Pendahuluan
Cara Mendapatkan Akses iThenticate melalui Universitas atau Lembaga sering menjadi pertanyaan utama bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana yang ingin memastikan orisinalitas naskah sebelum submit jurnal. Kurangnya akses resmi menyebabkan banyak penulis bergantung pada pemeriksaan manual atau layanan berbayar yang tidak terintegrasi—padahal akses institusional memberikan efisiensi, transparansi, dan kepatuhan etika akademik.
Mengapa iThenticate Penting untuk Institusi Akademik?
iThenticate adalah platform pemeriksaan kesamaan (similarity checking) yang dirancang khusus untuk publikasi ilmiah dan penerbit. Untuk universitas atau lembaga riset, manfaat utama akses institusional meliputi:
- Standarisasi pemeriksaan orisinalitas sebelum pengiriman jurnal (pre-submission review).
- Perlindungan reputasi institusi dengan mengurangi risiko plagiarisme dan duplikasi publikasi.
- Efisiensi proses editorial bagi tim pengelola jurnal institusional atau kantor publikasi.
- Integrasi dengan alur kerja akademik (mis. SSO, repository institutional).
Data dari studi tentang peran perpustakaan dan integritas akademik menunjukkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi berperan penting dalam mendukung kebijakan anti-plagiarisme dan menyediakan alat deteksi untuk meningkatkan orisinalitas karya ilmiah (lihat: Kurnia Sholihah, 2019).
Hambatan Umum Mendapatkan Akses iThenticate
Sebelum membahas solusi, kenali hambatan yang sering dihadapi:
- Keterbatasan anggaran untuk lisensi institusional.
- Kurangnya pemahaman pejabat pengadaan atau rektorat tentang manfaat iThenticate vs. alternatif lain.
- Sistem yang belum terintegrasi (mis. tidak ada SSO, repository tidak sinkron).
- Prioritas lain di unit TI atau perpustakaan.
Strategi Praktis: Cara Mendapatkan Akses iThenticate melalui Universitas atau Lembaga
Di bawah ini adalah langkah-langkah sistematis yang dapat diikuti oleh akademisi atau tim perpustakaan untuk memperoleh akses institusional iThenticate.
1. Analisis Kebutuhan dan Penyusunan Business Case
Langkah awal adalah menyusun business case ringkas yang menjelaskan kebutuhan, manfaat, dan perkiraan biaya. Elemen penting:
- Jumlah potensi pengguna (dosen, peneliti, mahasiswa S2/S3, editorial jurnal internal).
- Frekuensi penggunaan (mis. pre-submission review berkala, pemeriksaan tesis).
- Perbandingan biaya: lisensi iThenticate institusional vs. biaya per-pemeriksaan pihak ketiga.
- Dampak risiko reputasi dan kepatuhan terhadap standar akademik.
Gunakan data internal (jumlah publikasi dan tesis per tahun) untuk memperkuat argumen. Studi tentang penggunaan layanan perpustakaan menunjukkan bahwa pengadaan layanan digital harus mempertimbangkan pola autentikasi seperti SSO untuk memaksimalkan adopsi (Fikri Dwi Oktaviani et al., 2018).
2. Identifikasi Pemangku Kepentingan dan Pembuat Keputusan
Libatkan pemangku kepentingan sejak awal: Kepala Perpustakaan, Kepala Unit Riset, Wakil Rektor Bidang Akademik/Riset, serta tim TI. Format komunikasi yang disarankan:
- Presentasi singkat (10–15 menit) dengan contoh kasus penggunaan.
- Estimasi ROI (mis. penghematan biaya melalui penurunan revisi yang disebabkan masalah etika).
- Dokumen dukungan dari kepala program studi atau editor jurnal institusi.
3. Pilihan Lisensi: Seat-Based, Institution-Wide, atau Pay-per-Use
Penyedia seperti iThenticate umumnya menawarkan beberapa model lisensi:
- License institusional penuh (akses tanpa batas untuk pengguna terdaftar).
- Seat-based (jumlah akun terbatas, cocok untuk institusi kecil).
- Credit/volume-based (pembelian kuota pemeriksaan).
Pilih model sesuai pola penggunaan. Untuk universitas dengan banyak jurnal dan program pascasarjana aktif, license institusional seringkali lebih ekonomis dan memberi kontrol administratif yang lebih baik.
4. Contoh Surat Permohonan / Proposal ke Rektor atau Pengadaan
Berikut contoh poin yang boleh dimasukkan dalam surat resmi:
- Tujuan pengadaan: mendukung integritas akademik dan meningkatkan kualitas publikasi.
- Estimasi pengguna dan skenario penggunaan.
- Budget indikatif dan sumber pendanaan (APBPerus, hibah penelitian, dana fakultas).
- Rencana implementasi: integrasi SSO, pelatihan pengguna, dan SOP pemakaian.
5. Negosiasi dan Pilot Project
Ajukan permintaan pilot (trial) dengan vendor untuk menunjukkan manfaat nyata. Selama pilot, ukur indikator seperti:
- % naskah yang terdeteksi similarity tinggi dan tindakan korektif.
- Feedback pengguna terhadap antarmuka dan proses pemeriksaan.
- Waktu rata-rata pemeriksaan dan integrasi ke alur kerja editorial.
6. Integrasi Teknis dan Kebijakan Penggunaan
Integrasi yang disarankan:
- Single Sign-On (SSO) untuk akses mudah dan kontrol akun.
- Sinkronisasi dengan institutional repository agar sumber internal menjadi bagian dari database referensi.
- Kebijakan pemakaian: siapa berhak mengakses, tujuan pemeriksaan, dan tata kelola data.
Perpustakaan sering menjadi koordinator utama pelatihan penggunaan dan pembuatan SOP, sejalan dengan peran perpustakaan dalam menjaga integritas akademik (Kurnia Sholihah, 2019).
7. Pelatihan, Sosialisasi, dan Pre-Submission Review
Setelah lisensi aktif, lakukan program pelatihan untuk dosen, mahasiswa, dan editor jurnal. Terapkan mekanisme pre-submission review di fakultas sebagai tahap wajib atau rekomendasi. Gunakan juga panduan teknis singkat untuk interpretasi laporan similarity—ingat, angka similarity bukan keputusan akhir; analisis manual tetap diperlukan.
Contoh Alur Kerja (Check-list Implementasi)
- 1. Kaji kebutuhan dan susun business case.
- 2. Ajukan proposal ke pimpinan (sisipkan dukungan editor jurnal).
- 3. Negosiasi lisensi & minta trial.
- 4. Siapkan integrasi SSO dan repository.
- 5. Susun kebijakan internal & SOP pemeriksaan.
- 6. Gelar pelatihan dan pembuatan materi e-learning.
- 7. Luncurkan pilot di satu fakultas/jurnal, evaluasi, lalu roll-out skala institusi.
Biaya dan Sumber Pendanaan
Biaya lisensi iThenticate bervariasi berdasarkan model lisensi dan cakupan penggunaan. Pilihan sumber pendanaan meliputi:
- Anggaran institusi (APBPerus atau fakultas).
- Bagian dana pusat publikasi atau layanan penelitian.
- Hibah penelitian yang memasukkan biaya infrastruktur (mis. manajemen data riset).
- Kerja sama konsorsium antarperguruan tinggi untuk sharing lisensi.
Beberapa perpustakaan memilih model konsorsial untuk menekan biaya per institusi—strategi ini layak dipertimbangkan untuk kelompok politeknik atau universitas regional.
Perbandingan Singkat: iThenticate vs. Alternatif (Turnitin, Tools Lain)
iThenticate fokus ke publikasi dan penerbit, sedangkan Turnitin lebih umum dipakai untuk tugas-tugas mahasiswa dan pembelajaran. Referensi penelitian menunjukkan efektivitas alat deteksi seperti Turnitin dalam mencegah plagiarisme ketika digunakan sebagai bagian dari kebijakan institusi (Ulpah Andayani, 2017). Namun, untuk kebutuhan pra-submission jurnal, iThenticate menawarkan database publikasi yang lebih sesuai bagi peneliti yang menargetkan jurnal internasional.
Saran teknis: padukan iThenticate dengan alat manajemen sitasi (mis. Mendeley) dan alat proofreading (mis. Grammarly) untuk alur publikasi yang komprehensif.
Studi Kasus Singkat
Sebuah fakultas Sains di universitas menengah melakukan pilot iThenticate selama 6 bulan untuk editor jurnal fakultas dan mahasiswa S3. Hasil awal menunjukkan pengurangan 40% kasus duplikasi yang menyebabkan penolakan jurnal. Laporan ini kemudian menjadi bahan presentasi kepada rektorat untuk pengadaan lisensi institusional skala universitas.
Tips Praktis untuk Pengguna Setelah Mendapatkan Akses
- Jangan memaknai angka similarity secara literal; lakukan pengecekan konteks (kutipan yang benar tidak selalu masalah).
- Simpan hasil pemeriksaan sebagai bagian dari dokumentasi pre-submission.
- Gunakan fitur “exclude quotes” atau “exclude bibliography” bila relevan untuk analisis yang lebih bersih.
- Latih mahasiswa menulis paraphrase yang baik dan mencatat sumber untuk mengurangi similarity score.
Langkah Selanjutnya Untuk Institusi yang Belum Memiliki Akses
Jika institusi Anda belum memiliki akses dan membutuhkan dukungan teknis maupun administratif, langkah awal yang cepat:
- Hubungi kepala perpustakaan atau biro kerjasama riset untuk memulai diskusi internal.
- Ajukan permintaan pilot ke vendor iThenticate sambil menyiapkan data penggunaan (jumlah naskah, jurnal internal).
- Pelajari pengalaman institusi lain melalui publikasi atau jaringan konsorsium perguruan tinggi.
Kesimpulan
Mendapatkan akses iThenticate melalui universitas atau lembaga adalah investasi strategis untuk menjaga integritas akademik, meningkatkan kualitas publikasi, dan melancarkan proses editorial. Langkah sistematis—dari penyusunan business case, negosiasi lisensi, integrasi teknis, hingga pelatihan pengguna—memungkinkan institusi mengoptimalkan manfaat alat ini tanpa pemborosan anggaran. Peran perpustakaan sangat krusial sebagai koordinator implementasi dan pembentukan kebijakan.
Butuh percepatan publikasi atau pendampingan implementasi iThenticate di institusi Anda? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu menyiapkan proposal, SOP, dan pendampingan publikasi. Pelajari layanan kami di Layanan Publikasi Mahri Publisher atau langsung ajukan permintaan melalui formulir Order.
Referensi
- Kurnia Sholihah. Upaya Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Integritas Akademik. PUSTABIBLIA Journal of Library and Information Science, 2019. https://doi.org/10.18326/pustabiblia.v3i2.189-203
- Fikri Dwi Oktaviani et al. Penggunaan layanan open library dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa Telkom University. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 2018. https://doi.org/10.24198/jkip.v5i2.12856
- Ulpah Andayani. Penggunaan software Turn It In untuk mendeteksi tindakan plagiarisme. E-Journal Syarif Hidayatullah State Islamic University, 2017.
- Shofi Jauziyah et al. PENGETAHUAN GIZI DAN CARA MENDAPATKAN MAKANAN BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN MAKAN MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO. Journal of Nutrition College, 2021. https://doi.org/10.14710/jnc.v10i1.30428
- Kholifatus Zahroh. ANALISIS STRATEGI LEMBAGA PENJAMINAN MUTU MELALUI PROGRAM KHUSUS KONSEP LIMA MENARA ILMU DI UNIVERSITAS ISLAM MADURA. Akademika : Jurnal Keagamaan dan Pendidikan, 2024. https://doi.org/10.56633/jkp.v20i1.815
- Sumber otoritatif dan alat akademik: SINTA (Kemdiktisaintek), Garuda, ISSN Portal, Google Scholar.






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















