Pendahuluan
Sosial media kini sering menjadi sumber data dan kutipan dalam tulisan akademik. Artikel ini menjelaskan secara terperinci Cara Menyitasi Sumber dari Media Sosial (Twitter, Instagram) dalam APA, menyasar dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana yang membutuhkan pedoman praktis untuk menulis referensi yang akurat dan etis. Mahri Publisher menyajikan langkah-langkah, contoh referensi, dan checklist yang dapat langsung diterapkan agar sitasi Anda sesuai standar APA (7th ed.) dan mudah diverifikasi oleh reviewer jurnal.
Mengapa penyitatan media sosial penting untuk publikasi ilmiah?
Media sosial — seperti Twitter dan Instagram — kerap memuat pernyataan resmi, pengumuman kebijakan, data primer survei, atau opini yang relevan untuk riset sosial, komunikasi, dan kebijakan publik. Namun, karena sifatnya yang cepat berubah dan sering dihapus, penyitatan yang tepat jadi krusial agar pembaca dapat memverifikasi sumber. Selain aspek verifikasi, ada juga pertimbangan etika saat mengutip orang atau akun yang mungkin bersifat pribadi.
Dasar aturan APA untuk posting media sosial
APA 7th memberikan format khusus untuk posting di platform seperti Twitter dan Instagram. Prinsip utamanya:
- Gunakan nama penulis sebagaimana tampil pada akun (nama asli jika tersedia), tambahkan username di dalam tanda siku jika berbeda.
- Tanggal harus lengkap: Tahun, Bulan Nama, Hari.
- Masukkan kata keterangan format dalam tanda kurung siku, mis. [Tweet] atau [Instagram post].
- Sertakan URL langsung ke posting jika posting tersebut dapat diakses oleh pembaca.
Aturan praktis: Problem → Solusi → Dampak
Problem: Posting yang tidak dapat diakses (dihapus atau akun privat)
Posting yang hilang tidak dapat diverifikasi oleh reviewer. Jika Anda mengutip materi yang kemudian dihapus, itu akan melemahkan kredibilitas manuskrip.
Solusi
- Arsipkan posting menggunakan layanan seperti Perma.cc, Internet Archive, atau tangkapan layar yang disimpan beserta metadata (tanggal, URL, nama akun).
- Jika materi tidak dapat diakses publik, perlakukan sebagai personal communication dan kutip hanya dalam teks (tidak perlu dicantumkan dalam daftar referensi).
Dampak
Mengarsipkan memastikan sumber dapat diverifikasi, mengurangi risiko pertanyaan etika, dan meningkatkan peluang artikel lolos proses review (pre-submission review) karena sumber dapat dicek secara independen.
Contoh format referensi APA untuk Twitter dan Instagram
Berikut contoh praktis beserta cara penulisan in-text citation dan entri dalam daftar referensi.
1) Twitter — Postingan publik
Format referensi:
- Nama, A. A. [@username]. (Tahun, Bulan Tanggal). Awal teks posting hingga 20 kata… [Tweet]. Twitter. URL
Contoh konkret:
- Anwar, R. [@AnwarResearch]. (2024, Oktober 5). Hasil survei awal menunjukkan peningkatan literasi digital pada kelompok usia 18–24 tahun… [Tweet]. Twitter. https://twitter.com/AnwarResearch/status/1234567890123456789
In-text citation (parafrase): (Anwar, 2024) atau kutipan langsung: (Anwar, 2024, Oktober 5).
2) Instagram — Postingan publik (foto atau caption penting)
Format referensi:
- Nama, A. A. [@username]. (Tahun, Bulan Tanggal). Awal caption hingga 20 kata… [Instagram post]. Instagram. URL
Contoh konkret:
- KomunitasBahasa [@komunitasbahasa]. (2018, Maret 12). Poster edukasi: serapan bahasa asing yang sering dipakai dalam keseharian… [Instagram post]. Instagram. https://www.instagram.com/p/ABCDEFGH/
In-text citation: (KomunitasBahasa, 2018).
3) Thread Twitter atau beberapa gambar di Instagram
Untuk thread, kutiplah tweet utama (awal thread) dan tambahkan label [Tweet thread] atau sertakan link ke tweet awal. Untuk carousel Instagram, gunakan [Instagram post] dan URL ke posting utama.
4) Jika nama asli penulis tidak tersedia
Gunakan username sebagai author:
- @username. (Tahun, Bulan Tanggal). Teks… [Tweet]. Twitter. URL
Bagaimana menulis kutipan dalam teks (in-text citation)
Prinsip umum: gunakan (Penulis, Tahun). Jika Anda ingin menegaskan tanggal posting pada kutipan langsung, masukkan tanggal lengkap: (Penulis, Tahun, Bulan Tanggal).
Contoh:
- Parafrase: Penelitian ini mengindikasikan tren meningkatnya literasi digital (Anwar, 2024).
- Kutipan langsung: Menurut akun resmi, “hasil survei menunjukkan…” (Anwar, 2024, Oktober 5).
Catatan: Personal communication vs recoverable source
Jika konten media sosial bersifat privat (mis. DM) atau tidak lagi tersedia untuk publik, APA menganggapnya sebagai personal communication. Di sini Anda hanya mencantumkan kutipan dalam teks, bukan di daftar referensi.
Contoh personal communication:
- (R. Anwar, personal communication, 10 November 2025)
Checklist cepat: Cara Menyitasi Sumber dari Media Sosial (Twitter, Instagram) dalam APA
- Pastikan posting bersifat publik dan dapat diakses pembaca.
- Catat nama penulis yang tampil, username, tanggal lengkap, dan permalink URL.
- Tentukan label format [Tweet] atau [Instagram post].
- Arsipkan posting (Perma.cc / Internet Archive) bila penting untuk verifikasi masa depan.
- Jika posting tidak dapat diakses, gunakan personal communication dalam teks dan simpan bukti internal.
- Periksa etika: minta izin bila perlu, terutama jika mengutip percakapan personal atau gambar orang yang dapat diidentifikasi.
Contoh lengkap untuk halaman referensi (Reference list)
Daftar referensi minimal harus memuat detail yang memungkinkan pembaca menemukan sumber asli. Contoh dua entri pada daftar referensi:
- Anwar, R. [@AnwarResearch]. (2024, Oktober 5). Hasil survei awal menunjukkan peningkatan literasi digital pada kelompok usia 18–24 tahun… [Tweet]. Twitter. https://twitter.com/AnwarResearch/status/1234567890123456789
- KomunitasBahasa [@komunitasbahasa]. (2018, Maret 12). Poster edukasi: serapan bahasa asing yang sering dipakai dalam keseharian… [Instagram post]. Instagram. https://www.instagram.com/p/ABCDEFGH/
Etika & kebijakan privasi
Menyitasi akun pribadi atau individu yang bukan figur publik memerlukan kehati-hatian. Dalam beberapa kasus, walau posting tersedia publik, ada kewajiban etis untuk meminta izin sebelum menggunakan kutipan panjang atau gambar yang dapat menimbulkan risiko pada subjek. Hal ini juga berlaku ketika penelitian Anda melibatkan analisis konten media sosial sebagai data primer — pastikan mengikuti pedoman etika institusi (IRB) dan praktik terbaik pengutipan.
Tips teknis untuk penulis akademik
- Gunakan manajer referensi (mis. Mendeley) untuk menyimpan URL dan metadata — walaupun Mendeley belum otomatis menghasilkan format [Tweet], Anda dapat menambahkannya secara manual.
- Jalankan pemeriksaan plagiarisme (Turnitin) untuk memastikan bahwa kutipan langsung diberi tanda kutip dan sumber dicantumkan.
- Gunakan Grammarly untuk memeriksa tata bahasa English jika Anda menulis naskah internasional.
- Untuk keperluan review jurnal, siapkan bukti arsip (Perma.cc atau screenshot dengan metadata) untuk dikirimkan sebagai lampiran review jika diminta oleh editor.
Studi kasus: Penggunaan Twitter & Instagram dalam penelitian
Beberapa studi menunjukkan bagaimana media sosial dipakai sebagai data penelitian. Misalnya, studi tentang edukasi bahasa yang memanfaatkan Instagram menunjukkan bagaimana akun edukatif mempengaruhi konsumsi bahasa generasi milenial (Wiji Astuti, 2018). Selain itu, analisis cuitan pascapemilihan umum 2019 memperlihatkan bagaimana metafora dan ranah sumber digunakan dalam pembentukan narasi politik (Putri, 2019). Kedua penelitian ini mengilustrasikan pentingnya dokumentasi sumber dan cara penyitatan yang benar agar temuan dapat direplikasi dan diverifikasi.
Referensi lengkap untuk kedua studi ini tercantum pada bagian References di bawah.
Rekomendasi untuk pengiriman manuskrip jurnal
Sebelum submit jurnal, lakukan:
- Pre-submission review internal untuk memastikan semua sumber media sosial ditulis sesuai format APA 7th.
- Periksa kebijakan jurnal terkait sumber daring dan data sekunder. Beberapa jurnal mensyaratkan bukti arsip untuk data yang dikumpulkan dari media sosial.
- Sertakan pernyataan etika jika penelitian melibatkan pengumpulan data dari akun publik yang berpotensi sensitif.
Sumber & otoritas yang perlu dikunjungi
Sebagai penulis akademik, rujuk juga portal resmi untuk validasi jurnal dan ISSN, serta indeks nasional:
Kesimpulan
Menyitasi sumber dari media sosial mengikuti prinsip verifikasi, keterlacakan, dan etika. Dengan mengikuti panduan APA (label format, tanggal lengkap, username, dan URL), serta mengarsipkan posting penting, Anda meningkatkan kredibilitas manuskrip dan mempermudah proses review. Untuk kebutuhan publikasi jurnal nasional dan internasional — termasuk penyesuaian format referensi, pemeriksaan plagiarism, dan strategi submit — tim Mahri Publisher siap membantu proses Anda dari pra-submission hingga publikasi. Kunjungi halaman layanan kami di Mahri Publisher – Publikasi atau langsung ajukan permintaan pendampingan di Form Order.
Referensi
- https://doi.org/10.31227/osf.io/ky74r — Wiji Astuti, T. (2018). Edukasi Bahasa Indonesia dari Media Sosial Instagram.
- https://doi.org/10.22146/db.v2i2.352 — Putri, A. Y. (2019). Ranah Sumber Konseptualisasi Kemenangan Pascapemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 dalam Media Sosial Twitter.
- Sinta: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN: https://portal.issn.org/
- Google Scholar: https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















