Pembukaan
Memahami 8 Perbedaan Reviewer dan Editor Jurnal Ilmiah penting bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana yang sering menghadapi proses submit dan revisi. Banyak penulis bingung mengapa komentar reviewer berbeda jauh dari keputusan editor — artikel ini menjelaskan perbedaan kunci beserta langkah praktis agar manuskrip Anda lebih mudah melewati tahap peer review.
Mengapa perbedaan ini penting? (Problem → Solution → Benefit)
Problem: Penulis kerap menerima masukan yang tampak kontradiktif atau keputusan desk-reject tanpa penjelasan memadai. Solusi: Memahami peran reviewer dan editor membantu menyusun naskah yang sesuai harapan jurnal dan mempercepat proses publikasi. Benefit: Mengurangi revisi berulang, meningkatkan peluang publikasi pada jurnal terindeks Sinta atau internasional.
Ringkasan singkat peran
- Editor: Penanggung jawab editorial, menentukan kelayakan awal (desk screening), memilih reviewer, membuat keputusan akhir.
- Reviewer: Ahli independen yang menilai kualitas ilmiah, metodologi, orisinalitas, dan relevansi; memberi rekomendasi (accept, revise, reject) kepada editor.
8 Perbedaan Reviewer dan Editor Jurnal Ilmiah
1. Peran Utama dan Tujuan
Reviewer fokus pada evaluasi ilmiah: validitas metodologi, analisis data, keaslian temuan, dan literatur yang relevan. Editor bertugas memastikan naskah sesuai misi jurnal, memeriksa orisinalitas, dan menjaga standar etika serta kebijakan jurnal. Sebagai contoh, perbedaan gaya dan struktur antar jurnal mempengaruhi fokus editor pada “fit” naskah — penelitian mengenai perbedaan struktur dan gaya selingkung pada beberapa jurnal menegaskan pentingnya penyesuaian naskah terhadap gaya selingkung target (Fathunnisa, 2019).
2. Wewenang Pengambilan Keputusan
Reviewer memberikan rekomendasi berbasis evaluasi teknis. Namun, keputusan akhir adalah kewenangan editor. Editor dapat menerima rekomendasi reviewer atau mengambil keputusan berbeda berdasarkan kebijakan editorial, beban reviewer lain, atau pertimbangan strategis jurnal (mis. ruang terbit, special issue).
3. Status Independensi dan Afiliasi
Reviewer biasanya dipilih dari komunitas ilmiah berdasarkan keahlian dan idealnya independen dari penulis. Editor seringkali adalah anggota dewan redaksi yang berafiliasi dengan jurnal atau penerbit. Oleh karena itu, reviewer lebih sering beroperasi dalam mode anonim (single-blind/double-blind) sementara editor memiliki akses penuh ke identitas penulis dan reviewer.
4. Fokus Evaluasi: Detail Teknis vs Keseluruhan
Reviewer cenderung menilai aspek teknis secara mendalam — misalnya apakah metode cukup replikabel, apakah analisis statistik tepat, apakah hipotesis diuji dengan benar. Editor lebih menilai apakah naskah sesuai cakupan jurnal, originalitasnya relatif terhadap publikasi sebelumnya, dan nilai tambah bagi pembaca. Penelitian tentang gaya selingkung jurnal menunjukkan bahwa struktur dan format berperan besar pada keputusan editor tentang “vibes” keseluruhan naskah (Fathunnisa, 2019).
5. Tipe Umpan Balik yang Diberikan
Reviewer memberikan komentar rinci: catatan metodologi, koreksi literatur, saran eksperimen tambahan, atau permintaan klarifikasi. Editor menyampaikan keputusan editorial yang lebih ringkas dan seringkali memformulasikan langkah-langkah praktis untuk revisi. Contoh: reviewer mungkin meminta pengujian tambahan, sedangkan editor akan menentukan apakah permintaan tersebut layak dijalankan untuk revisi minor atau harus dianggap sebagai alasan penolakan.
6. Proses Komunikasi dengan Penulis
Reviewer biasanya tidak berkomunikasi langsung dengan penulis; semua komunikasi difasilitasi oleh editor melalui sistem editorial (mis. OJS). Editor berperan sebagai penghubung: mereka menyampaikan komentar reviewer, menafsirkan rekomendasi, dan memutuskan surat keputusan (accept/minor revision/major revision/reject).
7. Keterkaitan Waktu dan Beban Kerja
Reviewer bekerja berdasarkan tugas sukarela atau honorarium kecil; waktu penilaian bervariasi (beberapa minggu hingga beberapa bulan). Editor mengelola arus naskah jurnal secara keseluruhan, menjadwalkan topik edisi, dan bertanggung jawab pada deadline penerbitan. Kesadaran terhadap beban kerja ini membantu penulis mengatur ekspektasi waktu publish.
8. Akuntabilitas, Etika, dan Konflik Kepentingan
Editor menyusun dan menegakkan kebijakan etika jurnal (mis. COPE guidelines). Mereka juga bertanggung jawab memastikan konflik kepentingan diungkapkan. Reviewer wajib melaporkan konflik kepentingan dan menjaga kerahasiaan materi yang dinilai. Pelanggaran etika sering menjadi alasan penolakan langsung oleh editor.
Contoh Kasus Praktis
Kasus: Anda menerima dua komentar reviewer—Reviewer A meminta analisis tambahan, Reviewer B menunjukkan potensi plagiarisme di bagian latar belakang. Editor kemudian mengeluarkan keputusan “major revision”. Mengapa? Editor memadukan rekomendasi teknis (analisis tambahan) dan masalah etika (plagiarisme) untuk membuat keputusan menyeluruh. Penanganan terbaik: periksa kemiripan dengan Turnitin, revisi literatur, dan tulis surat tanggapan terstruktur yang menjawab setiap poin reviewer melalui editor.
Checklist Langkah-Langkah Praktis bagi Penulis (Step-by-Step)
- Pre-submission review: Pastikan naskah fit terhadap aims & scope jurnal (cek pedoman di situs jurnal dan SINTA: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/).
- Gunakan alat bantu: plagiarism check (Turnitin), reference manager (Mendeley), grammar & readability (Grammarly).
- Siapkan cover letter yang jelas menjelaskan kontribusi naskah dan meng-address potensi konflik kepentingan.
- Jika menerima review: buat tabel respons point-by-point, lampirkan perubahan (track changes) dan argumen ilmiah bila menolak saran reviewer.
- Jika editor meminta tambahan eksperimental berat, evaluasi biaya/waktu vs potensi manfaat publikasi; konsultasikan strategi dengan mentor atau layanan pendamping publikasi.
- Simpan komunikasi profesional: semua dialog resmi harus melalui editor dan sistem submission.
Strategi Khusus: Menangani Perbedaan Pendapat Antar Reviewer
Jika reviewer berbeda pendapat, editor biasanya mengambil jalan tengah atau meminta reviewer ketiga. Strategi penulis:
- Jawab semua komentar dengan bukti dan argumen ilmiah yang terstruktur.
- Jika menolak usulan reviewer, beri penjelasan berbasis literatur atau data; tawarkan tambahan analisis yang menunjukkan konsistensi hasil.
- Minta klarifikasi pada editor bila instruksi reviewer tampak tidak konsisten atau tidak realistis.
Praktik Baik dari Perspektif Editorial
Editor baik akan:
- Menyediakan keputusan yang transparan dan beralasan.
- Memfasilitasi proses revisi yang adil (pre-submission guidance, desk screening yang jelas).
- Menjaga kepatuhan terhadap pedoman etika internasional (mis. COPE) dan standar indexers.
Alat dan Sumber Daya yang Disarankan
- Situs indeks nasional/internasional: SINTA (sinta.kemdiktisaintek.go.id), GARUDA (garuda.kemdiktisaintek.go.id), ISSN (portal.issn.org), Google Scholar (scholar.google.com).
- Tools: Turnitin (cek plagiarisme), Mendeley (manajemen referensi), Grammarly (proofreading).
Contoh Tindakan Korektif Berdasar Jenis Masukan
- Masukan metodologi mendalam → Tambahkan appendix metode, berikan kode/algoritme, atau data mentah.
- Masukan mengenai scope/journal fit → Pertimbangkan submit ulang ke jurnal lain yang lebih sesuai (cek gaya selingkung jurnal target, lihat Fathunnisa, 2019).
- Masukan etika/kemiripan → Jalankan pengecekan Turnitin, perbaiki sitasi, dan sertakan pernyataan orisinalitas.
Kesimpulan
Mengetahui 8 Perbedaan Reviewer dan Editor Jurnal Ilmiah membantu penulis menavigasi proses peer review dengan lebih efektif. Reviewer menilai kedalaman ilmiah sementara editor mengelola kesesuaian, etika, dan keputusan akhir. Dengan memahami perbedaan-perbedaan ini—dan menerapkan checklist praktis di atas—penulis dapat mengurangi penolakan yang tidak perlu dan mempercepat proses publikasi.
Butuh percepatan publikasi dan pendampingan submission yang terarah? Tim Mahri Publisher siap memberikan konsultasi dan pendampingan untuk meningkatkan peluang publikasi Anda dengan tingkat keberhasilan tinggi berdasar data. Pelajari layanan kami di Mahri Publisher – Publikasi atau langsung lakukan pemesanan/permintaan jasa melalui Form Order.
References
- Lina Lina et al., “Penerapan Model Evaluasi CIPP dalam Mengevaluasi Program Layanan PAUD Holistik Integratif” (2019). https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i2.200
- Saiful Mujani & Deni Irvani, “Sikap dan Perilaku Warga terhadap Kebijakan Penanganan Wabah Covid-19” (2020). https://doi.org/10.14710/politika.11.2.2020.219-238
- Romi Mesra, “Strategi Pembelajaran Abad 21” (2023). https://doi.org/10.31219/osf.io/ec6du
- Nurul Wathoni, “Perbedaan Gaya Belajar dan Pengaruhnya terhadap Pemahaman Matematika” (2024). https://doi.org/10.61116/jiim.v2i1.466
- Fathunnisa, “Perbedaan Struktur dan Gaya Selingkung pada Jurnal Ilmiah …” (2019). https://doi.org/10.31227/osf.io/zcqgr
- SINTA (2026 update managed by Kemdiktisaintek): https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- GARUDA: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal: https://portal.issn.org/
- Google Scholar: https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















