Pembukaan
“[FAQ] Apa Arti Status “Under Review” yang Berbulan-bulan?” adalah pertanyaan umum di kalangan dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana. Status ini sering menimbulkan kecemasan karena tidak jelas apakah artikel masih diproses, tertunda, atau telah diabaikan. Artikel ini memberikan penjelasan menyeluruh tentang arti status tersebut, penyebab keterlambatan, langkah yang bisa Anda ambil, dan contoh template komunikasi dengan editor — berdasarkan praktik editorial dan pengalaman pendampingan Mahri Publisher.
Ringkasan Singkat: Apa yang Dimaksud “Under Review”
Status “Under Review” biasanya menandakan bahwa manuskrip Anda sedang melewati proses penelaahan oleh editor dan/atau peer reviewers. Tahapan ini mencakup pengecekan awal (desk review), pemeriksaan plagiarisme, alokasi reviewer, proses peer review, dan pelaporan keputusan awal (accept/revise/reject). Namun, durasi tiap tahap bervariasi kuat antar jurnal—mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, atau bahkan lebih lama untuk jurnal bereputasi tinggi.
Problem: Mengapa “Under Review” Bisa Berbulan-bulan?
Banyak faktor yang menyebabkan status tetap “Under Review” untuk waktu lama. Memahami akar masalah membantu menentukan solusi yang tepat.
1. Backlog Editorial dan Volume Submisi Tinggi
- Jurnal populer dan terindeks (mis. Sinta 1/Scopus) menerima volume submisi besar. Alokasi reviewer dan proses editorial bisa tertunda.
2. Sulit Mendapatkan Reviewer Berkualifikasi
- Reviewer adalah sukarelawan yang sibuk; sulit menemukan ahli yang tersedia. Hal ini memperpanjang waktu review.
3. Proses Desk Check dan Plagiarisme
- Editor melakukan pemeriksaan awal: kesesuaian scope, format, dan pengecekan plagiarisme (mis. via Turnitin). Jika perlu klarifikasi, manuskrip ditahan.
4. Sistem Editorial & Teknis (OJS, Editorial Manager)
- Masalah pada platform (bug, sinkronisasi email reviewer) juga bisa menunda proses alokasi reviewer dan pengiriman notifikasi.
5. Kebijakan Revisi Tingkat Tinggi
- Beberapa jurnal menerapkan fase “major revision” yang melibatkan review ulang setelah perbaikan, menambah durasi keseluruhan.
6. Kalender Akademik & Libur Panjang
- Libur akademik nasional/internasional, cuti panjang, atau konferensi besar memengaruhi ketersediaan reviewer dan editor.
7. Kasus Etika atau Konflik Kepentingan
- Jika ada potensi duplikasi data, plagiarism, atau konflik kepentingan, jurnal melakukan investigasi lebih lanjut—proses ini memakan waktu.
Solusi: Langkah Praktis Saat Status “Under Review” Berbulan-bulan
Menerapkan strategi proaktif akan membantu Anda mengurangi kecemasan dan memberi sinyal profesional kepada editor. Berikut langkah-langkah terstruktur yang direkomendasikan:
Checklist Langkah (Step-by-step)
- 1. Verifikasi Sistem Submission: Pastikan email konfirmasi dan log submission lengkap (gunakan akun yang sama untuk semua komunikasi).
- 2. Cek Kebijakan Waktu Review Jurnal: Banyak jurnal mencantumkan rata-rata waktu review di website. Lihat juga informasi di situs SINTA (sinta.kemdiktisaintek.go.id).
- 3. Tinjau Status di Portal (OJS/Editorial Manager): Cek milestone—apakah masih di tahap “editor assigned”, “reviewer invited”, atau “reviews completed”.
- 4. Tunggu Minimal Waktu Rasional: Untuk jurnal nasional (Sinta 2–6), rata-rata 8–12 minggu; untuk jurnal internasional bereputasi, 3–6 bulan bukan hal langka (angka rata-rata bervariasi).
- 5. Kirim Follow-up Sopan Setelah Waktu Wajar: Gunakan template singkat, profesional (contoh di bawah).
- 6. Siapkan Dokumen Pendukung: Bukti unggahan, cover letter, dan bukti komunikasi—berguna bila perlu eskalasi.
- 7. Alternatif: Pertimbangkan pre-submission review atau layanan pendamping jika membutuhkan percepatan proses (silakan lihat layanan Mahri Publisher di Publikasi Jurnal).
Contoh Email Follow-up ke Editor
Gunakan bahasa singkat, sopan, dan profesional. Contoh:
Subject: Follow-up Manuscript [ID12345] - "Judul Manuskrip Anda" Yth. Editor [Nama Jurnal], Saya, [Nama Anda], penulis manuskrip berjudul "Judul Manuskrip" (ID: ID12345), mengirimkan follow-up terkait status "Under Review" yang saat ini berlangsung sejak [tanggal submit]. Mohon informasi mengenai estimasi waktu review atau kebutuhan tambahan dari pihak penulis. Terima kasih atas perhatian dan kerja sama Anda. Hormat saya, [Nama] [Institusi]
Benefit: Apa Keuntungan dari Menunggu dengan Strategi yang Tepat?
Bersikap proaktif dan profesional saat menghadapi status “Under Review” memberi beberapa keuntungan:
- Meningkatkan peluang komunikasi efisien dengan editor.
- Mengurangi risiko desk reject karena isu administrasi (mis. file hilang, format salah).
- Memberi waktu bagi Anda untuk menyiapkan revisi lebih cepat bila diminta.
- Menjaga reputasi penulis sebagai komunikator profesional di lingkup akademik.
Contoh Kasus Nyata dan Analisis
Kasus 1: Manuskrip “A” mendapat status “Reviewer Invited” selama 10 minggu. Analisis: recruiter reviewer menolak, editor sedang mencari alternatif. Solusi: follow-up sopan untuk meminta update status reviewer.
Kasus 2: Manuskrip “B” ditahan oleh penerbit untuk pemeriksaan etika (duplikasi gambar). Analisis: butuh investigasi internal dan klarifikasi dari penulis. Solusi: siapkan data asli, sertakan pernyataan etika, dan kirim dokumentasi tambahan segera.
Berapa Lama Wajar? (Panduan Durasi Menurut Jenis Jurnal)
- Jurnal Nasional (Sinta 4–6): 1–3 bulan rata-rata untuk keputusan pertama.
- Jurnal Nasional Bereputasi (Sinta 2–3): 2–4 bulan, tergantung reviewer.
- Jurnal Internasional (terindeks Scopus/Q1–Q4): 3–6+ bulan, khususnya jika ada multiple revision rounds dan impact factor quartile tinggi.
Catatan: Data di atas adalah panduan umum; selalu cek halaman jurnal dan indeks terkait (mis. SINTA yang saat ini dikelola oleh Kemdiktisaintek, lihat sinta.kemdiktisaintek.go.id untuk informasi resmi).
Kapan Harus Mengambil Tindakan Lebih Tegas?
Ambil langkah eskalasi jika salah satu kondisi berikut terpenuhi:
- Sudah lebih dari 6 bulan tanpa update untuk jurnal dengan rata-rata review 8 minggu.
- Tidak ada respon editor setelah dua follow-up (jeda 2–3 minggu tiap follow-up).
- Ada indikasi teknis (mis. submission “stuck” di sistem) — minta konfirmasi penerimaan file dari tim editorial.
Langkah Eskalasi
- 1. Kirim email follow-up ke Managing Editor atau Editor-in-Chief.
- 2. Jika jurnal adalah bagian dari penerbit besar, hubungi tim editorial publisher melalui kontak publik.
- 3. Akhirnya, jika tidak ada solusi, pertimbangkan untuk menarik manuskrip (withdraw) dan submit ke jurnal lain. Catat prosedur withdraw sesuai kebijakan jurnal.
Tool & Sumber yang Direkomendasikan
- Turnitin (pemeriksaan plagiarisme)
- Mendeley (manajemen sitasi)
- Grammarly (pemeriksaan bahasa)
- Portal ISSN untuk validasi jurnal: portal.issn.org
- Garuda untuk metadata jurnal nasional: garuda.kemdiktisaintek.go.id
- Google Scholar untuk melihat cakupan sitasi: scholar.google.com
Peran Mahri Publisher dalam Mengatasi “Under Review” Berbulan-bulan
Mahri Publisher hadir sebagai mitra pendamping publikasi untuk dosen, peneliti, dan akademisi. Dari pengalaman kami, keterlambatan seringkali dapat diminimalkan dengan langkah pra-submit yang tepat: pre-submission review, penyesuaian format, cek plagiarisme awal, dan strategi pemilihan jurnal berdasarkan tujuan (Sinta level atau target Scopus).
Jika Anda membutuhkan pendampingan, tim kami menawarkan layanan yang mencakup proofreading akademik, pendampingan submit jurnal, dan konsultasi strategi publikasi. Pelajari paket kami di halaman publikasi: mahripublisher.com/publikasi/. Siap melakukan order atau konsultasi melalui form: Form Order Mahri Publisher.
TIPS KOMUNIKASI: Etika Saat Follow-up Editor
- Jaga bahasa tetap sopan dan objektif — hindari nada menuntut.
- Cantumkan ID submission, tanggal submit, dan versi manuskrip terakhir.
- Tanyakan estimasi waktu, bukan hanya “kapan akan diterima”.
- Sertakan update relevan jika Anda telah memperbaiki poin kritis (mis. data tambahan).
FAQ Singkat
Apa arti sebenarnya “Under Review”?
Secara teknis, ini berarti manuskrip sedang dalam proses peninjauan oleh pihak editorial dan reviewer.
Apakah status “Under Review” menjamin diterima?
Tidak. Status ini hanya menunjukkan proses penelaahan; hasilnya bisa accept, revise, atau reject. Mengetahui proses membantu mengelola ekspektasi.
Berapa lama saya harus menunggu sebelum follow-up?
Tunggu minimal sesuai waktu rata-rata jurnal (cek laman jurnal). Umumnya follow-up sopan setelah 6–8 minggu untuk jurnal nasional dan 8–12 minggu untuk jurnal internasional adalah wajar.
Kesimpulan dan CTA
Status “Under Review” yang berbulan-bulan memang membuat stres, tetapi seringkali bukan tanda terakhir nasib manuskrip Anda. Memahami penyebab, menggunakan checklist proaktif, dan menerapkan komunikasi yang tepat adalah kunci untuk mengurangi waktu tunggu dan memperbaiki peluang publikasi. Jika Anda ingin percepatan proses dan pendampingan praktis — mulai dari pre-submission review, proofreading, hingga strategi submit — tim Mahri Publisher siap membantu dengan pendekatan transparan dan berpengalaman. Konsultasi gratis tim Mahri Publisher tersedia untuk membantu merancang langkah terbaik bagi publikasi Anda: Layanan Publikasi Mahri Publisher. Untuk memulai proses pendampingan, kunjungi Form Order.
Referensi & sumber resmi: SINTA (Kemdiktisaintek) — sinta.kemdiktisaintek.go.id, Garuda — garuda.kemdiktisaintek.go.id, ISSN — portal.issn.org, Google Scholar — scholar.google.com.






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















