Pendahuluan
Memilih jurnal yang tepat adalah langkah krusial bagi penulis pemula. Artikel ini membahas “9 Jurnal di Bidang Hukum yang Mudah untuk Publikasi Pertama” serta strategi praktis untuk meningkatkan peluang diterima, mengatasi penolakan, dan membangun portofolio akademik.
Mengapa Memilih Jurnal yang Ramah untuk Publikasi Pertama? (Problem → Solution → Benefit)
Problem: Banyak penulis pemula menghadapi hambatan seperti format yang ketat, proses peer review yang tidak transparan, dan standar etika. Solusi: Mulai dari jurnal yang menerima naskah pemula, menawarkan proses pre-submission review, atau berstatus terindeks nasional (mis. Sinta 5–6) sehingga prosedur lebih terstruktur. Benefit: Publikasi awal yang sukses membuka akses untuk pengajuan hibah, persyaratan akademik (S1/S2/S3) dan pengembangan karir penelitian.
Cara Menilai Kelayakan Jurnal untuk Publikasi Pertama
- Periksa indeksasi: Sinta (2026 dikelola oleh Kemdiktisaintek) dan Garuda untuk validasi jurnal. Sumber resmi: Sinta dan Garuda.
- Cek ISSN dan kebijakan etika di portal ISSN: ISSN.
- Analisis cakupan jurnal: apakah topik Anda (mis. hukum agraria, publik, kekayaan intelektual) sesuai dengan scope jurnal?
- Perhatikan waktu proses dan jenis review (desk review, blind peer review).
- Gunakan pre-submission review atau layanan proofreading untuk memperkecil kesalahan format dan sitasi.
- Manfaatkan Google Scholar untuk memeriksa sitasi dan visibility jurnal: Google Scholar.
Checklist Pra-Submit (Step-by-step)
- Format naskah sesuai template jurnal (judul, abstrak bilingual jika diminta, kata kunci, struktur IMRAD atau sesuai jurnal hukum).
- Periksa sitasi & referensi dengan Mendeley/EndNote; gunakan gaya sitasi yang diminta (mis. APA, OSCOLA).
- Jalankan cek plagiarisme (Turnitin) dan pastikan similarity sesuai kebijakan jurnal.
- Siapkan cover letter yang menyorot kontribusi naskah dan kesiapan untuk revisi.
- Susun dokumentasi etika penelitian (jika ada subjek manusia atau data sensitif).
- Lakukan pre-submission review internal atau oleh mentor untuk mengurangi revisi mayor.
9 Jurnal di Bidang Hukum yang Ramah untuk Publikasi Pertama
Di bawah ini adalah daftar jurnal hukum yang sering dipilih oleh peneliti pemula karena kebijakan editorial yang terbuka, waktu proses relatif cepat, atau status indeks nasional/internasional yang mendukung visibility. Setiap entri dilengkapi rekomendasi topik, tips submit, dan indikasi indeksasi.
1. Jurnal Hukum & Pembangunan (Contoh nasional, Sinta 5–6)
Scope: Hukum pembangunan, kebijakan publik, hukum administrasi. Kelebihan: Cocok untuk penelitian berbasis kebijakan dan kasus-kasus lokal. Tips submit: Fokus pada implikasi kebijakan dan rekomendasi praktis; gunakan data primer dari studi kasus daerah.
2. Jurnal Hukum Agraria (Hukum Tanah & Agraria)
Scope: Sengketa tanah, pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Referensi faktual: Perdebatan soal penitipan ganti kerugian di pengadaan tanah dan konsekuensi hukum terhadap hak atas tanah dijelaskan dalam studi Suyanto (2019), yang relevan sebagai topik artikel empiris atau normatif.
Tips submit: Gunakan dokumentasi kasus, sertakan analisis yuridis dan rekomendasi normatif. Topik seperti dampak penitipan ganti kerugian (land acquisition) mudah mendapatkan perhatian editor karena relevansi praktis.
Referensi terkait: Suyanto (2019)
3. Jurnal Hak Kekayaan Intelektual
Scope: Hak cipta, paten, model lisensi. Rekomendasi: Artikel yang membahas rekonstruksi hukum hak ekonomi terhadap pembajakan buku—isu yang baru dan berdampak pada pendidikan—dapat menarik karena kombinasi antara hukum positif dan kebijakan publik (lihat Maharani, 2025).
Tips submit: Sertakan data empiris tentang kasus pembajakan, analisis regulasi Undang-Undang No. 28 Tahun 2014, dan rekomendasi reformasi hukum.
Referensi terkait: Maharani (2025)
4. Jurnal Hukum Administrasi Publik
Scope: Akuntabilitas pemerintah, audit publik, akuntansi sektor publik. Kaitan ilmiah: Prinsip akuntansi sektor publik menjadi topik lintas-disiplin antara hukum administrasi dan akuntansi (lihat Biduri, 2018 untuk konteks akuntansi sektor publik).
Tips submit: Kolaborasi lintas-disiplin (mis. hukum + akuntansi) sering lebih menarik dan lebih mudah diterima di jurnal nasional yang mendorong praktik kebijakan.
Referensi terkait: Biduri (2018)
5. Jurnal Hukum & Teknologi
Scope: Hukum siber, privasi data, regulasi teknologi (termasuk isu Industri 4.0). Relevansi: Studi tentang implikasi hukum Industri 4.0 menunjukkan peluang riset yang terus meningkat dalam aspek teknologi dan regulasi (Prasetyo & Sutopo, 2018).
Tips submit: Fokus pada studi kasus implementasi teknologi di instansi pemerintahan atau industri, sertakan analisis regulasi yang komparatif.
Referensi terkait: Prasetyo & Sutopo (2018)
6. Jurnal Hukum Internasional & Perbandingan
Scope: Perbandingan hukum, treaty analysis, negara-negara ASEAN. Kelebihan: Banyak jurnal internasional atau bereputasi membuka ruang untuk artikel perbandingan yang ditulis peneliti pemula yang memiliki data primer atau literatur komprehensif.
7. Jurnal Hukum Konstitusi & HAM
Scope: Hak asasi, judicial review, otonomi daerah. Tips submit: Gunakan putusan terbaru atau amandemen regulasi untuk menghasilkan artikel yang relevan dan memiliki urgensi akademik.
8. Jurnal Hukum Bisnis & Perbankan
Scope: Hukum perusahaan, kepailitan, compliance. Kelebihan: Banyak penelitian reguler berkaitan dengan praktik bisnis yang menyediakan data kuantitatif serta implikasi hukum komersial—format yang familiar bagi reviewer.
9. Jurnal Praktik Hukum & Advokasi
Scope: Litigasi strategis, akses keadilan, pro bono. Kenapa cocok untuk pemula: Naskah berbasis praktik/kasus sering lebih mudah diolah jika struktur analisis dan rekomendasi jelas; editorial cenderung menerima artikel solutif dan aplikatif.
Strategi Praktis Meningkatkan Peluang Diterima
Berikut adalah strategi yang sering memisahkan naskah diterima dan ditolak berdasarkan pengalaman editor dan reviewer:
- Pre-submission review: Kirim abstrak atau draft awal ke editor atau gunakan mentoring untuk mendapatkan masukan awal.
- Manajemen sitasi: Pastikan referensi utama terbaru (maksimal 5 tahun) dan kaitkan dengan teori atau kebijakan nasional.
- Format & Template: Ikuti template jurnal secara ketat untuk menghindari desk reject.
- Bahasa & Proofreading: Gunakan proofreading ahli untuk kualitas bahasa; variasi kalimat panjang-pendek mengurangi deteksi konten generik.
- Etika & Transparansi: Sertakan pernyataan konflik kepentingan, izin etis, dan sumber pendanaan jika ada.
- Follow-up profesional: Jika menerima revisi, jawab point-by-point dalam rebuttal letter yang jelas.
Contoh Topik Cepat untuk Publikasi Pertama
- Dampak penitipan ganti kerugian pada status hak atas tanah: studi peraturan dan putusan pengadilan daerah.
- Evaluasi implementasi Undang-Undang Hak Cipta dalam konteks pendidikan dan pembajakan buku.
- Perlindungan data pribadi di layanan publik berbasis Industri 4.0.
- Perbandingan mekanisme penyelesaian sengketa agraria di dua kabupaten: rekomendasi kebijakan.
- Analisis kepatuhan akuntansi sektor publik dan implikasinya terhadap transparansi hukum administrasi.
Tools & Sumber Daya yang Direkomendasikan
- Cek indeksasi dan reputasi jurnal: Sinta, Garuda, serta ISSN.
- Visibility dan sitasi: Google Scholar.
- Manajemen referensi: Mendeley atau EndNote; cek similarity dengan Turnitin; gunakan Grammarly untuk pengecekan bahasa (tanpa bergantung penuh pada tool otomatis).
Studi Kasus Singkat: Topik Hukum Publik yang Diterima Cepat
Sebuah artikel yang mengkaji rekonstruksi hukum hak ekonomi pemegang hak cipta terhadap pembajakan buku (fokus pendidikan) memiliki kombinasi nilai akademik dan kebijakan yang kuat. Penelitian semacam ini menggabungkan analisis yuridis, data empiris, dan rekomendasi regulasi—kriteria yang sering disukai jurnal hukum nasional. Referensi pendukung yang relevan misalnya Maharani (2025) yang membahas perlunya rekonstruksi hukum hak cipta.
Peran Mahri Publisher dalam Mendukung Publikasi Pertama Anda
Mahri Publisher hadir sebagai partner terpercaya bagi dosen, peneliti, dan akademisi dalam proses publikasi jurnal nasional & internasional. Layanan kami mencakup publikasi jurnal nasional (Sinta 2–6), proofreading & paraphrasing academic, pendampingan submit jurnal, dan konsultasi strategi publikasi ilmiah. Paket kami, termasuk index Copernicus hingga Sinta 1 (Scopus), dirancang untuk penulis pemula yang butuh panduan terstruktur tanpa mengorbankan akurasi ilmiah.
Jika Anda membutuhkan pendampingan pra-submit, penyesuaian template jurnal, cek plagiarisme Turnitin, atau pendampingan sampai artikel diterbitkan, pelajari layanan kami di halaman publikasi: https://mahripublisher.com/publikasi/. Untuk memulai proses, Anda dapat mengisi form order: https://mahripublisher.com/order.
Kesimpulan & CTA
Memilih salah satu dari “9 Jurnal di Bidang Hukum yang Mudah untuk Publikasi Pertama” harus disertai strategi teknis: pre-submission review, format konsisten, dan dokumentasi etika. Dengan pendekatan yang terstruktur—menggunakan checklist di atas dan memanfaatkan sumber daya indeksasi resmi seperti Sinta dan Garuda—peluang naskah diterima menjadi lebih tinggi berdasarkan data pengalaman editorial. Butuh percepatan publikasi? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher untuk pendampingan personal dan strategi publikasi yang terarah.
References
- Alung Cipta (2023). Manajemen Sumber Daya Manusia. DOI: https://doi.org/10.59000/ra.v1i1.4
- Prasetyo, H. & Sutopo, W. (2018). INDUSTRI 4.0: Telaah Klasifikasi Aspek dan Arah Perkembangan Riset. DOI: https://doi.org/10.14710/jati.13.1.17-26
- Biduri, S. (2018). Akuntansi Sektor Publik. DOI: https://doi.org/10.21070/2018/978-602-5914-20-1
- Maharani, D. N. (2025). Rekonstruksi Hukum Hak Ekonomi Pemegang Hak Cipta. DOI: https://doi.org/10.37721/inkracht.4.3.117
- Suyanto, S. (2019). Akibat Hukum Penitipan Ganti Kerugian Uang di Pengadilan Negeri. DOI: https://doi.org/10.55129/jph.v8i1.858
- Sinta (Kemdiktisaintek)
- Garuda (Kemdiktisaintek)
- ISSN Portal
- Google Scholar






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















