Pendahuluan
Bahasa yang Digunakan dalam Bagian Hasil: Past Tense dan Impersonal menjadi perhatian utama penulis ilmiah karena berkaitan langsung dengan kejelasan, replikabilitas, dan kredibilitas artikel. Banyak dosen, peneliti, dan mahasiswa mengalami kebingungan: kapan harus memakai past tense, kapan memakai gaya impersonal, dan bagaimana menghindari kesalahan yang sering menghambat proses review.
Mengapa Pemilihan Bahasa di Bagian Hasil Penting?
Bagian Hasil (Results) bukan tempat untuk interpretasi panjang—itulah tugas Discussion. Namun, cara penyampaian hasil mempengaruhi persepsi reviewer tentang metodologi dan validitas data. Penggunaan tense yang tidak konsisten atau penggunaan ‘I/we’ yang berlebihan dapat menimbulkan kesan subjektivitas. Oleh karena itu, pilihan antara past tense dan gaya impersonal menjadi strategi penulisan yang esensial untuk meningkatkan kualitas manuskrip.
Problem → Consequence
- Penulis menggunakan present tense secara acak atau berganti-ganti tense → Reviewer meragukan kronologi eksperimen.
- Menulis hasil dengan gaya personal (“I found”, “We observed”) tanpa justifikasi → Terlihat kurang objektif di jurnal bereputasi.
Solution → Benefit
- Gunakan past tense untuk laporan hasil yang sudah terjadi untuk menegaskan kronologi empiris.
- Pilih gaya impersonal (passive voice atau struktur tanpa subjek) untuk menekankan data dan prosedur, bukan peneliti.
- Dampak: kejelasan, konsistensi, dan peningkatan peluang diterima berdasarkan praktik reviewer internasional.
Past Tense: Kapan dan Mengapa
Secara umum, past tense digunakan ketika Anda melaporkan tindakan yang sudah selesai pada penelitian: pengumpulan data, analisis statistik, dan observasi. Penggunaan past tense membantu pembaca memahami bahwa temuan itu adalah hasil dari aktivitas yang telah tuntas.
Contoh penggunaan past tense (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia)
- English (appropriate): “The samples were analyzed using HPLC and significant differences were found.” (past tense, passive)
- Indonesian (appropriate): “Sampel dianalisis menggunakan HPLC dan perbedaan signifikan ditemukan.”
- Less appropriate (present tense): “The samples are analyzed using HPLC…” — ini bisa menimbulkan kebingungan tentang apakah analisis masih berlangsung.
Penelitian tentang kesalahan siswa dalam penggunaan simple past tense dan passive voice menunjukkan bahwa penggunaan tense yang keliru adalah masalah umum pada penulis non-native (Nurlaela, 2016). Ini menegaskan perlunya latihan dan editing berfokus pada konsistensi tense sebelum submission.
Impersonal Style: Definisi dan Aplikasi
Gaya impersonal adalah cara menulis yang mengurangi penekanan pada penulis atau subjek agentif, sehingga fokus berpindah ke proses atau hasil. Di banyak jurnal, terutama sains eksperimental, gaya impersonal meningkatkan kesan objektivitas.
Bentuk-bentuk impersonal yang umum
- Passive voice: “Data were collected…”
- Nominalisasi: “Data collection occurred over three weeks.”
- Zero-person construction (Indonesia): “Data dikumpulkan selama tiga minggu.”
Problem → Solution
Problem: Banyak penulis cenderung menggunakan “We” berulang kali. Solution: Gunakan passive voice atau kalimat tanpa subjek pribadi ketika melaporkan prosedur dan hasil. Benefit: Manuskrip terlihat sesuai dengan ekspektasi editor dan reviewer jurnal bereputasi.
Praktik Baik: Aturan Ringkas untuk Bagian Hasil
Berikut checklist ringkas yang dapat langsung Anda terapkan sebelum mengirim artikel untuk pre-submission review:
- Gunakan past tense konsisten saat melaporkan eksperimen dan analisis statistik.
- Pilih gaya impersonal untuk deskripsi prosedur dan hasil utama.
- Sertakan ukuran efek, interval kepercayaan, nilai p, dan statistik lain yang relevan.
- Hindari interpretasi mendalam—simpan untuk Discussion.
- Periksa konsistensi terminology (mis. unit, skala, singkatan).
- Gunakan grafik dan tabel untuk memperjelas hasil; label sumbu harus ringkas dan informatif.
Contoh Paragraf: Sebelum & Sesudah Editing
Contoh ini memperlihatkan peralihan dari gaya personal dan tense tidak konsisten ke past tense dan impersonal.
Sebelum (kurang tepat)
“We measured the enzyme activity and we find that the treatment increases activity by 20%.” (present tense & personal)
Sesudah (lebih tepat)
“Enzyme activity was measured and the treatment increased activity by 20%.” (past tense & impersonal)
Perubahan sederhana ini meningkatkan fokus pada data dan mengurangi kesan subjektivitas.
Kesalahan Umum dan Cara Mengatasinya
- Kebingungan tense: Campur present dan past tanpa alasan. Solusi: Tetapkan pedoman tense untuk setiap bagian dan lakukan proofread terfokus.
- Over-interpretation: Membuat klaim yang seharusnya masuk ke Discussion. Solusi: Batasi deskripsi pada what, not why.
- Penggunaan “we” berlebihan: Solusi: Ubah menjadi passive voice atau nominalisasi.
- Kualitas bahasa pada penulis non-native: Rekomendasi: gunakan proofreading akademik (mis. layanan proofreading/editorial), dan tools seperti Mendeley untuk manajemen referensi serta Turnitin untuk cek orisinalitas.
Strategi untuk Penulis Non-Native dan Tim Riset
Pelatihan dan aplikasi teknik sederhana dapat meningkatkan penguasaan past tense dan impersonal voice. Studi intervensi menggunakan permainan ingatan (memory trick game) menunjukkan peningkatan signifikan pada penguasaan simple past tense mahasiswa (Mayasari, 2023), yang memberi bukti bahwa latihan terstruktur efektif untuk meningkatkan akurasi gramatikal.
Berikut langkah-langkah praktis yang direkomendasikan:
- Lakukan pre-submission review internal (peer-check by co-authors) fokus pada tense dan voice.
- Gunakan checklist editorial: tense konsistensi, passive vs active, clear reporting of statistics.
- Manfaatkan layanan proofreading akademik yang memahami format jurnal target (impact factor quartile, scope).
- Latihan terstruktur: identifikasi 10 kalimat di Results, ubah menjadi past tense dan impersonal.
Integrasi dengan Strategi Publikasi
Penguasaan bahasa pada bagian Results tidak hanya meningkatkan kualitas naskah, tetapi juga mengoptimalkan proses submit dan revisi. Sebagai partner publikasi, Mahri Publisher menyediakan pendampingan mulai dari proofreading & paraphrasing academic, hingga penyesuaian template jurnal (pre-submission review yang terarah).
Untuk referensi dan pengecekan jurnal terindeks SINTA (update 2026 dikelola oleh Kemdiktisaintek), kunjungi SINTA Kemdiktisaintek. Untuk memeriksa metadata jurnal nasional, gunakan portal GARUDA. Jika Anda perlu memverifikasi ISSN atau metadata jurnal internasional, kunjungi ISSN Portal. Untuk riset literatur, Google Scholar tetap menjadi sumber penting: Google Scholar.
Checklist Final Sebelum Submit (Step-by-step)
- 1) Pastikan semua temuan di Results ditulis dalam past tense.
- 2) Gunakan gaya impersonal untuk deskripsi prosedural dan hasil yang tidak memerlukan subjek manusia.
- 3) Sertakan statistik deskriptif dan inferensial yang lengkap.
- 4) Jangan membuat klaim interpretatif—save for Discussion.
- 5) Jalankan Turnitin untuk cek orisinalitas dan perbaiki sitasi jika ada overlap.
- 6) Proofreading oleh editor akademik (native/terlatih) atau gunakan layanan Mahri Publisher untuk pre-submission review dan proofreading.
- 7) Final check: style guide jurnal, template, dan submission checklist.
Studi dan Bukti Pendukung
Beberapa studi mendukung fokus pada pengajaran tense dan voice dalam konteks akademik. Analisis kesalahan siswa dalam penggunaan simple past tense dan passive voice menunjukkan frekuensi kesalahan yang signifikan, terutama bagi penulis non-native (Nurlaela, 2016). Selain itu, intervensi pembelajaran sederhana mampu meningkatkan penguasaan past tense pada mahasiswa (Mayasari, 2023). Referensi teori terjemahan juga menekankan hubungan antara kejelasan bahasa dan kualitas terjemahan manuskrip untuk publikasi (Kembaren, 2019).
Soft CTA
Butuh percepatan publikasi atau bantuan memoles bagian Results agar sesuai standar jurnal Sinta/Scopus? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher tersedia untuk pre-submission review, proofreading, penyesuaian template, dan dukungan submit. Kunjungi halaman layanan kami: https://mahripublisher.com/publikasi/ atau langsung ajukan order & konsultasi di Form Order Mahri Publisher.
Kesimpulan
Penggunaan past tense dan gaya impersonal di bagian Hasil adalah praktik yang meningkatkan objektivitas, konsistensi, dan peluang penerimaan manuskrip. Terapkan checklist dan step-by-step di atas, lakukan proofread khusus tense/voice, dan manfaatkan tool serta layanan profesional untuk meminimalkan kesalahan. Dengan pendekatan yang tepat—menggabungkan praktik linguistik dan strategi publikasi—anda dapat meningkatkan kualitas manuskrip dan mempercepat proses peer review.
References
- Nurlaela, I. (2016). An Error Analysis on Students’ in Transforming Voice of Simple Past Tense. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. (Repository).
- Mayasari, W. J. (2023). Penggunaan Memory Trick Game Dalam Meningkatkan Penguasaan Simple Past Tense Mahasiswa. Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan. DOI: https://doi.org/10.56633/jkp.v18i2.412
- Kembaren, F. R. W. (2019). Translation Studies from Theory and Practice. Repository UIN Sumatera Utara.
- Belay, Y. (2022). Rekonstruksi Kristologi Logos Menjawab Tantangan Dekonstruksi Terma Logosentrisme dalam Tinjauan Biblika. CHARISTHEO. DOI: https://doi.org/10.54592/jct.v2i1.37
- Tiffani, T., & Yani, D. (2020). analisis keigo yang digunakan karakter sakamoto dalam anime sakamoto desu ga. Omiyage: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang. DOI: https://doi.org/10.24036/omg.v3i1.150
- SINTA (Kemdiktisaintek). https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- GARUDA (Kemdiktisaintek). https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal. https://portal.issn.org/
- Google Scholar. https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















