Panduan ini menjawab pertanyaan umum: “[FAQ] Bagaimana Cara Melaporkan Kesalahan (Erratum) setelah Artikel Terbit?” untuk dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana yang menghadapi kesalahan pasca-publikasi. Artikel ini menjelaskan kapan perlu erratum, langkah praktis, contoh surat permohonan, dan dampaknya pada sitasi serta indeksasi.
Mengapa Erratum Penting? (Problem)
Erratum adalah koreksi formal yang diterbitkan jurnal untuk memperbaiki kesalahan material pada artikel yang sudah terbit, seperti data, tabel, figur, atau informasi afiliasi. Erratum berbeda dengan corrigendum dan retraction: corrigendum biasanya inisiatif penulis, sedangkan retraction menandai masalah etika atau kesalahan fatal yang menghilangkan keandalan hasil. Menunda pelaporan dapat menyebabkan salah sitasi, interpretasi data keliru, atau masalah etika yang memengaruhi reputasi penelitian dan penulis.
Dalam konteks indeksasi (mis. SINTA, Garuda), publikasi erratum biasanya tercatat sehingga metadata artikel diperbarui. Sejak 2026 SINTA dikelola oleh Kemdiktisaintek, penting untuk memastikan metadata artikel konsisten dengan versi yang diperbaiki.
Kapan Harus Melaporkan Erratum? (Problem → Diagnosis)
- Kesalahan numerik atau teknis yang memengaruhi hasil (mis. nilai statistik terbalik, kesalahan unit).
- Kesalahan pada tabel, gambar, atau legend yang dapat mengubah interpretasi data.
- Kesalahan afiliasi penulis, alamat korespondensi, atau e-mail yang menghambat komunikasi.
- Salah ketik DOI, judul, atau abstract yang mengurangi keterjangkauan artikel.
- Kasus etika serius: plagiarisme terdeteksi → ini biasanya memerlukan investigasi dan mungkin menuju retraction (bukan erratum).
Koreksi minor seperti ejaan umum yang tidak memengaruhi isi ilmiah seringkali tidak memerlukan erratum — namun jika ragu, konsultasi dengan editor diperlukan.
Langkah-langkah Melaporkan Kesalahan (Erratum) setelah Artikel Terbit (Solution)
Berikut panduan step-by-step yang dapat Anda ikuti agar proses koreksi berjalan cepat dan profesional:
- Inventarisasi Kesalahan
- Catat jenis kesalahan, halaman, paragraf, tabel, atau nomor figur yang terpengaruh.
- Siapkan bukti pendukung (mis. file data asli, screenshot dari revisi, atau log analisis).
- Koordinasi Internal
- Beritahukan semua ko-penulis dan minta persetujuan tertulis untuk mengajukan erratum. Simpan e-mail atau surat persetujuan.
- Pastikan semua penulis sepakat terhadap redaksi koreksi.
- Siapkan Draft Erratum
- Tulis pernyataan singkat: jelaskan kesalahan, lokasi dalam artikel, serta koreksi yang diusulkan. Contoh diterangkan di bagian template di bawah.
- Sertakan referensi ke artikel asli (judul, nama penulis, jurnal, volume, halaman, DOI).
- Periksa Kebijakan Jurnal
- Telusuri halaman kebijakan editorial jurnal (biasanya di website jurnal) mengenai erratum/corrigendum/retraction.
- Jika jurnal memerlukan formulir khusus, unduh dan isi sesuai instruksi.
- Kirim ke Editor
- Kirim e-mail resmi ke editor atau alamat yang tertera pada kebijakan koreksi. Lampirkan draft erratum, bukti, dan persetujuan penulis.
- Simpan salinan komunikasi. Jika perlu, gunakan surat resmi institusi.
- Tindak Lanjut
- Editor biasanya akan mengecek dan memutuskan apakah erratum diterima, direvisi, atau perlu klarifikasi. Durasi bervariasi: 2–12 minggu tergantung jurnal.
- Jika erratum disetujui, jurnal akan menerbitkan catatan koreksi dan memperbarui metadata (termasuk file PDF/HTML dan DOI yang terkait via Crossref).
Contoh Alur Email Permohonan Erratum
Subjek: Permohonan Erratum untuk Artikel [Judul Lengkap] — DOI: 10.xxxx/xxxx
Yth. Editor [Nama Jurnal],
Kami, penulis artikel “[Judul Artikel]”, yang dipublikasikan pada [tanggal], memohon penerbitan erratum untuk memperbaiki kesalahan pada [sebutkan: tabel/figur/halaman]. Lampiran berisi redaksi erratum yang diusulkan dan persetujuan semua penulis. Penjelasan singkat: [uraikan]. Mohon konfirmasi langkah selanjutnya. Terima kasih.
Hormat kami,
[Nama Koresponden dan Afiliasi]
Template Ringkas Redaksi Erratum (Contoh)
“Pada artikel [Judul], [Nama Penulis], Jurnal [Nama Jurnal], Volume X (Tahun), halaman Y–Z. Terdapat kesalahan pada Tabel 2 (baris ke-3) di mana nilai ‘X’ seharusnya ‘Y’. Perubahan ini tidak memengaruhi kesimpulan utama artikel. Kami memohon agar perbaikan ini dicatat sebagai erratum.”
Checklist Pra-Pengiriman Erratum (Praktis)
- Pastikan persetujuan tertulis semua penulis.
- Siapkan bukti data asli (raw data) bila diperlukan oleh editor.
- Periksa kebijakan jurnal terkait format erratum dan tata cara pengiriman.
- Update referensi dan catatan citasi di Mendeley atau manajer referensi lain agar konsisten.
- Jalankan pengecekan akhir menggunakan Turnitin (untuk memastikan tidak ada masalah tambahan), dan gunakan Grammarly untuk pengecekan bahasa.
Peran Penerbit, DOI, dan Indeksasi (Teknis)
Setelah erratum diterbitkan, penerbit akan memperbarui metadata artikel—termasuk menghubungkan erratum dengan artikel asli melalui DOI. Jika jurnal terdaftar di Crossref, perubahan akan terpropagasi ke database indeks seperti ISSN, SINTA, dan Google Scholar (Google Scholar).
Proses ini penting agar sitasi ke artikel yang sudah dikoreksi tetap akurat. Jika Anda menggunakan layanan pendampingan publikasi seperti yang disediakan Mahri Publisher, kami dapat membantu memverifikasi bahwa metadata sudah diperbarui pada platform terkait.
Apa yang Terjadi Jika Jurnal Menolak Erratum? (Problem → Alternative)
- Minta alasan tertulis dari editor—apakah dianggap tidak material atau ada kebijakan internal tertentu.
- Jika kesalahan bersifat material dan editor menolak tanpa alasan kuat, ajukan banding ke dewan redaksi atau editor in chief.
- Jika tidak ada solusi internal, dokumentasikan komunikasi dan pertimbangkan publikasi note atau comment pada forum ilmiah untuk mengklarifikasi temuan Anda.
Dalam kasus dugaan pelanggaran etika serius, Anda dapat melaporkan ke institusi atau badan etika akademik. Selalu simpan bukti komunikasi sebagai catatan resmi.
Dampak Erratum pada Reputasi & Sitasi (Benefit)
Menerbitkan erratum seringkali lebih baik daripada membiarkan kesalahan tidak ditangani. Koreksi resmi menunjukkan integritas ilmiah dan transparansi—nilai yang dihargai dalam komunitas akademik. Perbaikan yang cepat dapat meminimalkan misinterpretasi data dan menjaga kepercayaan pembaca. Meski beberapa koreksi dapat menurunkan beberapa sitasi jika hasil terpengaruh, jangka panjangnya reputasi penulis sebagai peneliti yang bertanggung jawab akan meningkat.
Contoh Kasus Singkat dan Solusi
Kasus 1: Kesalahan pada unit pengukuran di Tabel 1 menyebabkan nilai-sebagian disalahartikan. Solusi: Ajukan erratum yang menjelaskan unit yang benar, lampirkan file data, dan minta penerbit memperbarui PDF.
Kasus 2: E-mail korespondensi salah tulis sehingga koresponden tidak menerima komentar. Solusi: Erratum untuk memperbaiki alamat korespondensi dan meminta penerbit menghubungi penyunting jika perlu.
Tips Tambahan untuk Peneliti (Best Practices)
- Dokumentasikan semua versi manuskrip dan data (version control) sejak awal penelitian.
- Gunakan checklist pre-submission review termasuk pengecekan statistik dan tata tulis sebelum submit.
- Pastikan metadata (judul, abstract, afiliasi, DOI) diecek dua kali saat menerima proof dari penerbit.
- Jika membutuhkan dukungan profesional untuk revisi atau komunikasi editorial, tim Mahri Publisher menawarkan layanan seperti proofreading, penyesuaian template, dan pendampingan submit yang bisa mempercepat proses (lihat Layanan Publikasi).
Kesimpulan & CTA
Melaporkan kesalahan melalui erratum adalah langkah profesional yang melindungi keandalan sains dan reputasi penulis. Langkah kunci meliputi inventarisasi kesalahan, koordinasi antar-penulis, penyusunan draft erratum, serta komunikasi formal dengan editor sesuai kebijakan jurnal. Proses ini juga memerlukan perhatian terhadap pembaruan metadata di sistem indeks seperti SINTA dan Crossref.
Butuh bantuan praktis untuk menyusun erratum, berkomunikasi dengan editor, atau memastikan metadata diperbarui? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu — klik untuk info layanan publikasi: https://mahripublisher.com/publikasi/ atau langsung ajukan order/pendampingan di https://mahripublisher.com/order. Tingkat keberhasilan tinggi berdasar data pengalaman kami dalam pendampingan publikasi jurnal nasional dan internasional.






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















