Pendahuluan
Cara Membuat Sitasi Manual yang Benar untuk Sumber yang Tidak Biasa adalah keterampilan penting bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa yang menghadapi sumber-sumber selain artikel jurnal konvensional. Kesalahan sitasi dapat menyebabkan penolakan naskah, isu etika, atau klaim plagiarisme—padahal banyak sumber tidak biasa (mis. arsip, wawancara, kode sumber) justru memegang peranan penting dalam riset mutakhir.
Artikel ini memberikan panduan terperinci, contoh format untuk beberapa gaya (APA 7, Vancouver, Chicago), checklist praktis, dan tips mitigasi ketika data bibliografis tidak lengkap. Panduan ini relevan untuk penulis yang sedang mempersiapkan submit jurnal, pre-submission review, atau menyusun daftar pustaka untuk disertasi.
Kenapa Sitasi Manual untuk Sumber Tidak Biasa Penting?
Sumber tidak biasa sering muncul pada riset interdisipliner: dataset, kode perangkat lunak, poster konferensi, manuskrip arsip, atau posting media sosial. Mencantumkan sitasi yang benar:
- Memastikan transparansi metodologis dan replikasi.
- Mencegah pelanggaran etika dan tuduhan duplikasi (cek via Turnitin untuk teks, namun perlu verifikasi manual untuk sumber nonteks).
- Meningkatkan kredibilitas naskah saat submit ke jurnal terindeks, termasuk SINTA atau indeks internasional.
Langkah Umum: Framework untuk Membuat Sitasi Manual
Prinsip dasar saat menyitasi sumber tidak biasa adalah mengumpulkan elemen identifikasi utama dan menyesuaikannya ke gaya sitasi yang dipakai oleh jurnal. Berikut kerangka tindakan yang bisa dijadikan panduan umum.
- Identifikasi tipe sumber (interview, dataset, software, poster, arsip, situs web, dakwah/publikasi pemerintah, media sosial, dll).
- Kumpulkan elemen penting: penulis atau pembuat, tahun pembuatan/publikasi, judul, tipe sumber (mis. Manuskrip tak diterbitkan), penerbit/instansi/URL, dan tanggal akses bila online.
- Pilih gaya sitasi yang diminta jurnal (contoh: APA7, Vancouver, Chicago). Jika jurnal tidak menyebutkan, gunakan gaya umum bidang Anda.
- Terapkan aturan untuk in-text citation dan daftar pustaka sesuai gaya.
- Catat bukti akses (screenshot, DOI, permalink, atau nomor arsip) untuk verifikasi editorial.
Checklist Cepat Sebelum Menulis Sitasi Manual
- Apakah sumber online memiliki DOI atau permalink? Jika ya, catat.
- Apakah ada nama institusi atau pembuat yang bisa dipakai sebagai penulis? Jika tidak, gunakan nama organisasi atau judul sebagai pengganti.
- Adakah informasi tanggal yang jelas? Jika tidak ada, gunakan format “n.d.” atau “[tanpa tahun]”.
- Apakah jurnal meminta style tertentu? (Lihat pedoman author guidelines atau lakukan pre-submission review).
- Simpan bukti akses untuk arsip editorial jika diminta reviewer.
Contoh Praktis: Sitasi Manual Untuk Berbagai Sumber Tidak Biasa
Di bawah ini beberapa contoh format sitasi manual pada tiga gaya populer. Gunakan contoh ini sebagai template dan sesuaikan elemen yang hilang.
1. Wawancara pribadi / wawancara tidak dipublikasikan
Situasi: Anda melakukan wawancara mendalam dengan informan, tidak dipublikasikan.
- APA 7 (in-text): (Nama, tgl)
- Daftar pustaka APA: Nama, Inisial. (Tahun, Tanggal). Jenis komunikasi. Catatan: Wawancara pribadi umumnya hanya dikutip dalam teks, bukan dicantumkan di daftar pustaka jika tidak dapat diakses pembaca.
- Contoh: (Dalam teks) Menurut A. Sitorus (wawancara pribadi, 12 Mei 2024)…
2. Manuskrip arsip / dokumen sejarah
- APA 7: Penulis. (Tahun). Judul manuskrip [Deskripsi]. Nama Koleksi, Nama Arsip, Lokasi.
- Chicago (Notes-Bibliography): Nama, “Judul Manuskrip,” nama koleksi, nama arsip, kotamadya, tanggal.
- Praktik: Simpan nomor arsip atau referensi katalog untuk memudahkan verifikasi editorial.
3. Dataset / Data Repository (mis. Dryad, Figshare)
- APA 7: Penulis/Instansi. (Tahun). Judul dataset (Versi) [Data set]. Nama Repository. DOI/URL
- Contoh: Badan X. (2022). Survei Lingkungan Nasional [Data set]. Figshare. https://doi.org/xxxxx
- Catatan: Dataset sering memerlukan tanggal akses bila tidak ada DOI.
4. Preprint (arXiv, bioRxiv) dan Draft Non-Peer-Reviewed
- APA 7: Penulis. (Tahun). Judul. Preprint server. URL atau DOI.
- Perhatian: Jelaskan status (preprint) dalam daftar pustaka karena editorial memeriksa status peer-review.
5. Kode Sumber / Perangkat Lunak (software) / Repositori GitHub
- APA 7: Pengembang. (Tahun). Nama perangkat lunak (Versi) [Perangkat lunak]. Nama Repository/Publisher. URL
- Contoh: MahriLab. (2023). AnalisisR (v1.2) [Perangkat lunak]. GitHub. https://github.com/mahri/analisisR
6. Posting Media Sosial / Blog / Website
- Gunakan nama pengguna, tanggal, teks awal atau judul, platform, dan URL. Cantumkan tanggal akses bila konten dapat berubah.
- Contoh APA: @user. (2024, Jan 10). Teks posting… [Tweet]. URL. Akses: 15 Jan 2024.
Strategi Menangani Informasi yang Tidak Lengkap
Tidak jarang sumber sejarah atau materi online tidak menyertakan penulis atau tanggal. Langkah yang direkomendasikan:
- Gunakan istilah “[tanpa tahun]” atau “n.d.” sesuai gaya sitasi.
- Jika tidak ada penulis, mulailah dengan judul dokumen.
- Sertakan keterangan konteks di teks utama: mis. “dokumen arsip tak bertanggal (arsip X, koleksi Y)”.
- Simpan bukti akses (screenshot) dan catat tanggal akses—penting saat reviewer meminta verifikasi.
In-Text Citation vs Daftar Pustaka: Perbedaan Praktis
In-text citation memberi konteks singkat di badan teks (penulis, tahun, halaman), sedangkan daftar pustaka memuat rincian lengkap untuk di-trace. Untuk sumber tidak biasa, beberapa jurnal mengizinkan catatan kaki berisi rincian arsip. Selalu cek author guidelines jurnal—banyak jurnal nasional dan internasional mengharuskan DOI, permalink, atau nomor arsip untuk sumber nonkonvensional.
Alat Bantu: Kapan Menggunakan Reference Manager, Kapan Manual
Aplikasi seperti Mendeley (pelatihan penggunaan Mendeley meningkatkan keterampilan sitasi, lihat studi terkait), Turnitin untuk pemeriksaan kemiripan, dan tools seperti Zotero atau EndNote membantu otomatisasi. Namun, reference manager kadang tidak memiliki template untuk sumber tidak biasa; maka sitasi manual tetap diperlukan. Penelitian menunjukan pelatihan Mendeley efektif bagi mahasiswa dan dosen (mis. program di Universitas Muhammadiyah Sumbar dan Abdimas Toddopuli) untuk mempercepat penulisan daftar pustaka dan mengurangi kesalahan format (https://doi.org/10.29405/solma.v9i1.4049, https://doi.org/10.30605/atjpm.v2i2.1228).
Kesalahan Umum dan Solusi (Problem → Solution → Benefit)
Kesalahan 1: Tidak mencantumkan tanggal akses untuk konten web yang dinamis
Solusi: Selalu tambahkan tanggal akses (mis. Diakses 10 Maret 2026). Dampak: Memudahkan reviewer menilai relevansi versi yang dikutip.
Kesalahan 2: Mengutip wawancara pribadi di daftar pustaka tanpa izin atau verifikasi
Solusi: Gunakan kutipan dalam teks dan simpan persetujuan tertulis dari informan. Dampak: Menghindari isu etika.
Kesalahan 3: Menyalin format sitasi otomat tanpa verifikasi
Solusi: Periksa kembali format manual terhadap pedoman jurnal—apalagi halaman, versi, dan DOI. Dampak: Meningkatkan peluang lolos desk review.
Checklist Final Sebelum Submit
- Pastikan setiap in-text citation memiliki catatan di daftar pustaka (kecuali wawancara pribadi bila diarahkan).
- Verifikasi DOI/permalink; gunakan ISSN atau Google Scholar untuk konfirmasi metadata.
- Simpan bukti akses (screenshot, nomor arsip) dalam folder penunjang manuskrip.
- Lakukan pre-submission review internal (tim atau mentor) untuk memeriksa kesesuaian gaya dan etika sitasi.
Contoh Kasus: Sitasi Poster Konferensi & Preprint
Poster konferensi biasanya sulit dilacak; cantumkan penyaji, tahun, judul poster, nama konferensi, lokasi/tanggal, dan jika tersedia, URL atau nomor abstrak. Untuk preprint, pastikan menandai status “preprint” dan tambahkan DOI atau server (mis. arXiv, bioRxiv).
Rekomendasi Praktis untuk Penulis di Indonesia
Perkuat keahlian sitasi melalui pelatihan dan praktik. Studi pengabdian masyarakat menunjukkan pelatihan Mendeley meningkatkan efisiensi penulisan daftar pustaka bagi mahasiswa dan dosen (https://doi.org/10.24235/dimasejati.v2i1.6652). Selain itu, cek sumber jurnal target di Garuda dan indeks SINTA untuk memastikan gaya dan persyaratan sitasi yang dianjurkan oleh jurnal tujuan.
Etika dan Verifikasi
Pastikan tidak melakukan misrepresentasi sumber. Untuk etika sitasi, ikuti panduan COPE dan kebijakan jurnal terkait plagiarisme. Gunakan Turnitin untuk memeriksa overlap teks, namun untuk sumber nonteks lakukan verifikasi manual dan simpan dokumentasi akses.
Kesimpulan dan CTA
Menguasai Cara Membuat Sitasi Manual yang Benar untuk Sumber yang Tidak Biasa meningkatkan kredibilitas riset dan mengurangi risiko penolakan karena masalah bibliografi. Terapkan langkah-langkah: identifikasi sumber → kumpulkan elemen penting → pilih gaya sitasi → dokumentasikan bukti akses → verifikasi sebelum submit.
Butuh percepatan publikasi atau pendampingan pre-submission review? Tim Mahri Publisher siap membantu dengan layanan proofreading, penyesuaian template, penanganan sitasi internasional, dan pendampingan submit jurnal. Pelajari layanan kami di Mahri Publisher – Publikasi atau ajukan permintaan layanan melalui formulir order. Kami beroperasi berdasarkan prinsip transparansi, akurasi, dan dukungan personal untuk meningkatkan tingkat keberhasilan tinggi berdasar data pengalaman.
Referensi
- https://doi.org/10.29405/solma.v9i1.4049 — Pelatihan Teknik Sitasi dan Pencarian Referensi untuk Meningkatkan Publikasi Ilmiah, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (2020).
- https://doi.org/10.30605/atjpm.v2i2.1228 — Pelatihan dan Pendampingan Menggunakan Dasar- Dasar Aplikasi Mendeley (2021).
- https://doi.org/10.24235/dimasejati.v2i1.6652 — Pelatihan Membuat Daftar Pustaka Otomatis Dengan Mendeley (2020).
- https://doi.org/10.37637/dw.v9i2.1182 — Studi penggunaan bahasa dan kaidah penulisan (2023).
- SINTA (Kemdiktisaintek)
- Garuda (Kemdiktisaintek)
- ISSN Portal
- Google Scholar






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















