indonesia: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/. Untuk literatur internasional dan sitasi, Google Scholar adalah rujukan cepat: https://scholar.google.com/.
Contoh Alur Kerja Pre-Submission (Step-by-step)
- Tulis draft lengkap, lengkapi semua referensi.
- Lakukan self-check awal (parafrase dan sitasi) secara manual.
- Jalankan iThenticate untuk melihat similarity terhadap publikasi ilmiah.
- Tinjau laporan, perbaiki bagian bermasalah (self-plagiarism, duplikasi teks).
- Gunakan proofreading & paraphrasing professional bila perlu (mis. layanan Mahri Publisher) untuk meningkatkan kualitas bahasa dan penyesuaian template jurnal.
- Submit ke jurnal dengan catatan perbaikan jika diminta editor.
Kesimpulan
iThenticate vs Turnitin: Mana yang Lebih Baik untuk Peneliti dan Dosen? Jawabannya bergantung pada tujuan. Untuk pre-submission dan pemeriksaan terhadap publikasi ilmiah, iThenticate umumnya lebih sesuai. Untuk kebutuhan pengajaran, monitoring tugas mahasiswa, dan umpan balik di kelas, Turnitin lebih praktis. Kombinasi keduanya bisa menjadi solusi terbaik untuk institusi yang mengutamakan integritas akademik di semua level.
Jika Anda membutuhkan pendampingan pra-submit (pre-submission review), proofreading, atau bantuan strategi publikasi jurnal (nasional maupun internasional), tim Mahri Publisher siap membantu dengan pendekatan yang transparan dan berorientasi hasil. Pelajari layanan kami di Landingpage Mahri Publisher atau mulai proses pemesanan melalui Form order. Konsultasi awal tersedia untuk membantu memilih alur kerja yang paling sesuai dengan kebutuhan publikasi Anda.
References
- Hardiago, D., & Syafrinaldi. (2023). Asas Legalitas Dan Self Plagiarism: Antinomi Realitas Empiris Sebagai Proyeksi Pengaturan Tindak Pidana Khusus Di Bidang Hak Cipta. UIR LAW REVIEW. DOI: https://doi.org/10.25299/uirlrev.2022.vol6(2).11689
- Sulisworo, D., & Kristiawan, M. (2025). DeepSeek dan ChatGPT: Mana yang Lebih Baik untuk Penyusunan Proposal Riset? Bincang Sains dan Teknologi. DOI: https://doi.org/10.56741/bst.v4i01.865
- SINTA (Kemdiktisaintek). https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda (Kemdiktisaintek). https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal. https://portal.issn.org/
- Google Scholar. https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















