Pendahuluan
Contoh Artikel Ilmiah Hukum dengan Metode Penelitian Doktrinal/Normatif menjadi rujukan penting bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa yang ingin menghasilkan tulisan hukum yang sistematis dan dapat dipublikasikan. Banyak akademisi bingung memulai karena perbedaan antara pendekatan normatif dan empiris serta kebutuhan teknis publikasi di jurnal terindeks. Artikel ini memberikan panduan langkah demi langkah, contoh struktur, dan checklist praktis agar naskah Anda siap submit ke jurnal nasional (SINTA) maupun internasional.
Mengapa Memilih Metode Penelitian Doktrinal/Normatif?
Metode penelitian doktrinal atau normatif fokus pada analisis peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, doktrin hukum, dan literatur sekunder untuk menjawab masalah hukum. Kekuatan pendekatan ini adalah kemampuan menyusun kerangka hukum yang jelas dan mendalam, terutama ketika tujuan penelitian adalah mengklarifikasi aturan, interpretasi, atau kelemahan norma hukum.
Studi terbaru menunjukkan bahwa pendekatan normatif unggul dalam memberikan kerangka hukum yang terstruktur, namun memiliki keterbatasan dalam menangkap dinamika sosial yang terjadi di lapangan — faktor yang biasanya ditangani oleh penelitian empiris (survey/field research) (Wiraguna, 2024). Untuk konteks penggunaan instrumen empiris dalam penelitian hukum, lihat juga kajian metode survey di bidang hukum oleh Adiyanta (2019) yang menjelaskan bagaimana survey digunakan sebagai instrumen penguatan bukti empiris dalam riset hukum (Adiyanta, 2019).
Problem → Solution → Benefit: Rangka Pemikiran Penulisan
Problem
- Kebingungan membedakan data hukum primer dan sekunder.
- Tidak konsisten dalam mengutip peraturan atau putusan pengadilan.
- Keterbatasan struktur naskah yang menyebabkan reviewer meminta revisi substansial.
Solution
- Gunakan metode doktrinal dengan sumber hukum primer (undang-undang, peraturan pemerintah, putusan pengadilan) dan dukungan literatur akademik.
- Susun argumentasi hukum berdasarkan interpretasi sistematik, teleologis, dan historis atas norma.
- Ikuti template jurnal target (SINTA/Scopus) dan lakukan pre-submission review untuk kelayakan format dan sitasi.
Benefit
- Naskah yang jelas struktur hukumnya meningkatkan peluang diterima oleh jurnal terindeks SINTA/Scopus.
- Penulisan yang sistematis mempermudah proses peer review dan mempercepat publikasi.
- Meningkatkan kredibilitas akademik penulis dan portofolio publikasi.
Contoh Struktur Artikel Ilmiah Hukum (Metode Doktrinal/Normatif)
Berikut contoh struktur umum yang sering dipakai pada jurnal hukum nasional dan internasional:
- Judul
- Abstrak (Indonesia & Inggris)
- Kata kunci
- Pendahuluan (masalah, tinjauan pustaka singkat, tujuan)
- Metode Penelitian (doktrinal/normatif: sumber hukum primer & sekunder, teknik analisis)
- Pembahasan/Analisis (interpretasi norma, perbandingan, kritik)
- Simpulan dan Rekomendasi
- Daftar Pustaka
- Lampiran (jika perlu): kutipan pasal, putusan, tabel kronologi
Contoh Judul & Abstrak Singkat
Contoh judul: “Analisis Kewenangan Pengawasan OJK terhadap Fintech Peer-to-Peer Lending: Pendekatan Doktrinal”
Contoh abstrak (singkat): Penelitian ini menggunakan metode penelitian doktrinal untuk menganalisis ketentuan perundang-undangan dan yurisprudensi terkait kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi fintech peer-to-peer lending. Hasil analisis menunjukkan adanya celah regulasi yang memerlukan harmonisasi kewenangan antara OJK dan instansi lain. Rekomendasi kebijakan disusun untuk memperkuat Perlindungan Konsumen dan kepastian hukum.
Langkah-Langkah Praktis Menulis Artikel Doktrinal/Normatif
Gunakan ceklist berikut sebagai panduan praktis agar naskah Anda memenuhi standar akademik dan siap submit ke jurnal.
- 1. Rumuskan masalah hukum secara spesifik: Hindari masalah yang terlalu luas; fokuskan pada klausul, pasal, atau isu interpretatif.
- 2. Identifikasi sumber hukum primer: Kumpulkan undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri, putusan pengadilan yang relevan.
- 3. Kumpulkan literatur sekunder: Buku, artikel jurnal, doktrin akademis sebagai pembanding dan pendukung argumen.
- 4. Gunakan teknik interpretasi hukum: Interpretasi tekstual, sistematik, historis, dan teleologis. Jelaskan metode interpretasi yang Anda pilih.
- 5. Susun kerangka argumentasi: Mulai dari premis hukum → analisis norma → sintesis → rekomendasi.
- 6. Verifikasi sitasi: Periksa konsistensi gaya referensi sesuai pedoman jurnal dan cantumkan nomor putusan/peraturan lengkap.
- 7. Pre-submission review: Lakukan review internal atau pendampingan profesional agar potensi desk rejection berkurang.
- 8. Cek plagiarisme & proofreading: Gunakan Turnitin untuk pengecekan kemiripan, Mendeley untuk manajemen referensi, dan Grammarly (atau editor bahasa Indonesia profesional) untuk proofreading.
Contoh Paragraf Analisis (Ilustrasi)
Misalnya Anda menganalisis pasal X Undang-Undang Y yang berkaitan dengan sanksi administratif. Langkah doktrinalnya adalah: (1) kutip teks pasal, (2) jelaskan maksud literal pasal, (3) bandingkan dengan norma lain yang relevan, (4) identifikasi putusan pengadilan yang menafsirkan pasal tersebut, dan (5) berikan penilaian kritis terhadap kesesuaian norma dengan prinsip hukum tata negara. Penyusunan seperti ini menunjukkan keterpaduan antara norma, doktrin, dan yurisprudensi — aspek yang sering dinilai reviewer jurnal hukum.
Kesalahan Umum Penulisan Doktrinal & Solusinya
- Kesalahan: Mengutip peraturan tidak lengkap (tanpa nomor, tahun, atau sumber resmi).
- Solusi: Cantumkan informasi lengkap: nomor, tahun, berita negara, dan link resmi jika tersedia.
- Kesalahan: Argumentasi abstrak tanpa rujukan yurisprudensi.
- Solusi: Tambahkan putusan pengadilan sebagai bukti penerapan norma di praktik hukum.
- Kesalahan: Format naskah tidak sesuai template jurnal (margin, font, sitasi).
- Solusi: Lakukan penyesuaian template sebelum submit dan gunakan pre-submission review.
Checklist Pra-Submit (Praktikal)
- Judul relevan dan spesifik
- Abstrak 150–250 kata (Indonesia & Inggris)
- Tiga hingga lima kata kunci yang mewakili isi
- Daftar pustaka lengkap dan konsisten
- Pengecekan turnitin & proofread final
- Template jurnal sesuai (cek panduan author)
- Relevansi dengan fokus jurnal (Cek indeks/rekomendasi SINTA atau scope jurnal)
- Dokumen pendukung: lampiran pasal/putusan jika perlu
Publikasi dan Strategi Target Jurnal
Untuk memilih jurnal target, cek indeks dan scope jurnal. Di Indonesia, SINTA saat ini dikelola oleh Kemdiktisaintek (update 2026) — gunakan portal resmi untuk memeriksa peringkat jurnal (https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/). Repository nasional seperti GARUDA juga membantu mengetahui publikasi terkait dan jurnal yang relevan (https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/). Untuk verifikasi ISSN, gunakan portal resmi ISSN (https://portal.issn.org/), dan manfaatkan Google Scholar untuk memantau sitasi serta jurnal bereputasi (https://scholar.google.com/).
Contoh Topik & Judul untuk Metode Doktrinal
- Harmonisasi Regulasi Perlindungan Data Pribadi: Studi Doktrinal terhadap UU PDP dan Peraturan Pelaksana.
- Analisis Yurisprudensi: Implikasi Putusan Mahkamah Agung terhadap Hukum Waris di Indonesia.
- Kewenangan Pengawasan Lembaga Negara: Pendekatan Normatif pada Regulasi OJK dan Bank Indonesia.
Peran Mahri Publisher dalam Mendukung Publikasi
Mahri Publisher hadir sebagai partner terpercaya bagi dosen, peneliti, dan akademisi dalam proses publikasi jurnal nasional & internasional. Dengan layanan pendampingan seperti proofreading, pre-submission review, cek plagiarisme Turnitin, dan penyesuaian template, Mahri Publisher membantu memperbaiki kualitas naskah agar lebih sesuai dengan standar editorial jurnal terindeks. Untuk layanan publikasi dan paket yang sesuai kebutuhan Anda, kunjungi halaman layanan kami di Mahri Publisher – Publikasi atau jika Anda siap order layanan, isi formulir di Form Order Mahri Publisher.
Tips Teknis: Sitasi, Referensi & Manajemen Data
- Gunakan manajer referensi (Mendeley) untuk menyimpan sumber hukum dan literatur terkait.
- Pastikan sitasi peraturan mengikuti format resmi jurnal (contoh: UU No. X Tahun YYYY, pasal Z).
- Simulasikan similarity check melalui Turnitin untuk mengurangi risiko penolakan karena kemiripan teks.
- Gunakan pre-submission review untuk mendapatkan masukan teknis dan substantif sebelum submit.
Kesimpulan
Penelitian hukum dengan metode doktrinal/normatif adalah pendekatan penting untuk menganalisis norma hukum, yurisprudensi, dan doktrin akademik. Dengan struktur yang benar, identifikasi sumber hukum primer yang lengkap, serta teknik interpretasi yang teruji, naskah Anda memiliki peluang lebih baik untuk diterima di jurnal terindeks. Ingat untuk menyeimbangkan analisis normatif dengan bukti yurisprudensi dan literatur relevan. Untuk percepatan publikasi dan pendampingan personal sampai naskah diterima, butuh bantuan praktis? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher untuk strategi publikasi, pre-submission review, dan paket publikasi sesuai tujuan akademik Anda. Kunjungi halaman publikasi Mahri Publisher atau langsung isi form order.
References
- Adiyanta, F. C. S. (2019). Hukum dan Studi Penelitian Empiris: Penggunaan Metode Survey sebagai Instrumen Penelitian Hukum Empiris. Administrative Law & Governance Journal. https://doi.org/10.14710/alj.v2i4.697-709
- Wiraguna, S. A. (2024). Metode Normatif dan Empiris dalam Penelitian Hukum: Studi Eksploratif di Indonesia. Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum. https://doi.org/10.59818/jps.v3i3.1390
- SINTA (Kemdiktisaintek). Portal resmi SINTA untuk pengecekan peringkat jurnal. https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- GARUDA (Kemdiktisaintek). Portal repository nasional. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN International Centre. Portal verifikasi ISSN. https://portal.issn.org/
- Google Scholar. Basis data sitasi dan publikasi internasional. https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)

















