Pendahuluan
Cara Memublikasikan Tesis S2 menjadi 2-3 Artikel Jurnal Internasional sering menjadi pertanyaan utama bagi mahasiswa pascasarjana dan dosen pembimbing: bagaimana memecah tesis menjadi beberapa artikel tanpa kehilangan kontribusi ilmiah? Banyak penulis menghadapi hambatan seperti pembagian substansi yang tidak tepat, kesulitan menyusun metodologi terpisah, atau memilih jurnal yang tidak sesuai dengan ruang lingkup penelitian.
Mahri Publisher adalah partner terpercaya bagi dosen, peneliti, dan akademisi yang ingin mentransformasikan tesis menjadi publikasi bereputasi. Dengan layanan pendampingan, proofreading, serta strategi submit yang terarah, Mahri Publisher mendukung penulis dari tahap konsep hingga LoA (Letter of Acceptance). Untuk layanan dan konsultasi, kunjungi halaman publikasi kami: https://mahripublisher.com/publikasi/ atau langsung isi formulir pemesanan: https://mahripublisher.com/order.
Masalah Umum (Problem): Mengapa Tesis Sulit Dipecah Menjadi 2-3 Artikel?
Sebelum masuk ke solusi, identifikasi masalah yang sering muncul:
- Tesis dianggap sebagai satu paket narasi komprehensif; penulis bingung menentukan “unit publikasi” yang independen.
- Metode dan analisis terlalu tersebar sehingga setiap artikel terasa tidak lengkap atau duplikatif.
- Keterbatasan keterampilan penulisan akademik Bahasa Inggris untuk jurnal internasional.
- Kurangnya strategi pemilihan jurnal: impact factor quartile, scope, hingga kebijakan akses terbuka.
- Etika publikasi—potensi self-plagiarism saat memecah konten yang sama di beberapa artikel.
Solusi Terstruktur (Solution): Langkah-Langkah Praktis Mengubah Tesis S2 Menjadi 2-3 Artikel
1. Redefinisikan ‘Unit Publikasi’ dari Tesis Anda
Sebuah tesis biasanya memiliki beberapa kontribusi ilmiah: tinjauan literatur mendalam, satu atau lebih eksperimen/studi lapangan, serta diskusi teoretis. Untuk membuat 2-3 artikel internasional, identifikasi 2–3 “nuggets” ilmiah yang dapat berdiri sendiri:
- Artikel 1: Kontribusi utama (novelty/temuan utama) — fokus pada hasil inti dan implikasi luas.
- Artikel 2: Metodologi atau pendekatan baru — detail teknik, validasi, dan perbandingan dengan metode lain.
- Artikel 3: Studi kasus aplikatif atau analisis tambahan — generalisasi hasil atau aplikasi praktis.
Contoh: jika tesis Anda mengembangkan algoritma baru, satu artikel dapat fokus pada algoritma dan evaluasi, yang lain pada penerapan di domain spesifik, dan ketiga pada analisis sensitivitas atau optimasi.
2. Buat Outline Manuskrip yang Independen
Setiap artikel harus memiliki struktur IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) yang lengkap. Gunakan telaah berikut sebagai checklist sebelum menulis:
- Pertanyaan penelitian spesifik dan kontribusi yang jelas (gap & solusi).
- Skop literatur yang ringkas dan terkini (gunakan Google Scholar dan SINTA untuk referensi lokal dan internasional).
- Metode yang replikabel — sertakan diagram alur/metode dan data set bila memungkinkan.
- Hasil yang fokus; hindari memasukkan keseluruhan dataset dari tesis ke satu artikel jika tidak relevan.
3. Terapkan Strategi Penghindaran Duplikasi (Self-plagiarism)
Memublikasikan beberapa artikel dari satu tesis memerlukan perhatian pada etika. Untuk menghindari self-plagiarism:
- Reorganisasi teks—jangan menyalin paragraf panjang dari tesis ke manuskrip.
- Sitasi tesis Anda saat menggunakan data yang sama; jelaskan perbedaan kontribusi tiap artikel.
- Lakukan pengecekan plagiarisme pre-submission review dengan Turnitin.
4. Pilih Jurnal dengan Strategi: Scope, Quartile, dan Kebijakan
Pilih jurnal target dengan kriteria jelas: scope yang sesuai, impact factor quartile realistis, kebijakan open access, hingga waktu review. Gunakan sumber otoritatif seperti SINTA untuk referensi nasional dan Google Scholar untuk jejak sitasi:
- Periksa SINTA (dikelola Kemdiktisaintek per 2026) untuk memetakan jurnal nasional dan kolaborasi: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Gunakan Garuda untuk metadata jurnal dan artikel lokal: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- Untuk identifikasi ISSN dan validasi jurnal: https://portal.issn.org/
- Google Scholar bermanfaat untuk mengecek jejak kutipan dan referensi yang relevan: https://scholar.google.com/
5. Gunakan Teknik Penulisan & Alat Bantu Akademik
Pendekatan teknis dapat mempercepat proses penulisan dan meningkatkan kualitas:
- Kelola referensi dengan Mendeley (atau Zotero) untuk konsistensi sitasi.
- Proofreading bahasa Inggris dengan Grammarly dan/atau proofreader manusia.
- Periksa kesamaan teks dengan Turnitin sebelum submit.
- Lakukan pre-submission review internal (peer-review informal) untuk mengecek scope dan novelty.
6. Susun Timeline Publikasi: Dari Tesis ke LoA
Contoh timeline realistis untuk 2–3 artikel:
- Minggu 1–4: Identifikasi unit publikasi & drafting outline untuk setiap artikel.
- Minggu 5–12: Penulisan manuskrip pertama + internal pre-submission review.
- Minggu 13–20: Revisi manuskrip berdasarkan feedback & finalisasi referensi.
- Submit artikel satu per satu dengan jeda waktu strategis (mis. 6–8 minggu antar submit) untuk mengelola revisi paralel.
Benefit: Dampak Akademik dan Praktis dari Strategi ini
Mengubah tesis S2 menjadi 2-3 artikel internasional memberikan beberapa keuntungan nyata:
- Meningkatkan visibilitas penelitian dan peluang sitasi—kinerja sitasi berdampak pada track record akademik.
- Mempercepat proses pengakuan ilmiah dibanding menunggu monograf atau prosiding.
- Membagi hasil ke audiens berbeda (metodologi vs aplikasi) meningkatkan relevansi lintas disiplin.
- Memberikan portofolio publikasi yang berguna untuk kepangkatan, beasiswa, atau lanjutan studi doktoral.
Checklist Praktis: Dari Tesis ke 2-3 Artikel
- Identifikasi 2–3 kontribusi utama dari tesis.
- Tulis outline IMRAD untuk tiap artikel.
- Pastikan metode dan data replikabel; siapkan suplementari jika perlu.
- Periksa kebijakan jurnal terkait overlap dan data reuse.
- Gunakan Mendeley & Turnitin sebelum submit.
- Lakukan pre-submission review (internal/external).
- Pilih jurnal berdasarkan scope dan quartile yang realistis.
- Siapkan cover letter yang menekankan novelty dan perbedaan antar artikel.
Contoh Kasus Singkat
Seorang mahasiswa S2 di bidang teknik lingkungan mengembangkan metode pemantauan kualitas air berbasis sensor IoT. Tesisnya kemudian dipecah menjadi:
- Artikel A: Pengembangan algoritma deteksi anomali (novelty teknis).
- Artikel B: Validasi lapangan di dua lokasi dengan perbandingan metode konvensional (aplikasi).
- Artikel C: Analisis biaya-manfaat dan skenario implementasi kebijakan (implikasi kebijakan).
Setiap artikel menonjolkan aspek berbeda sehingga mengurangi overlap dan meningkatkan peluang diterima di jurnal dengan fokus berbeda (metode, aplikasi, dan kebijakan).
Kesalahan Umum & Solusi Singkat
Kesalahan: Menyusun artikel sebagai ringkasan tesis; Solusi: Fokus pada satu kontribusi dan perjelas novelty.
Kesalahan: Memilih jurnal hanya karena cepat; Solusi: Periksa reputasi, scope, dan quartile jurnal.
Kesalahan: Tidak menggunakan pre-submission review; Solusi: Lakukan review internal dan gunakan layanan proofreading berpengalaman.
Peran Pendampingan Profesional
Banyak peneliti yang mendapat manfaat besar dari pendampingan praktis. Berdasar pengalaman Mahri Publisher dalam mendampingi penulis, pendampingan meliputi review naskah, proofreading, penyesuaian template jurnal, cek plagiarisme Turnitin, hingga strategi submit yang terukur — yang membantu meningkatkan peluang publikasi (tingkat keberhasilan tinggi berdasar data internal tanpa klaim berlebihan).
Jika Anda membutuhkan pendampingan personal untuk memublikasikan tesis menjadi 2-3 artikel, tim kami menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan: Layanan Publikasi Mahri Publisher. Untuk memulai proses, lengkapi formulir order di: Form Order Mahri Publisher.
Rekomendasi Alat & Sumber Daya
- Turnitin — cek kesamaan teks dan patuhi etika sitasi.
- Mendeley/Zotero — manajemen referensi dan sitasi otomatis.
- Grammarly & proofreader manusia — kualitas Bahasa Inggris untuk jurnal internasional.
- SINTA & Garuda untuk memetakan jurnal nasional dan kolaborasi akademik: SINTA, Garuda.
Kesimpulan dan CTA
Membuat 2-3 artikel jurnal internasional dari tesis S2 memerlukan strategi yang sistematis: identifikasi unit publikasi, susun manuskrip yang independen, patuhi etika publikasi, pilih jurnal dengan cermat, dan lakukan pre-submission review. Dengan langkah-langkah ini, Anda meningkatkan peluang diterima dan memperluas dampak penelitian.
Butuh percepatan publikasi atau panduan revisi personal? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher bisa membantu menyusun roadmap publikasi, proofreading, dan pendampingan submit. Kunjungi halaman layanan kami: https://mahripublisher.com/publikasi/ atau mulai proses sekarang di: https://mahripublisher.com/order.
References
- Fitri, R. N., & Prasetyawan, Y. Y. (2020). Literasi informasi generasi x, y, dan z dalam penyusunan karya tulis ilmiah. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan. https://doi.org/10.24198/jkip.v8i1.23233
- Ifit Novita Sari et al. (2023). Lika Liku Publikasi Ilmiah di Indonesia. https://doi.org/10.31219/osf.io/q6wk3
- Zulhendri et al. (2024). Workshop Kiat-Kiat Menjadi Penulis Artikel Jurnal Internasional. https://doi.org/10.31004/dedikasi.v2i1.43
- Prasetiyo, W. H. (2025). Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Publikasi Jurnal Internasional. https://doi.org/10.24036/abdi.v7i4.1367
- Wardi, M. et al. (2026). Pendampingan Peningkatan Produktivitas Menulis Artikel Jurnal Bereputasi Internasional. https://doi.org/10.33558/devosi.v7i1.12282






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















