Pembuka: Mengapa Pertanyaan Ini Penting?
Dalam penulisan ilmiah, terutama untuk dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana, keputusan kecil pada format sitasi bisa berdampak pada profesionalisme naskah. “Kapan Harus Menggunakan “et al.” dalam Daftar Pustaka?” adalah pertanyaan yang sering muncul saat menyiapkan manuskrip untuk jurnal nasional maupun internasional. Kesalahan penggunaan dapat menyebabkan revisi format atau bahkan penolakan awal pada tahap pre-submission review.
Problem: Kebingungan Praktis tentang “et al.”
Banyak penulis menganggap “et al.” sebagai aturan tunggal yang berlaku di semua gaya sitasi. Faktanya, aturan berbeda-beda bergantung pada style (mis. APA, Vancouver, MLA, Chicago). Selain itu, ada perbedaan antara penggunaan “et al.” pada kutipan dalam teks (in-text citation) dan pada daftar pustaka (reference list/daftar pustaka). Ketidaktahuan ini sering menyebabkan format yang tidak konsisten dan koreksi berkepanjangan oleh editor atau reviewer.
Solution: Prinsip Umum dan Perbedaan Gaya Sitasi
Sebelum menjawab “Kapan Harus Menggunakan “et al.” dalam Daftar Pustaka?”, berikut prinsip umum yang perlu diingat:
- “et al.” adalah singkatan dari bahasa Latin “et alii” yang berarti “dan lainnya”.
- Penulisan standar: et al. (dengan titik setelah “al” karena ini bentuk singkatan). Biasanya tidak dicetak miring kecuali pedoman gaya mensyaratkan demikian — pada kebanyakan gaya modern (mis. APA) tidak miring.
- Perbedaan utama: beberapa gaya memperbolehkan/menyaratkan penggunaan et al. di daftar pustaka, sementara gaya lain hanya mengizinkan di kutipan dalam teks.
Aturan Praktis Berdasar Gaya Populer
- APA (edisi terbaru – APA 7, 2020):
- In-text: gunakan “et al.” untuk tiga atau lebih penulis (contoh: Santoso et al., 2020).
- Daftar pustaka: cantumkan hingga 20 penulis penuh; jika lebih dari 20, daftarkan 19 penulis pertama diikuti dengan elipsis dan penulis terakhir (bukan “et al.”).
- Vancouver / ICMJE (umum pada jurnal medis):
- Daftar pustaka: jika lebih dari enam penulis, tulis enam penulis pertama diikuti dengan “et al.” (contoh: Siregar A, Budi B, … et al.).
- Kutipan numerik di teks menggunakan nomor, jadi penggunaan et al. lebih relevan untuk daftar referensi.
- MLA (bahasa humaniora):
- Sering menggunakan “et al.” di daftar pustaka jika ada tiga atau lebih penulis; praktik dapat berbeda menurut edisi (MLA 8/9).
- Chicago (Author-Date / Notes-Bibliography):
- Chicago sering menggunakan “et al.” dalam kutipan ringkas; aturan untuk daftar pustaka bergantung pada jumlah penulis dan edisi manual. Banyak jurnal memilih kebijakan sendiri.
Catatan penting: jurnal memiliki pedoman khusus. Selalu cek author guidelines jurnal tujuan (termasuk format daftar pustaka dan penggunaan “et al.”) sebelum submit. Anda juga dapat memeriksa indeks jurnal di SINTA atau Garuda untuk mengenali kebiasaan format jurnal tersebut: SINTA, Garuda, atau cek metadata ISSN di ISSN.
Benefit: Mengapa Mengikuti Aturan “et al.” Penting?
Pemakaian yang tepat mempercepat proses review, meningkatkan kredibilitas manuskrip, dan meminimalkan koreksi editorial yang sering menghambat penerimaan. Selain itu, konsistensi sitasi memudahkan pembaca menemukan sumber, mendukung reproducibility, dan membantu penghitungan metrik seperti sitasi di Google Scholar (Google Scholar).
Praktik: Kapan Harus Menggunakan “et al.” dalam Daftar Pustaka?
Jawaban singkat: itu tergantung pada gaya sitasi jurnal atau institusi. Namun, panduan berikut akan membantu keputusan Anda secara praktis.
Checklist Cepat (Decision Tree)
- 1) Periksa pedoman jurnal/institusi. Jika ada aturan spesifik, ikuti itu.
- 2) Jika menggunakan APA 7: tulis semua penulis hingga 20 pada daftar pustaka. Gunakan “et al.” hanya untuk kutipan dalam teks jika ada 3 atau lebih penulis.
- 3) Jika menggunakan Vancouver: tulis maksimal 6 penulis, sisanya gunakan “et al.” dalam daftar pustaka.
- 4) Jika jurnal tidak menyatakan, ikuti konvensi bidang: medis (Vancouver), sosial-sains (APA/MLA), humaniora (MLA/Chicago).
- 5) Gunakan reference manager (Mendeley, EndNote, Zotero) untuk mengotomatiskan format dan mengurangi kesalahan. Pelatihan Mendeley terbukti membantu penulis memperbaiki kualitas daftar pustaka (lihat program pelatihan di beberapa institusi) — studi dan program pendampingan menunjukkan peningkatan kemampuan mahasiswa menggunakan Mendeley secara signifikan.
Contoh Konkret
Contoh 1 — APA (In-text & Daftar Pustaka)
In-text (3 penulis): (Suryanto, Wibowo, & Hadi, 2019) untuk dua penulis; untuk tiga atau lebih: (Suryanto et al., 2019).
Daftar pustaka (APA 7, 3 penulis):
- Suryanto, A., Wibowo, B., & Hadi, C. (2019). Judul artikel. Nama Jurnal, 10(2), 100–110.
Contoh 2 — Vancouver
Jika ada lebih dari enam penulis:
- Siregar A, Budi B, Cahyono C, Dewi D, Endri E, Fajar F, et al. Judul artikel. Nama Jurnal. 2021;15(3):45-52.
Contoh 3 — MLA
- Ali, Ahmad, et al. Judul Buku. Penerbit, 2020.
Perhatikan perbedaan tanda baca: beberapa gaya menempatkan koma sebelum tahun, beberapa menggunakan titik. Ini alasan kuat untuk menggunakan reference manager yang sesuai dan mengatur gaya sitasi sesuai jurnal.
Tool & Workflow yang Disarankan
Gunakan alat akademik untuk meminimalkan kesalahan format:
- Mendeley — pengelolaan referensi dan pembuatan daftar pustaka otomatis (banyak universitas menyediakan pelatihan; program pengabdian masyarakat menunjukkan efektivitas pelatihan Mendeley untuk mahasiswa, mis. program pelatihan di IAIN Ternate dan Universitas Simalungun yang meningkatkan kualitas daftar pustaka—lihat studi pelatihan).
- Turnitin — bukan untuk format referensi, tetapi penting untuk memverifikasi originalitas kutipan sebelum submit.
- Grammarly atau pemeriksa bahasa lain — untuk kualitas bahasa dan konsistensi penulisan.
Referensi studi tentang pelatihan Mendeley dan pendampingan menunjukkan bahwa intervensi sederhana (workshop, pendampingan) membantu mahasiswa menghasilkan daftar pustaka yang lebih akurat dan konsisten. Ini relevan ketika tim editorial memperhatikan format referensi saat proses review pre-submission (Sudirman & Purba, 2021–2023).
Praktik Baik: Langkah-Langkah Sebelum Submit
Ikuti checklist berikut untuk menghindari masalah terkait “et al.”:
- 1. Cek author guidelines jurnal tujuan (format daftar pustaka, batasan penulisan penulis).
- 2. Pilih style sitasi yang diminta (APA, Vancouver, MLA, Chicago) dan terapkan konsisten.
- 3. Atur reference manager (Mendeley/EndNote/Zotero) pada gaya yang sesuai.
- 4. Periksa daftar pustaka untuk entri yang dipotong dengan “et al.” — pastikan jumlah penulis yang tersisa sesuai aturan gaya.
- 5. Lakukan pre-submission review internal atau bersama rekan. Pastikan semua “et al.” dipakai sesuai aturan.
- 6. Jalankan pengecekan plagiarisme (Turnitin) sebelum submit.
- 7. Sertakan metadata penulis (ORCID) bila diminta.
Kasus Khusus: Daftar Pustaka untuk Jurnal Lokal (SINTA) vs Internasional
Jurnal nasional yang terindeks SINTA (sekarang dikelola oleh Kemdiktisaintek pada 2026) dan jurnal internasional yang terindeks Scopus/Index Copernicus biasanya memiliki template referensi yang jelas dalam author guidelines. Periksa link jurnal di SINTA atau Garuda untuk mendapatkan pola referensi jurnal tersebut: SINTA dan Garuda.
Untuk jurnal lokal (SINTA 2–6), aturan dapat lebih fleksibel tetapi konsistensi tetap dihargai. Untuk jurnal internasional (SINTA 1 / Scopus), ikuti pedoman style house publisher (Elsevier, Springer) yang biasanya mengikuti standar internasional seperti Vancouver atau APA. Ingat: kegagalan mematuhi format dapat menunda proses dan mengurangi peluang masuk ke impact factor quartile yang diinginkan.
Studi Kasus Singkat: Masalah pada Platform OJS
Sistem manajemen jurnal seperti Open Journal System (OJS) sering digunakan oleh redaksi jurnal. Penelitian teknis menemukan banyak kerentanan pada OJS bila tidak dikelola dengan baik — hal ini dapat memengaruhi integritas metadata jurnal, termasuk daftar pustaka dan author records (Imam Riadi et al., 2020). Pastikan redaksi dan penulis bekerja dengan versi OJS yang aman dan memeriksa metadata referensi saat submit.
Kesalahan Umum & Cara Menghindarinya
- Mencampur aturan gaya (mis. menggunakan format in-text APA tapi daftar pustaka gaya Vancouver) — solusinya: konsistensi style pada seluruh dokumen.
- Menulis “et. al” atau “et al” tanpa titik — benar adalah “et al.”
- Menggunakan “et al.” di daftar pustaka padahal gaya jurnal mengharuskan semua penulis dicantumkan — solusinya: cek pedoman jurnal.
- Mengandalkan copy-paste dari mesin format tanpa verifikasi — solusinya: periksa setiap entri referensi secara manual minimal satu kali.
Checklist Final: Siap Submit?
- Apakah Anda memeriksa author guidelines jurnal?
- Apakah penggunaan “et al.” konsisten dengan style yang dipilih?
- Apakah reference manager Anda diatur pada gaya yang benar?
- Apakah Anda sudah melakukan pre-submission review dan pengecekan Turnitin?
Kesimpulan dan Rekomendasi Praktis
Jawaban atas pertanyaan “Kapan Harus Menggunakan “et al.” dalam Daftar Pustaka?” bergantung pada gaya sitasi yang diminta oleh jurnal atau institusi. Prinsip umum: selalu ikuti pedoman jurnal. Gunakan “et al.” sesuai aturan gaya (mis. Vancouver sering memakai et al. untuk lebih dari 6 penulis; APA 7 biasanya menuliskan semua penulis hingga 20 di daftar pustaka namun menggunakan et al. untuk kutipan dalam teks). Untuk memastikan konsistensi dan efisiensi, manfaatkan reference manager seperti Mendeley, lakukan pre-submission review, dan periksa daftar pustaka pada tata naskah jurnal tujuan.
Butuh bantuan menyelaraskan daftar pustaka, memeriksa format et al., atau mempercepat proses publikasi? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu. Layanan kami termasuk proofreading & paraphrasing academic, pendampingan submit jurnal, dan penyesuaian template sesuai gaya jurnal tujuan. Pelajari layanan kami lebih lanjut di Landingpage Mahri Publisher atau langsung lakukan order/permintaan layanan di Form Order.
Referensi
- Imam Riadi et al. (2020). Analisis Keamanan Website Open Journal System Menggunakan Metode Vulnerability Assessment. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. https://doi.org/10.25126/jtiik.2020701928
- Nurlaili Adkhi Rizfa Faiza (2019). Cash Waqf linked Sukuk sebagai Pembiayaan Pemulihan Bencana Alam di Indonesia. Digilib UIN Sunan Ampel Surabaya. (referensi non-DOI dalam daftar rujukan)
- Nurul Huda et al. (2018). Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumsi Produk Halal pada Kalangan Mahasiswa. EKUITAS. https://doi.org/10.24034/j25485024.y2018.v2.i2.3944
- Muh Sajjaj Sudirman & Ilham Putra Usmayani (2023). Pelatihan Pembuatan Sitasi dan Daftar Pustaka Menggunakan Mendeley. Al-Mulk: Jurnal Pengabdian Masyarakat. https://doi.org/10.46339/am-jpm.v1i1.982
- Djuli Sjafei Purba et al. (2021). Pendampingan Menggunakan Software Mendeley Dalam Pembuatan Daftar Pustaka Penulisan Skripsi. Surya Abdimas. https://doi.org/10.37729/abdimas.v5i4.1373
- SINTA (2026) — https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda — https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal — https://portal.issn.org/
- Google Scholar — https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















