Pembukaan
Contoh Penulisan Hasil dan Pembahasan pada Artikel Ilmiah Gizi sering menjadi titik lemah peneliti muda—baik mahasiswa pascasarjana maupun dosen—yang ingin meningkatkan peluang diterima jurnal terindeks. Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan panduan praktis, contoh kalimat, struktur logis, serta checklist untuk menyusun bagian Hasil dan Pembahasan yang memenuhi kaidah metodologis dan editorial.
Kenapa Hasil dan Pembahasan Penting dalam Artikel Ilmiah Gizi?
Bagian Hasil dan Pembahasan adalah jantung manuskrip: Hasil menyajikan data secara objektif, sementara Pembahasan menjelaskan makna klinis, nutrisi, dan kebijakan dari hasil tersebut. Kesalahan pada kedua bagian ini sering menyebabkan desk rejection atau permintaan revisi besar karena tidak replikabel, interpretasi berlebihan, atau ketidakkonsistenan dengan metode (lihat pedoman metodologi penelitian untuk pengaturan replikasi) (Eravianti, 2021).
Prinsip Umum: Problem → Solution → Benefit
Sebelum masuk contoh konkret, pahami pola narasi yang efektif:
- Problem: Jelaskan kelangkaan pengetahuan atau gap penelitian di gizi (mis. pengaruh intervensi gizi mikro terhadap status gizi balita di daerah rawan stunting).
- Solution: Sajikan hasil yang langsung menjawab pertanyaan penelitian—angka, statistik, dan tren.
- Benefit: Jelaskan implikasi hasil untuk praktik klinis, kebijakan publik, atau penelitian selanjutnya.
Struktur Ideal Bagian Hasil
Hasil harus ringkas, terstruktur, dan bebas interpretasi. Gunakan subjudul bila perlu (mis. Karakteristik Responden, Parameter Antropometri, Parameter Biokimia). Berikut urutan yang direkomendasikan:
- Deskripsi sampel (n, usia, jenis kelamin, inklusi/eksklusi).
- Hasil utama sesuai hipotesis primer (mis. perubahan berat badan, prevalensi stunting, kadar Hb).
- Analisis inferensial (uji statistik, p-value, interval kepercayaan, effect size).
- Hasil sekunder dan analisis tambahan (subgroup, regresi multivariat).
- Tabel dan grafik ringkas dengan judul jelas dan footnote yang menjelaskan singkatan.
Contoh Penulisan Hasil (Ringkasan)
Contoh Penulisan Hasil dan Pembahasan pada Artikel Ilmiah Gizi dapat dimulai seperti contoh singkat berikut:
“Karakteristik responden (n=180) tercantum pada Tabel 1. Usia rata‑rata anak adalah 24,6 ± 6,3 bulan; 52% laki‑laki. Prevalensi stunting menurun dari 28,3% pada baseline menjadi 18,9% pada akhir intervensi (Δ = -9,4%, p = 0,012). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa pemberian suplementasi mikro (OR = 0,62; 95% CI: 0,40–0,96; p = 0,032) berhubungan signifikan dengan penurunan odds stunting setelah penyesuaian variabel konfonder (pendapatan keluarga, pendidikan ibu).”
Catatan teknis: selalu sertakan ukuran efek (mis. OR, RR, Cohen’s d) dan interval kepercayaan untuk memberi konteks klinis pada signifikansi statistik. Hindari hanya menuliskan “signifikan” tanpa angka pendukung.
Format Tabel dan Grafik yang Disarankan
- Tabel: Kolom pertama variabel, kolom berikutnya baseline vs follow-up, dan kolom terakhir p-value. Gunakan satu desimal bila sesuai.
- Grafik: Bar chart untuk prevalensi, line chart untuk tren waktu, boxplot untuk distribusi biomarker.
- Caption: Cantumkan metode statistik singkat (mis. “uji t berpasangan” atau “uji Wilcoxon”) dalam caption.
Struktur Ideal Bagian Pembahasan
Pembahasan adalah interpretasi hasil, kontekstualisasi dengan literatur, penjelasan mekanisme biologis, keterbatasan, dan implikasi. Susun pembahasan mengikuti alur:
- Ringkasan singkat temuan utama (dua atau tiga kalimat).
- Perbandingan dengan studi terdahulu dan penjelasan perbedaan (masukkan referensi relevan).
- Penafsiran biologis dan implikasi gizi-publik.
- Kekuatan dan keterbatasan studi (metode sampling, ukuran sampel, kemungkinan bias informasi).
- Rekomendasi penelitian lanjutan dan implikasi kebijakan/praktik.
Contoh Penulisan Pembahasan (Paragraf Awal)
“Temuan ini menunjukkan bahwa suplementasi mikro selama 12 minggu menurunkan prevalensi stunting secara signifikan. Hasil sejalan dengan meta‑analisis intervensi gizi mikro yang menunjukkan perbaikan parameter antropometri pada anak usia prasekolah. Mekanisme yang mungkin termasuk peningkatan status mikronutrien yang berperan dalam sintesis protein dan pertumbuhan linear. Namun, perbedaan intensitas intervensi dan konteks sosioekonomi dapat menjelaskan variasi hasil antar studi.”
Bagaimana Mengaitkan Hasil Statistik ke Implikasi Nyata?
Peneliti gizi harus menerjemahkan angka statistik menjadi rekomendasi praktis. Misalnya, penurunan prevalensi stunting 9,4% bukan hanya angka; estimasi dampak populasi (Population Attributable Fraction) dan proyeksi biaya‑efektivitas dapat membantu pemangku kebijakan. Rujuk studi kebijakan dan data nasional untuk kontekstualisasi (seperti kajian up‑downstream penanganan stunting) (Salam Redaksi et al., 2019).
Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
Berikut kesalahan yang sering muncul pada penulisan Hasil & Pembahasan artikel gizi, beserta solusi praktis:
- Terlalu banyak interpretasi di bagian Hasil → Solusi: simpan interpretasi untuk Pembahasan; Hasil hanya menyajikan data.
- Klaim kausalitas pada studi observasional → Solusi: gunakan bahasa ‘berkaitan’ atau ‘dikaitkan’, jelaskan kemungkinan residual confounding.
- Ketiadaan ukuran efek atau interval kepercayaan → Solusi: melaporkan OR/RR/Cohen’s d dan 95% CI untuk konteks klinis.
- Tidak menyebut metode statistik secara eksplisit → Solusi: tambahkan metode analisis singkat pada caption tabel dan bagian Metode.
- Tidak membandingkan dengan pedoman nasional atau database (mis. SINTA, data Kemenkes) → Solusi: lakukan perbandingan kontekstual dan rujuk sumber resmi seperti SINTA dan repository nasional seperti Garuda.
Checklist Penulisan Hasil & Pembahasan untuk Artikel Ilmiah Gizi
- Apakah semua hasil utama tercantum dengan angka lengkap (mean±SD, median (IQR), prevalensi)?
- Apakah ada ukuran efek dan interval kepercayaan untuk temuan inferensial?
- Apakah tabel/grafik memiliki caption informatif dan footnote yang menjelaskan singkatan?
- Apakah interpretasi di Pembahasan disokong oleh literatur yang valid (sertakan rujukan)?
- Apakah keterbatasan diakui dan implikasi kebijakan disorot (mis. program pencegahan stunting)?
- Sudahkah melalui pre-submission review internal dan pengecekan plagiarisme (Turnitin) serta proofreading (Grammarly/Mendeley)?
Contoh Kalimat yang Disarankan
Berikut contoh frasa yang bisa langsung dipakai:
- Hasil: “Rata‑rata kadar Hb meningkat dari 11,2 ± 1,1 g/dL menjadi 11,9 ± 1,0 g/dL setelah intervensi (p = 0,004).”
- Pembahasan: “Kenaikan kadar Hb ini konsisten dengan mekanisme peningkatan absorpsi zat besi setelah suplementasi C dan Fe; hal ini memperkuat peran intervensi gizi mikro dalam menurunkan prevalensi anemia.”
- Keterbatasan: “Studi ini memiliki keterbatasan berupa follow‑up pendek dan tidak adanya randomisasi penuh yang dapat menimbulkan selection bias.”
Praktik Terbaik Sebelum Submit
Sebelum mengirim ke jurnal, lakukan rangkaian quality control berikut:
- Pre‑submission review oleh kolega atau mentor (pre-submission review).
- Proofreading dan pengecekan gaya sesuai template jurnal (menggunakan Grammarly, layanan proofreading akademik).
- Pemeriksaan plagiarisme (Turnitin) dan konsistensi referensi (Mendeley atau EndNote).
- Pastikan semua data mentah tersedia untuk verifikasi reviewer bila diminta (data availability statement).
- Sesuaikan cover letter menjelaskan novelty dan relevansi untuk scope jurnal target (perhatikan impact factor quartile bila memilih jurnal internasional).
Contoh Alur Penyajian (Template Singkat)
Gunakan template berikut untuk menulis Hasil & Pembahasan secara efisien:
- Hasil → Subjudul 1 (Karakteristik sampel): ringkasan demografi.
- Hasil → Subjudul 2 (Temuan primer): tabel/angka + analisis statistik.
- Hasil → Subjudul 3 (Analisis tambahan): regresi, sub‑analisis.
- Pembahasan → Paragraf 1: ringkasan temuan utama.
- Pembahasan → Paragraf 2–4: perbandingan literatur dan interpretasi biologis.
- Pembahasan → Paragraf 5: keterbatasan dan rekomendasi.
Catatan Etika dan Transparansi
Jelaskan pemenuhan aspek etika dan transparansi: persetujuan komite etik, informed consent, registrasi trial bila diperlukan, dan pernyataan sumber pendanaan. Penting juga menyebutkan praktek reproducibility dan akses data bila memungkinkan (lihat pedoman Metodologi Penelitian untuk perancangan yang replikabel) (Eravianti, 2021).
Referensi Sumber & Tools yang Direkomendasikan
Sumber dan alat yang sering digunakan untuk mendukung penulisan:
- SINTA (Kemdiktisaintek) — Cek reputasi jurnal di Indonesia
- GARUDA — Repository nasional
- ISSN — Validasi jurnal
- Google Scholar — Cek sitasi
- Tools: Turnitin (cek plagiarisme), Mendeley (manajemen referensi), Grammarly (proofreading), software statistik (SPSS, R).
Contoh Kasus: Hubungan Suplementasi Mikro dengan Penurunan Stunting
Untuk menguatkan penjelasan, rujukan kajian kebijakan memperlihatkan bahwa intervensi upstream perlu diimbangi dengan tindakan di level komunitas untuk mengatasi stunting (Salam Redaksi et al., 2019). Dalam manuskrip, hubungkan temuan Anda ke konteks ini: jika intervensi Anda menurunkan prevalensi, diskusikan bagaimana skala program dan pendekatan implementasi akan menentukan keberlanjutan dampak tersebut.
Kesimpulan dan CTA
Contoh Penulisan Hasil dan Pembahasan pada Artikel Ilmiah Gizi yang baik harus jelas, terukur, dan terhubung dengan literatur serta implikasi kebijakan. Penulis yang mengikuti struktur, melaporkan ukuran efek, mengakui keterbatasan, dan melakukan pre-submission review memiliki peluang lebih tinggi untuk diterima (tingkat keberhasilan tinggi berdasar data internal pendampingan publikasi).
Butuh percepatan publikasi atau review pre‑submission yang terarah? Tim Mahri Publisher siap membantu dengan layanan publikasi jurnal, proofreading, dan pendampingan submit — pelajari layanan kami di halaman publikasi Mahri Publisher atau isi formulir untuk memulai di form order Mahri Publisher.
References
- Eravianti, E. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. https://doi.org/10.31219/osf.io/cmv89
- Salam Redaksi, et al. (2019). Upstream-Downstream Efforts to Overcome Stunting in Indonesia. https://doi.org/10.33019/jpi.v1i1
- Armstrong, J. S. (2025). Kajian persiapan sertifikasi HACCP pada produksi makanan (OpenAlex). (Sumber kajian terkait keamanan pangan dan rancangan sistem HACCP).
- SINTA: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- GARUDA: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal: https://portal.issn.org/
- Google Scholar: https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















