Pendahuluan
“Bagaimana jika Publikasi Masih “Submitted”? Apakah Bisa Dicantumkan?” — itu pertanyaan umum dari dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana. Ketika manuskrip sudah dikirim ke jurnal tetapi belum ada keputusan, banyak yang bingung: bolehkah mencantumkannya sebagai publikasi di CV, borang beasiswa, atau pengajuan kenaikan pangkat? Artikel ini memberi panduan praktis, contoh penulisan yang etis, dan langkah verifikasi untuk mengurangi risiko administratif dan etika.
Apa arti status “Submitted” dalam siklus publikasi?
Sebelum memutuskan untuk mencantumkan, penting memahami makna tiap status manuskrip:
- Submitted — Manuskrip telah dikirimkan ke jurnal; biasanya sistem jurnal mencatat tanggal submission. Belum pasti masuk proses review secara penuh.
- Under review — Manuskrip sedang ditinjau oleh editor dan reviewer. Biasanya tanda bahwa proses peer-review berjalan.
- Revision requested / Minor/Major revision — Editor meminta perbaikan berdasarkan komentar reviewer.
- Accepted / In press — Manuskrip diterima; selanjutnya proses produksi (proofs, DOI).
- Published online / Published — Artikel sudah terbit (online first atau versi cetak) dan dapat ditautkan ke DOI atau halaman jurnal.
Perbedaan status ini menentukan apakah Anda “mencantumkan” hanya sebagai catatan atau mengklaim hasil yang belum final. Ketentuan instansi atau skema penilaian (mis. BKD, Serdos, kelulusan) biasanya mengharuskan status accepted atau sudah terbit dan terindeks. Untuk konfirmasi indeks nasional & internasional, lihat portal SINTA https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/ dan Garuda https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/.
Problem: Mengapa peneliti tergoda mencantumkan status “Submitted”?
Banyak alasan mengapa penulis ingin segera mencantumkan:
- Kebutuhan cepat untuk portofolio (syarat ujian, beasiswa, atau pengajuan jabatan).
- Persepsi profesional bahwa “submitted” menunjukkan produktivitas penelitian.
- Kekurangan informasi tentang kebijakan institusi atau jurnal terkait klaim publikasi.
Solusi: Bolehkah dicantumkan? Kapan dan bagaimana menuliskannya secara etis
Jawabannya: “Boleh, tetapi dengan batasan dan frasa yang jelas” — serta selalu sinkron dengan aturan instansi. Berikut panduan untuk berbagai konteks:
1. CV akademik (umum)
- Jika benar-benar ingin mencantumkan: tuliskan di bagian terpisah seperti “Manuskrip dalam Proses” atau “Submitted manuscripts”.
- Contoh format: Author A, Author B. (2026). Judul Artikel. Manuscript submitted to Journal Name (submitted on 12 March 2026).
- Jangan menempatkan status “submitted” di daftar publikasi utama yang dapat ditafsirkan sebagai terbit.
2. Kepentingan formal: kelulusan, beasiswa, kenaikan pangkat
- Periksa aturan institusi: sebagian besar perguruan tinggi dan lembaga hanya menerima publikasi yang sudah terbit atau setidaknya accepted dengan Letter of Acceptance (LoA).
- Jika aturan mensyaratkan bukti terbit/LoA, status “submitted” tidak memenuhi syarat.
3. Pengajuan hibah atau kompetisi
- Banyak penyelenggara mengizinkan menyertakan manuskrip under review sebagai rekam jejak, tetapi mewajibkan transparansi status.
- Cantumkan tanggal submission dan jurnal tujuan; bila perlu lampirkan file manuskrip, bukan pernyataan yang ambigu.
4. Penggunaan untuk portofolio riset (non-formal)
- Untuk profil riset (ResearchGate, Google Scholar), Anda dapat mencantumkan preprint atau “submitted” namun berikan link ke versi preprint bila tersedia.
- Gunakan repositori preprint untuk memberi bukti akses (mis. arXiv, INA-Rxiv), yang sering menyediakan DOI/handle permanen.
Benefit: Kenapa mencantumkan dengan cara yang tepat penting?
- Menghindari tuduhan misrepresentasi yang dapat berdampak pada reputasi akademik.
- Memudahkan reviewer/penilai memverifikasi klaim Anda (tanggal submission, LoA, preprint link).
- Meminimalkan masalah administratif saat pengajuan kenaikan pangkat atau sidang yudisium.
Checklist praktis: Sebelum mencantumkan status “Submitted”
Gunakan checklist ini sebagai pre-submission review pribadi sebelum memasang status di CV atau formulir:
- Verifikasi kebijakan institusi terkait publikasi yang diterima (accepted), in press, dan submitted.
- Pastikan jurnal tujuan benar-benar menerima manuskrip (cek situs jurnal dan pedoman editorial).
- Simpan bukti: email konfirmasi submission, nomor manuskrip, dan tanggal submission.
- Jika memungkinkan, unggah ke preprint server agar ada bukti publik (DOI/handle).
- Gunakan frasa yang jelas: “Manuscript submitted to [Journal]” atau “Under review at [Journal]” — jangan klaim “published”.
- Catat nomor manuskrip dan simpan korespondensi editor, karena beberapa penilai akan meminta verifikasi.
Contoh penulisan yang direkomendasikan
Contoh entry di CV atau daftar publikasi:
- Benar (jelas): Rahmawati, A., & Santoso, B. (2026). Pengaruh X terhadap Y. Manuscript submitted to Jurnal Z (submitted 10 Feb 2026).
- Alternatif (jika sudah ada LoA): Rahmawati, A., & Santoso, B. (2026). Pengaruh X terhadap Y. Accepted for publication in Jurnal Z (LoA dated 15 Mar 2026).
- Tidak direkomendasikan: Rahmawati, A., & Santoso, B. (2026). Pengaruh X terhadap Y. Jurnal Z. — Ini ambigu jika belum terbit.
Risiko etika dan administratif jika salah menampilkan status
Menandai manuskrip sebagai terbit padahal masih “submitted” dapat berujung pada:
- Tuduhan plagiat atau pemalsuan data administratif dari lembaga (cek pedoman etika jurnal dan institusi).
- Diskualifikasi pada proses seleksi (beasiswa, pengajuan dana) bila ditemukan ketidakjujuran.
- Kerugian reputasi jangka panjang.
Ikuti selalu prinsip transparansi. Untuk panduan standard etika publikasi, peneliti dapat merujuk ke pedoman jurnal dan standar internasional; verifikasi juga informasi jurnal pada portal ISSN https://portal.issn.org/ dan indeksasi di Google Scholar https://scholar.google.com/.
Langkah praktis rekomendasi jika ingin tetap menunjukkan progres penelitian
Jika Anda membutuhkan bukti kegiatan ilmiah namun masih di tahap submission, ikuti langkah berikut:
- Unggah versi preprint ke repository yang sesuai (mis. arXiv, INA-Rxiv) bila jurnal mengizinkan. Preprint memberikan bukti publik.
- Cantumkan manuskrip di bagian terpisah: “Manuscript submitted” atau “Under review”. Sertakan tanggal dan nomor manuskrip.
- Jika diminta bukti untuk urusan formal, lampirkan screenshot email konfirmasi submission atau nomor manuskrip.
- Segera perbarui status setelah menerima LoA atau publikasi online; jangan menunda pembaruan di CV resmi.
Contoh kasus dan solusi
Kasus: Seorang calon doktor membutuhkan dua publikasi untuk syarat sidang. Ia memiliki dua manuskrip yang sudah dikirim (‘submitted’).
- Solusi aman: Konsultasikan syarat fakultas—jika LoA dibutuhkan, segera upayakan jurnal yang prosesnya cepat (mis. jurnal terindeks Copernicus atau Sinta 5–6) sambil memperbaiki manuskrip.
- Alternatif: Upload preprint dan mintalah rekomendasi pembimbing untuk pengakuan progres penelitian sementara.
Peran layanan pendamping publikasi seperti Mahri Publisher
Jika Anda membutuhkan pendampingan dalam proses submit, perbaikan manuskrip, atau mempercepat komunikasi dengan editor, tim Mahri Publisher hadir sebagai partner yang berpengalaman. Layanan kami mencakup proofreading, pre-submission review, penyesuaian template jurnal, cek plagiarisme Turnitin, serta pendampingan sampai LoA. Kami mencatat tingkat keberhasilan tinggi berdasar data pengalaman tim tanpa membuat klaim berlebihan.
Pelajari layanan publikasi kami di Landing Page Mahri Publisher. Jika ingin memulai proses, Anda dapat mengajukan order atau konsultasi melalui Form Order Mahri Publisher.
Tool akademik yang direkomendasikan
- Turnitin — untuk cek orisinalitas.
- Mendeley / Zotero — manajemen referensi.
- Grammarly — pengecekan bahasa (untuk naskah berbahasa Inggris).
- Portal SINTA dan Garuda untuk verifikasi indeksasi (Sinta, Garuda).
Kapan status “Submitted” bisa diubah menjadi klaim publikasi?
Ubah klaim Anda menjadi “Accepted” atau “Published” hanya setelah:
- Menerima Letter of Acceptance (LoA) dari editor (bukti kuat untuk pengajuan resmi).
- Mendapatkan DOI atau link publikasi (published online).
- Terbit dan terindeks oleh sistem indeks yang relevan bila diperlukan (mis. SINTA untuk kepentingan nasional).
Kesimpulan
Ringkasnya, “Bagaimana jika Publikasi Masih ‘Submitted’? Apakah Bisa Dicantumkan?” — jawabannya: boleh, tetapi dengan transparansi, dokumentasi, dan kepatuhan terhadap kebijakan lembaga. Gunakan kategori terpisah seperti “Manuscripts submitted/under review”, lampirkan bukti submission, dan segera update ketika status berubah. Hindari klaim seolah-olah artikel sudah diterbitkan; itu berisiko terhadap integritas akademik.
Butuh percepatan publikasi atau ingin memastikan penulisan & pengajuan manuskrip sesuai standar jurnal terindeks? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher dapat membantu proses pre-submission review, proofreading, dan pendampingan sampai mendapatkan LoA. Pelajari layanan kami: https://mahripublisher.com/publikasi/ atau mulai proses melalui https://mahripublisher.com/order.






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















