Pengenalan: Mengapa penting memahami perbedaan jurnal?
[FAQ] Bagaimana Cara Membedakan Jurnal Nasional dan Internasional? Pertanyaan ini sering muncul bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa yang ingin memastikan karya akademiknya dipublikasikan pada platform yang tepat. Kebingungan tentang status jurnal berdampak pada persyaratan akademik (mis. pengajuan BKD, serdos, atau syarat kelulusan) dan visibilitas riset Anda.
Masalah umum yang dihadapi penulis
Banyak penulis belum memiliki checklist verifikasi sebelum submit—akibatnya artikel ditolak karena jurnal ternyata tidak bereputasi, tidak terindeks, atau melanggar etika. Selain itu, perkembangan pengelolaan indeks nasional pada 2026 (SINTA dikelola oleh Kemdiktisaintek) menuntut pengetahuan terkini agar pengakuan akademik dapat dipertanggungjawabkan (lihat SINTA Kemdiktisaintek).
Checklist cepat: 10 indikator membedakan jurnal nasional vs internasional
Gunakan checklist ini sebagai langkah verifikasi awal (pre-submission review) sebelum Anda submit:
- Indeksasi resmi: Cek apakah jurnal terindeks di database internasional (Scopus, Web of Science) atau indeks nasional (SINTA, Garuda). Contoh: periksa di SINTA dan Garuda.
- ISSN dan versi elektronik (e-ISSN): Semua jurnal resmi memiliki ISSN — verifikasi di ISSN Portal.
- Bahasa publikasi: Jurnal internasional biasanya menggunakan bahasa Inggris atau bilingual; jurnal nasional seringkali berbahasa Indonesia (meskipun ada juga jurnal internasional berbahasa Indonesia dengan standar internasional).
- Komposisi editorial: Jurnal internasional cenderung memiliki editorial board multinasional (adanya reviewer dan editor dari berbagai negara).
- Proses peer review: Pastikan jurnal menerapkan peer review yang jelas (single-blind, double-blind, atau open review) dan mempublikasikan kebijakan tersebut.
- Publisher dan afiliasi: Perhatikan apakah penerbit diakui (universitas, asosiasi ilmiah, atau penerbit bereputasi).
- Transparansi biaya: Jurnal internasional bereputasi biasanya menyatakan Article Processing Charge (APC) secara jelas; jurnal predatory menyembunyikan biaya atau meminta pembayaran sebelum peer review.
- Metrik sitasi & impact: Jurnal internasional sering mencantumkan indikator seperti impact factor, CiteScore, atau quartile; jurnal nasional mencantumkan pangkat SINTA (untuk jurnal Indonesia).
- Licensing & copyright: Cek kebijakan hak cipta (mis. Creative Commons) — jurnal internasional sering lebih transparan dalam lisensi terbuka.
- Archive & discoverability: Periksa apakah artikel dapat diakses melalui Google Scholar atau repositori institusi.
Langkah-langkah verifikasi praktis (Problem → Solution → Benefit)
1. Problem: Tidak tahu apakah jurnal terindeks
Banyak penulis mengira sebuah jurnal ‘internasional’ hanya karena berbahasa Inggris atau mengklaim terindeks.
Solution: Verifikasi langsung di sumber resmi
- Cek SINTA untuk status nasional: sinta.kemdiktisaintek.go.id.
- Periksa Garuda untuk metadata dan koleksi nasional: garuda.kemdiktisaintek.go.id.
- Untuk jurnal internasional, cari di database seperti Scopus atau Web of Science (akses melalui institusi atau perpustakaan) dan cek Google Scholar (Google Scholar).
- Verifikasi ISSN di ISSN Portal.
Benefit:
Anda mendapatkan bukti verifikasi yang dapat dilampirkan pada laporan akademik dan memperkecil risiko penolakan administratif.
2. Problem: Sulit membedakan jurnal bereputasi dan jurnal predatory
Jurnal predatory sering meniru tampilan jurnal bereputasi sehingga membingungkan penulis pemula.
Solution: Gunakan checklist etika dan tanda bahaya
- Periksa kebijakan peer review; jika tidak jelas atau sangat cepat (mis. 48 jam), waspadai.
- Cek editorial board—apakah nama dan afiliasi valid? Hubungi salah satu editor untuk konfirmasi jika ragu.
- Cari histori penerbitan: apakah jurnal konsisten menerbitkan volume dan nomor?
- Gunakan tools: Turnitin untuk cek plagiarisme sebelum submit; Mendeley untuk mengelola referensi; Grammarly untuk perbaikan bahasa (khusus artikel bahasa Inggris).
Benefit:
Mengurangi risiko kerugian waktu dan biaya; menjaga reputasi akademik Anda.
Perbedaan teknis yang sering diabaikan
Di bawah ini beberapa aspek teknis yang sering luput diperiksa namun penting:
- Frekuensi terbit: Jurnal internasional bereputasi memiliki jadwal terbit yang konsisten (quarterly, biannual) dan menyediakan arsip terindeks.
- DOI untuk setiap artikel: Pemberian DOI merupakan standar internasional—cek apakah semua artikel memiliki DOI yang valid.
- Standar referensi & style: Jurnal internasional biasanya menuntut standar sitasi internasional (APA, Chicago, Vancouver) dan konsistensi yang ketat.
- Kebijakan open data dan reproducibility: Jurnal bereputasi mendorong ketersediaan data dan metode yang dapat direplikasi.
Contoh praktis: Cara verifikasi langkah demi langkah sebelum submit
- Tentukan target jurnal (nasional atau internasional) sesuai kebutuhan akademik Anda (mis. SINTA 2–4 untuk pengajuan BKD atau Scopus untuk visibilitas internasional).
- Periksa halaman jurnal: editorial board, instruksi untuk penulis, kebijakan peer review, APC, ISSN, dan DOI.
- Verifikasi indeksasi di SINTA/Garuda untuk jurnal nasional; cek Scopus/Web of Science/Google Scholar untuk jurnal internasional.
- Gunakan Turnitin untuk pemeriksaan plagiarisme; perbaiki bahasa dengan Grammarly dan tata referensi dengan Mendeley.
- Lakukan pre-submission review internal (rekan sejawat atau layanan pendampingan). Jika memerlukan, tim Mahri Publisher menyediakan layanan pendampingan submit jurnal dan proofreading (lihat layanan publikasi kami: Mahri Publisher – Publikasi).
- Jika siap, submit melalui portal jurnal; simpan semua bukti komunikasi, reviewer comments, dan LoA jika diterima.
Perbedaan editorial & kebijakan yang memengaruhi reputasi
Jurnal internasional bereputasi biasanya menerapkan: kebijakan COPE (Committee on Publication Ethics), conflict of interest disclosure, dan data availability statement. Perhatikan juga apakah jurnal mempublikasikan reviewer reports atau history review—ini adalah tanda transparansi.
Sementara itu, jurnal nasional yang dikelola oleh universitas atau asosiasi juga dapat memenuhi standar internasional, namun penting untuk memeriksa posisi SINTA (pada 2026 dikelola oleh Kemdiktisaintek) untuk mengetahui bobot pengakuan nasional.
Bagaimana penggunaan indikator kuantitatif (impact factor, quartile) mempengaruhi pilihan?
Indikator seperti impact factor dan quartile membantu menilai dampak sitasi. Jurnal internasional yang terindeks Scopus biasanya memiliki metrik CiteScore atau SCImago Journal Rank (SJR). Gunakan metrik ini sebagai salah satu parameter, namun jangan jadikan satu-satunya pertimbangan—kualitas peer review dan relevansi topik tetap utama.
Studi kasus singkat & kutipan akademik terkait
Dalam kajian hukum dan kebijakan, misalnya, penelitian tentang pelokalan HAM atau dinamika politik Islam di Indonesia mengandalkan jurnal bereputasi untuk memastikan kredibilitas dan akseptabilitas temuan penelitian. Sebagai contoh, kajian empiris pada isu kebijakan HAM menunjukkan pentingnya rekognisi jurnal dalam proses diseminasi kebijakan (lihat studi terkait dalam referensi yang tercantum).
Referensi empiris seperti karya tentang pelokalan HAM atau kajian politik Islam memberikan contoh bagaimana publikasi yang tepat meningkatkan pengaruh kebijakan dan diskursus akademik (lihat Referensi).
Apa yang bisa Mahri Publisher bantu?
Mahri Publisher hadir sebagai mitra pendamping publikasi yang membantu proses mulai dari pre-submission review hingga submit dan follow-up komentar reviewer. Layanan kami meliputi proofreading & paraphrasing academic, pendampingan submit jurnal, dan konsultasi strategi publikasi. Pelanggan dapat memeriksa paket publikasi (Index Copernicus, SINTA 5–6, SINTA 2–4, SINTA 1/Scopus) untuk menilai layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan: https://mahripublisher.com/publikasi/.
Jika Anda ingin memulai proses publikasi, gunakan form order kami: https://mahripublisher.com/order. Tim kami menawarkan pre-submission review, cek plagiarisme (Turnitin), penyesuaian template, dan pendampingan sampai LoA (level keberhasilan tinggi berdasar data internal kami).
Tips tambahan untuk penulis pemula
- Mulailah dari jurnal yang sejalan dengan cakupan penelitian Anda; jangan tergoda hanya karena judulnya ‘internasional’.
- Bangun publikasi bertahap: jurnal nasional (SINTA 5–6) → SINTA 2–4 → SINTA 1/Scopus untuk memperkuat portofolio akademik.
- Gunakan referensi terkini dan kutip sumber primer; perhatikan standar sitasi yang diminta jurnal target.
- Dokumentasikan proses: submission ID, reviewer comments, revisi—ini penting untuk audit akademik atau klaim substansial.
- Manfaatkan tools akademik: Mendeley (manajemen referensi), Turnitin (cek plagiarisme), Grammarly (proofreading bahasa Inggris).
Kesimpulan
Membedakan jurnal nasional dan internasional memerlukan verifikasi indeks, kebijakan editorial, komposisi editorial board, dan indikator metrik. Gunakan checklist verifikasi, lakukan pre-submission review, dan manfaatkan sumber resmi seperti SINTA, Garuda, ISSN Portal, serta Google Scholar untuk memastikan validitas jurnal tujuan Anda. Dengan langkah yang benar, Anda tidak hanya menghemat waktu tetapi juga memperkuat kredibilitas akademik
Butuh percepatan publikasi atau pendampingan teknis? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu proses publikasi Anda—dari proofreading hingga submit. Kunjungi layanan publikasi kami: Mahri Publisher – Publikasi atau isi form order: Pesan Layanan.
References
- Nadilla, S. (2019). Pelokalan Hak Asasi Manusia Melalui Partisipasi Publik dalam Kebijakan Berbasis Hak Asasi Manusia. Jurnal HAM. https://doi.org/10.30641/ham.2019.10.85-98
- Ahnaf, M. I. (2016). Tiga Jalan Islam Politik di Indonesia: Reformasi, Refolusi dan Revolusi. Wawasan Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya. https://doi.org/10.15575/jw.v1i2.728
- Bisariyadi. (2017). MENYIBAK HAK KONSTITUSIONAL YANG TERSEMBUNYI. JURNAL HUKUM IUS QUIA IUSTUM. https://doi.org/10.20885/iustum.vol24.iss4.art1
- Sunyowati, D. (2013). HUKUM INTERNASIONAL SEBAGAI SUMBER HUKUM DALAM HUKUM NASIONAL. Jurnal Hukum dan Peradilan. https://doi.org/10.25216/jhp.2.1.2013.67-84
- Rosdiyanti, E., & Abustan, A. (2020). HUKUM INTERNASIONAL SEBAGAI SUMBER HUKUM DALAM HUKUM NASIONAL. JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi. https://doi.org/10.58258/jihad.v2i2.3029
- SINTA (2026). SINTA dikelola oleh Kemdiktisaintek. https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal. https://portal.issn.org/
- Google Scholar. https://scholar.google.com/





![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















