Pendahuluan
Strategi Submit ke Beberapa Jurnal Secara Berurutan (Cascade Submission) menjadi opsi strategis bagi dosen dan peneliti yang ingin meningkatkan peluang publikasi tanpa mengorbankan kualitas. Banyak penulis bergulat dengan penolakan berulang, deadline akademik, dan kebutuhan akreditasi — masalah yang membuat proses publikasi terasa lambat dan membingungkan.
Apa itu Cascade Submission dan kapan relevan?
Cascade Submission adalah strategi mengajukan naskah ke urutan jurnal yang sudah dipilih secara bertahap, mulai dari jurnal dengan tingkat selektivitas tertentu menuju jurnal yang lain jika naskah ditolak atau direkomendasikan untuk pindah. Tujuannya: mengurangi waktu tunggu publikasi dengan tetap menjaga kesesuaian cakupan jurnal dan kualitas artikel.
Manfaat utama
- Meningkatkan efisiensi waktu publikasi dibandingkan proses “random submit”.
- Membantu memetakan risiko dan ekspektasi reviewer secara bertahap.
- Memungkinkan penyesuaian naskah berdasarkan umpan balik nyata sebelum masuk jurnal target yang lebih tinggi.
Problem — Kesalahan umum saat mencoba cascade submission
Banyak peneliti melakukan cascade tanpa perencanaan: memilih urutan jurnal yang tidak relevan, mengabaikan kebijakan transfer jurnal, atau melewatkan pre-submission review. Hasilnya: naskah dihentikan karena scope mismatch, etika, atau format yang tidak sesuai.
Contoh nyata: variasi topik dan penentuan urutan
Misalnya studi uji fungisida pada tanaman karet yang sifatnya eksperimental dan sangat terfokus (lihat penelitian dari Febbiyanti et al., 2025). Artikel jenis ini sebaiknya dimulai pada jurnal dengan audiens agronomi/fitopatologi yang relevan sebelum mencoba jurnal yang cakupannya lebih luas. Demikian pula, penelitian kualitatif pada psikologi kehilangan orangtua (Ausie & Mansoer, 2020) lebih tepat diajukan ke jurnal psikologi regional dulu ketimbang jurnal internasional yang sangat kompetitif.
Solution — Langkah-langkah Strategi Submit ke Beberapa Jurnal Secara Berurutan (Cascade Submission)
Berikut langkah praktis yang disusun berdasarkan pengalaman pendampingan publikasi dan praktik terbaik editorial.
1. Pemetaan jurnal (Tiering)
- Identifikasi 3–5 jurnal yang relevan: (A) target ideal, (B) target realistis, (C) target cadangan. Pertimbangkan indexing (Sinta, Scopus), reputasi, dan keluaran waktu terbit.
- Gunakan database resmi untuk verifikasi: SINTA, Garuda, dan portal ISSN ISSN.
- Catat kebijakan transfer jurnal dan apakah editor menyediakan fasilitas transfer (some publishers support editorial transfer/cascade).
2. Pre-submission review dan penyesuaian
- Lakukan pre-submission review internal: cek kesesuaian scope, struktur IMRAD, sitasi, dan kualitas bahasa (proofreading & paraphrasing penting).
- Gunakan tools akademik: Turnitin (cek plagiarism), Mendeley (kelola sitasi), Grammarly (penyuntingan gaya) — ini membantu meningkatkan kualitas naskah sebelum submit.
- Jika memungkinkan, mintalah review dari rekan yang sudah berpengalaman di jurnal target (peer pre-review).
3. Submit ke jurnal pertama (Tier C atau B, tergantung strategi)
- Jika tujuan Anda mempercepat publikasi untuk keperluan akademik (mis. kelulusan, BKD), memilih jurnal nasional terindeks SINTA (Sinta 2–6) dapat menjadi strategi awal.
- Pastikan template jurnal terpenuhi, lampirkan data pendukung, dan sertakan cover letter yang menjelaskan novelitas dan kontribusi penelitian.
4. Menangani keputusan editorial dan memutuskan langkah berikutnya
- Jika diterima: selamat—proses selesai.
- Jika minor/major revision: segerakan revisi berdasarkan komentar reviewer, dan pertimbangkan untuk mengirim ulang ke jurnal yang sama.
- Jika ditolak dengan rekomendasi “transfer” atau tanpa saran: gunakan umpan balik reviewer untuk memperbaiki naskah sebelum submit ke jurnal berikutnya dalam urutan Anda.
5. Proses dokumentasi dan waktu tunggu (Timeline management)
- Catat tanggal submit, keputusan, dan estimasi waktu revisi. Dengan manajemen waktu yang baik, cascade submission dapat mengurangi overall time-to-publication.
- Contoh klasik: submit 1 bulan ke jurnal A → keputusan 8 minggu → jika direkomendasikan transfer atau ditolak, submit ke jurnal B dalam 2 minggu setelah revisi → total 4–6 bulan untuk publikasi di jurnal B (estimasi variatif).
Benefit — Mengapa strategi ini efektif untuk dosen dan peneliti?
Dengan rancangan yang sistematis, cascade submission menawarkan keuntungan strategis:
- Optimasi waktu dan sumber daya (terutama bila didukung pre-submission review yang baik).
- Peningkatan kualitas naskah melalui iterasi umpan balik reviewer.
- Memungkinkan perolehan publikasi pada jurnal yang relevan sesuai kebutuhan akademik (Sinta 1–6, Index Copernicus, dsb.).
Praktik terbaik: checklist sebelum dan selama cascade submission
- Checklist pra-submit:
- Scope jurnal cocok dengan topik utama.
- Template & format diikuti.
- Turnitin similarity < 20% (sesuai standar jurnal masing-masing).
- Referensi rapi (Gunakan Mendeley atau Zotero).
- Dokumen data pendukung & metadata lengkap (ORCID, affiliasi, funding).
- Checklist saat menerima keputusan:
- Analisa komentar reviewer: klasifikasikan menjadi perbaikan minor/major/konseptual.
- Catat bagian yang perlu bukti tambahan (mis. data statistik, analisis sensitivitas).
- Jika terus menerus ditolak, evaluasi kesesuaian topik vs. jurnal yang dipilih.
Studi kasus singkat: bagaimana cascade membantu penelitian aplikatif
Dalam penelitian eksperimen fungisida pada tanaman karet, misalnya, strategi submit berurutan dapat dimulai dari jurnal nasional yang fokus pada tanaman komoditas (Sinta 3–4), lalu jika diperlukan pindah ke jurnal internasional terindeks yang cakupannya lebih luas. Penelitian Febbiyanti et al. (2025) menunjukkan data efektivitas bahan aktif seperti Tebuconazole dan Propineb terhadap patogen spesifik; iterasi reviewer memungkinkan penulis memperjelas metodologi in vitro dan pengujian lapangan sebelum mengincar jurnal dengan readership internasional.
Risiko & Etika dalam cascade submission
Ada beberapa risiko yang harus diwaspadai:
- Duplicate submission: Mengirim naskah yang sama ke beberapa jurnal sekaligus adalah pelanggaran etika. Cascade adalah submit berurutan, bukan simultan.
- Transparansi: Jika jurnal pertama menawarkan transfer editorial, manfaatkan fasilitas tersebut ketimbang submit manual ke penerbit lain tanpa mencantumkan sejarah editorial.
- Reputasi: Terlalu sering mengubah target jurnal tanpa perbaikan kualitas dapat menurunkan kredibilitas penulis.
Tools dan sumber yang direkomendasikan
- Verifikasi jurnal: SINTA (Kemdiktisaintek, 2026), Garuda.
- ISSN registry untuk mengecek legitimasi jurnal: ISSN.
- Literature search dan sitasi: Google Scholar.
- Reference manager: Mendeley, Zotero.
- Plagiarism & language check: Turnitin, Grammarly.
Contoh timeline praktis (template 6 bulan)
- Bulan 0: Draft final, pre-submission review internal, cek similarity, pilih 3 jurnal (Tier A/B/C).
- Bulan 1: Submit ke jurnal Tier B (lebih realistis untuk revisi awal).
- Bulan 2–3: Terima keputusan (revise or reject). Jika revise → revisi dan resubmit. Jika reject → submit ke jurnal Tier C setelah perbaikan cepat.
- Bulan 4–6: Submit ke Tier A (target ideal) bila hasil perbaikan signifikan; atau lanjut proses di Tier C hingga diterima.
Tips lanjutan dari tim pendamping publikasi
- Gunakan cover letter yang menjelaskan novelty dan kontribusi secara ringkas.
- Jangan abaikan komentar minor — perbaikan kecil seringkali menentukan keputusan editorial.
- Jika memilih jasa pendampingan, pastikan transparansi proses dan data keberhasilan (Tingkat keberhasilan tinggi berdasar data), bukan klaim berlebihan.
- Pelajari jurnal yang menjadi target: baca artikel terbaru untuk memahami gaya penulisan dan cakupan.
Bagaimana Mahri Publisher dapat mendukung strategi Anda
Mahri Publisher sebagai partner pendamping publikasi menawarkan layanan yang dirancang untuk memperkuat setiap tahap cascade submission: proofreading & paraphrasing academic, pendampingan submit jurnal, serta konsultasi strategi publikasi ilmiah. Layanan ini membantu mempercepat proses pre-submission review, meminimalkan resiko penolakan karena format atau bahasa, dan meningkatkan kemungkinan masuk ke jurnal terindeks (Sinta/Scopus) sesuai kebutuhan akademik.
Pelajari paket publikasi kami di Halaman Publikasi Mahri Publisher atau ajukan permintaan pendampingan melalui form order di sini.
Kesimpulan
Strategi Submit ke Beberapa Jurnal Secara Berurutan (Cascade Submission) efektif jika direncanakan dengan matang: pemetaan jurnal, pre-submission review, dokumentasi keputusan, dan iterasi perbaikan. Pendekatan ini mengoptimalkan waktu publikasi sekaligus meningkatkan kualitas naskah lewat feedback reviewer. Hindari duplicate submission dan prioritaskan transparansi editorial.
Butuh percepatan publikasi atau panduan personal untuk menyusun urutan jurnal? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu langkah Anda berikutnya. Kunjungi halaman publikasi atau langsung isi form order.
References
- Febbiyanti, T. R. (2025). Pengujian beberapa bahan aktif fungisida terhadap beberapa patogen gugur daun karet secara in vitro. Jurnal Penelitian Karet. DOI: https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v43i2.1171
- Ausie, R. K., & Mansoer, W. W. D. (2020). “Mengapa Tuhan mengambil mereka?” Pengalaman duka dan pemaknaan anak yang kehilangan kedua orang tua secara berurutan. Jurnal Psikologi Ulayat. DOI: https://doi.org/10.24854/jpu137
- Septini, R., & Martiati, L. (2022). Strategi pembelajaran vokal anak secara daring di Purwacaraka Music Studio Buaran. Jurnal Penelitian Musik. DOI: https://doi.org/10.21009/jurnalpenelitianmusik.31.01
- Portal SINTA: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Portal Garuda: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- Google Scholar: https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















