Pendahuluan
“[FAQ] Bagaimana Cara Menghubungi Editor untuk Follow-up?” adalah pertanyaan umum di kalangan dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana yang sedang menunggu keputusan jurnal. Mengetahui langkah komunikasi yang tepat penting untuk mengurangi ketidakpastian, menjaga profesionalitas, dan mempercepat proses editorial tanpa melanggar etika. Artikel ini menyajikan panduan praktis, contoh template, dan checklist langkah demi langkah yang bisa langsung Anda terapkan.
Mengapa Follow-up Penting? (Problem)
Banyak penulis bingung kapan dan bagaimana melakukan follow-up setelah submit. Penundaan editorial sering disebabkan oleh antrian reviewer, masalah administrasi, atau kurangnya komunikasi antar sistem editorial. Di lingkungan daring, partisipasi dan responsivitas kontributor kerap rendah—studi tentang komunitas online menunjukkan bahwa keterlibatan aktif bukan hal yang otomatis dan perlu strategi khusus untuk ditingkatkan (https://doi.org/10.26623/jdsb.v24i1.3591).
Implikasi: tanpa follow-up yang tepat, artikel Anda bisa tertunda berbulan-bulan, kehilangan momentum konferensi, atau gagal memenuhi tenggat administratif seperti pengajuan beasiswa atau kepangkatan.
Prinsip Dasar Follow-up Editor (Solution)
- Profesional dan Singkat: Jaga bahasa sopan, ringkas, dan relevan.
- Timing Tepat: Tunggu periode standar sebelum follow-up (lihat rekomendasi di bawah).
- Gunakan Saluran Resmi: Email editor, sistem submission (Editorial Manager, OJS), atau contact form redaksi.
- Catat Semua Interaksi: Simpan timestamp, isi pesan, dan nama kontak untuk rekam jejak.
- Tahu Batasnya: Jangan mengirim pesan berulang setiap hari; berikan waktu untuk tanggapan.
Rekomendasi Waktu untuk Follow-up
- Setelah submit awal: tunggu 2–4 minggu untuk konfirmasi penerimaan manuskrip oleh sistem (auto-reply).
- Jika status “With Editor” atau “Under Review”: tunggu 6–12 minggu sebelum follow-up pertama.
- Jika ada permintaan revisi: follow-up 1–2 minggu setelah unggah revisi apabila belum ada konfirmasi penerimaan revisi.
- Jika dikabarkan hilang di sistem (lost manuscript): segera hubungi editor dan cc ke admin jurnal.
Saluran Komunikasi yang Disarankan (Solution)
Setiap jurnal memiliki preferensi saluran komunikasi. Berikut urutan prioritas yang efektif:
- Sistem Submission Resmi (OJS/Editorial Manager) — selalu gunakan fitur “Author Query” atau “Contact Editor” jika tersedia; ini menjaga jejak formal.
- Email Editor atau Redaksi — gunakan alamat yang tercantum pada laman jurnal. Cantumkan ID manuskrip dan judul.
- Contact Form pada Website Jurnal — berguna jika email tidak responsif; lampirkan screenshot status submission bila perlu.
- Platform Pengindeks (untuk verifikasi) — cek status jurnal di SINTA atau GARUDA untuk memastikan jurnal aktif.
- Media Sosial Profesional atau Direktori Redaksi — hanya jika informasi resmi sulit ditemukan; selalu tetap profesional.
Format Email Follow-up: Template & Contoh (Solution)
Gunakan template ringkas, informatif, dan sopan. Berikut tiga template berdasarkan skenario umum.
1) Follow-up setelah 6–8 minggu (Status: Under Review)
Subject: Follow-up Manuscript ID [ID Manuskrip] — [Judul Artikel]
Body:
- Salam singkat dan profesional (e.g., “Yth. Editor [Nama Jurnal],”)
- Identifikasi: sebutkan ID manuskrip, judul, dan tanggal submit.
- Tanyakan status terkini dan apakah pihak editor membutuhkan informasi tambahan.
- Tutup dengan terima kasih dan kontak Anda.
2) Follow-up setelah submit revisi (Jika belum konfirmasi penerimaan revisi)
Subject: Konfirmasi Penerimaan Revisi — Manuscript ID [ID]
Body: singkat, lampirkan bukti upload revisi, sebutkan gantinya (minor/major), dan minta estimasi waktu penilaian berikutnya.
3) Manuskrip “Lost” atau Tidak Ada Respons (Escalation)
Subject: Urgent: Inquiry about Manuscript ID [ID] — Possible System Issue
Body: sertakan kronologi singkat, screenshot status, dan request agar pihak redaksi memverifikasi di sistem mereka. CC: editorial office/admin.
Contoh Email Singkat (Kopi-Paste)
Berikut contoh yang bisa Anda modifikasi:
Yth. Redaksi [Nama Jurnal], Perkenalkan, saya [Nama Anda], penulis manuskrip berjudul "[Judul Artikel]" dengan Manuscript ID [ID]. Manuskrip ini saya submit pada [tanggal submit]. Saya menulis untuk menanyakan status proses review saat ini dan apakah diperlukan dokumen tambahan dari pihak kami. Terima kasih atas waktu dan bantuannya. Saya menunggu informasi selanjutnya. Hormat saya, [Nama Lengkap] [Institusi | Email | ORCID]
Etika dan Kesalahan yang Harus Dihindari (Problem → Solution)
- Spam Follow-up: jangan kirim lebih dari dua follow-up dalam periode 3 bulan kecuali ada urgensi administratif.
- Menekan Editor: hindari bahasa menuntut atau ancaman (mis. “Jika tidak merespon, saya akan…”).
- Informasi Tidak Lengkap: selalu sertakan Manuscript ID, judul, dan tanggal submit.
- Publikasi Ganda: jangan publikasi manuskrip di tempat lain tanpa pemberitahuan—hal ini melanggar etika COPE.
Strategi Follow-up untuk Kasus Khusus (Benefit)
1) Untuk Mahasiswa yang Butuh Bukti Sebagai Syarat Akademik
Jika Anda membutuhkan LoA atau bukti submit untuk sidang atau pengajuan beasiswa, sebutkan deadline terkait saat follow-up. Editor cenderung mempertimbangkan urgensi administratif jika dijelaskan dengan sopan.
2) Untuk Peneliti yang Mengejar Timeline Konferensi
Sertakan alasan profesional (mis. deadline konferensi atau grant) dan mintalah estimasi waktu proses. Editor biasanya responsif terhadap alasan yang jelas dan terdokumentasi.
3) Jika Manuskrip Mengalami Delay Panjang (>6 bulan)
Escalate: hubungi editorial office, cc ke editor-in-chief, dan lampirkan bukti komunikasi sebelumnya. Bila perlu, minta update tertulis mengenai status reviewer/re-review.
Checklist Follow-up: Langkah Praktis (Step-by-step)
- 1. Verifikasi status di sistem submission (screenshot jika perlu).
- 2. Cek halaman jurnal untuk alamat email dan prosedur komunikasi resmi.
- 3. Siapkan email singkat: ID manuskrip, judul, tanggal submit, permintaan jelas.
- 4. Kirim follow-up pertama setelah jangka waktu rekomendasi (6–12 minggu sesuai konteks).
- 5. Jika tidak ada respons: kirim follow-up kedua setelah 3–4 minggu dan cc ke editorial office.
- 6. Escalate ke editor-in-chief atau kemudahan administratif jika tidak ada tanggapan selama >6 bulan.
- 7. Dokumentasikan setiap komunikasi untuk keperluan administratif/etika.
Contoh Kasus & Penanganan
Kasus: Seorang peneliti S2 mengajukan artikel ke jurnal indeks Sinta dan butuh LoA untuk sidang. Setelah 8 minggu belum ada respons.
Penanganan efektif:
- Cek status di SINTA untuk memastikan jurnal aktif.
- Kirim email follow-up sopan dengan subjek yang mencantumkan “Request for Confirmation — Urgent (Thesis Defense)”.
- Jika 1 minggu tidak ada respons, cc ke editorial office dan lampirkan bukti deadline sidang.
Hasil: editor memberikan LoA dalam 5 hari kerja karena urgensi akademik jelas dan terdokumentasi.
Alat & Sumber Pendukung
Beberapa tools yang membantu proses follow-up dan manajemen manuskrip:
- Turnitin — cek kemiripan sebelum submit untuk menghindari penolakan etika.
- Mendeley — manajemen referensi dan penyesuaian format sitasi.
- Grammarly atau proofreading akademik — memastikan kualitas bahasa (pre-submission review).
- Database & Indeks: periksa status jurnal di GARUDA, ISSN, dan Google Scholar.
Bagaimana Mahri Publisher Dapat Membantu (Benefit)
Tim pendamping Mahri Publisher berpengalaman dalam komunikasi editorial, proofreading, dan persiapan dokumen (pre-submission review). Kami membantu penulis menyiapkan email follow-up yang tepat, menyusun dokumen pendukung, dan melakukan eskalasi profesional bila diperlukan. Untuk layanan publikasi jurnal (nasional Sinta 1–6, Index Copernicus) Anda dapat melihat paket kami di halaman publikasi: https://mahripublisher.com/publikasi/. Jika ingin langsung memulai layanan pendampingan, silakan isi form order: https://mahripublisher.com/order.
Tips Tambahan dari Praktisi Editorial (Expertise)
- Gunakan istilah teknis bila relevan (mis. “under review”, “pre-submission review”, “impact factor quartile”) untuk menunjukkan pemahaman proses.
- Sertakan ORCID dan afiliasi resmi untuk mempercepat verifikasi identitas penulis.
- Selalu simpan versi unggahan (PDF) dan buktikan tanggal submit (screenshot atau email konfirmasi otomatis).
Kesimpulan
Follow-up yang efektif adalah kombinasi antara kesabaran, etika komunikasi, dan tindakan administratif yang terstruktur. Dengan memahami saluran resmi, waktu yang tepat, dan format pesan yang profesional, Anda dapat mengurangi ketidakpastian dan mempercepat proses editorial tanpa mengorbankan hubungan baik dengan redaksi. Jika Anda memerlukan bantuan teknis atau ingin mempercepat proses publikasi—dari proofreading hingga eskalasi editorial—Butuh percepatan publikasi? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu: kunjungi halaman publikasi kami di https://mahripublisher.com/publikasi/ atau mulai langsung melalui form order.
References
- https://doi.org/10.26623/jdsb.v24i1.3591 — Daniel Kalis Jati Mukti (2022), Analisis Partisipasi dan Keaktifan Anggota dalam Komunitas Online Kontributor Brisik ID.
- https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/ — SINTA (2026 update), Kemdiktisaintek.
- https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/ — Garuda (Direktori Publikasi Indonesia).
- https://portal.issn.org/ — ISSN Portal.
- https://scholar.google.com/ — Google Scholar.






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















