Pendahuluan
Menulis artikel ilmiah yang mengutip putusan pengadilan memerlukan teknik sitasi yang tepat dan kehati-hatian akademis. Contoh Kutipan dari Putusan Pengadilan dalam Artikel Ilmiah sering dicari oleh dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana yang ingin menguatkan argumen hukum atau analisis yuridis mereka. Artikel ini memberi panduan praktis: format kutipan, contoh nyata, etika sitasi, serta checklist langkah demi langkah untuk memastikan kutipan putusan memenuhi standar jurnal nasional dan internasional.
Mengapa Mengutip Putusan Pengadilan Penting?
Putusan pengadilan merupakan sumber primer hukum yang sering menjadi basis penafsiran norma, penerapan hukum, dan pembentukan preseden. Mengutip putusan dapat:
- Memberi bobot empiris pada argumen normatif.
- Menunjukkan perkembangan yurisprudensi pada isu tertentu.
- Menghubungkan teori hukum (mis. utilitarianisme, positivisme) dengan praktik peradilan (lihat pembahasan teori hukum modern dalam literatur akademik).
Dalam konteks publikasi, kutipan putusan yang tepat meningkatkan kredibilitas artikel dan memudahkan reviewer melakukan verifikasi (pre-submission review sangat dianjurkan sebelum submit ke jurnal terindeks Sinta atau internasional).
Problem → Solution → Benefit: Tantangan Sitasi Putusan & Solusinya
Problem: Variasi Format Putusan & Keterbatasan Akses
Banyak penulis kebingungan soal format penulisan (in-text vs. bibliography), cara merujuk paragraph/pasal, atau bagaimana mengutip putusan yang hanya ada dalam arsip pengadilan. Selain itu, beberapa putusan belum terdigitalisasi sehingga sulit diverifikasi.
Solution: Standarisasi & Metode Verifikasi
Gunakan template sitasi yang konsisten (mis. gaya APA adaptasi untuk dokumen hukum atau format yang diminta jurnal). Verifikasi melalui basis data resmi seperti SINTA (dikelola Kemdiktisaintek sejak 2026), Garuda, portal pengadilan, atau ISSN jika tersedia. Untuk dokumen daring, sertakan URL dan tanggal akses.
Benefit: Kejelasan Analisis & Kemudahan Review
Dengan kutipan yang tepat dan sumber yang dapat diverifikasi, peluang artikel Anda lolos tahap review meningkat. Praktik ini juga mengurangi risiko penolakan karena “sumber primer tidak jelas” dan mendukung argumentasi yang dapat direplikasi.
Format Lutut Praktis: Cara Menulis Kutipan Putusan
Berikut contoh format umum yang dapat diadopsi secara fleksibel sesuai pedoman jurnal:
- In-text (parafrase): (Putusan [Nama Pengadilan], Nomor, Tahun, paragraf/halaman)
- In-text (kutipan langsung singkat): “…” (Putusan [Pengadilan], Nomor, Tahun, para. X)
- Daftar Referensi: Putusan [Nama Pengadilan] [Negara/Instansi], Nomor Putusan, Tanggal, Nama Perkara (jika ada), Sumber/URL (tanggal akses).
Contoh 1 — Putusan PTUN (format referensi)
Referensi di akhir tulisan:
Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda, Nomor: 27/G/2020/PTUN.SMD, tanggal [dd mm yyyy]. Sumber: arsip PTUN Samarinda atau publikasi akademik terkait.
In-text (parafrase): (Putusan PTUN Samarinda, No. 27/G/2020/PTUN.SMD)
Catatan: contoh nomor ini diambil dari analisis kasus yang dibahas dalam literatur hukum modern (lihat Amus et al., 2024).
Contoh 2 — Putusan Mahkamah Agung (kutipan langsung)
Jika mengutip pernyataan dalam putusan MA:
“Pertimbangan hukum menunjukkan bahwa…” (Putusan Mahkamah Agung RI, No. 123 K/Pdt/2021, para. 4).
Di daftar pustaka: Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Nomor 123 K/Pdt/2021, tanggal [dd mm yyyy].
Prinsip Etika & Validasi Akademik
Sitasi putusan harus memperhatikan aspek etika akademik. Hindari plagiarisme dengan selalu menandai kutipan langsung dan mempergunakan paraphrase yang benar. Gunakan Turnitin untuk cek kesamaan teks sebelum submit. Patuhi pedoman COPE terkait etika publikasi dan pastikan penggunaan putusan tidak melanggar kerahasiaan atau perintah pengadilan untuk non-publikasi.
Langkah Praktis: Checklist Menyisipkan Kutipan Putusan dalam Artikel
- 1) Identifikasi putusan yang relevan dan catat nomor, tanggal, dan pengadilan.
- 2) Periksa apakah putusan tersedia online (situs pengadilan, Garuda, atau jurnal hukum).
- 3) Tentukan gaya sitasi yang diminta jurnal (adaptasi APA hukum, OSCOLA, atau gaya lokal).
- 4) Gunakan pin cite (paragraf atau halaman) saat mengutip pernyataan spesifik.
- 5) Cantumkan URL dan tanggal akses jika sumber daring.
- 6) Lakukan pre-submission review untuk memastikan konsistensi sitasi dan kejelasan referensi.
- 7) Jalankan pengecekan etik (Turnitin) dan edit akhir (proofreading/grammarly).
Contoh Kutipan Lengkap: Kasus Studi & Implementasi
Berikut contoh implementasi dalam bagian analisis artikel ilmiah:
Paragraf analisis:
Dalam putusannya, PTUN Samarinda menyatakan bahwa izin mendirikan bangunan yang tumpang tindih dapat dibatalkan karena melanggar ketentuan KTUN (Putusan PTUN Samarinda, No. 27/G/2020/PTUN.SMD). Keputusan ini konsisten dengan analisis unsur KTUN sebagaimana dipaparkan oleh Amus et al. (2024), yang menegaskan bahwa keputusan administratif harus memenuhi syarat konkrit, individual, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Referensi (daftar pustaka):
Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda, Nomor 27/G/2020/PTUN.SMD, tanggal [tanggal resmi].
Teknik Parafrase & Kutipan Langsung: Contoh Kalimat
- Kutipan langsung singkat (≤40 kata): letakkan dalam tanda kutip dan sertakan pin cite. Contoh: “Pengadilan menilai bahwa izin tersebut batal demi hukum” (Putusan PTUN Samarinda, No. 27/G/2020/PTUN.SMD, para. 12).
- Parafrase: jelaskan isi putusan dengan bahasa sendiri dan tetap sertakan rujukan. Contoh: Menurut Putusan PTUN Samarinda (No. 27/G/2020/PTUN.SMD), izin yang bertentangan dengan ketentuan teknis pertanahan harus dibatalkan karena menimbulkan kerugian pihak lain.
Verifikasi Sumber: Di Mana Mencari Putusan?
Beberapa repositori resmi dan otoritatif untuk mencari dan memverifikasi putusan:
- SINTA (Kemdiktisaintek) — metadata jurnal dan artikel hukum: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda (portal publikasi nasional): https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal untuk identifikasi jurnal cetak/online: https://portal.issn.org/
- Google Scholar untuk penyebaran akademik: https://scholar.google.com/
Strategi Publikasi: Menghubungkan Kutipan Putusan dengan Kriteria Jurnal
Sebelum submit, cocokan artikel Anda dengan scope jurnal—apakah fokusnya teoritis, empiris, atau analitik-preskriptif (sebagaimana disarankan dalam studi tentang penulisan artikel berbasis putusan pengadilan). Lakukan pre-submission review, cek template jurnal, dan pastikan sitasi putusan ditata sesuai pedoman. Untuk meningkatkan peluang publikasi di jurnal Sinta 2–4 atau terindeks internasional (Scopus), optimalkan literature review, metodologi yang replikabel, dan gunakan tools akademik seperti Mendeley untuk manajemen referensi serta Grammarly untuk proofreading.
Contoh Penerapan di Bagian Metodologi dan Analisis
Jika penelitian Anda adalah studi putusan, jelaskan metode seleksi putusan (kriteria inklusi, periode waktu, jenis perkara). Sebagai contoh:
- Kriteria: putusan PTUN dan MA yang memutus sengketa pertanahan tahun 2018–2023.
- Metode: analisis yuridis komparatif, coding isu utama, dan triangulasi dokumen.
- Output: identifikasi rentetan pertimbangan hukum yang dapat disintesiskan untuk rekomendasi kebijakan.
Tools & Praktik Editorial yang Direkomendasikan
- Mendeley atau Zotero untuk manajemen referensi dan integrasi sitasi (sitasi otomatis sesuai gaya jurnal).
- Turnitin untuk cek kesamaan teks (mengurangi risiko duplikasi konten non-original).
- Grammarly untuk proofreading bahasa Inggris jika Anda menargetkan jurnal internasional (perhatikan impact factor quartile dan kebijakan editorial).
Contoh Kutipan Praktis (Ringkasan)
- In-text: (Putusan MA RI, No. 45 K/PHI/2020)
- Daftar Pustaka: Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Nomor 45 K/PHI/2020, tanggal [dd mm yyyy].
- Jika online: sertakan URL dan tanggal akses, contohnya: tersedia di situs resmi pengadilan (akses 20 Januari 2026).
Bagaimana Mahri Publisher Dapat Membantu
Jika Anda masih ragu tentang format sitasi atau memerlukan pendampingan publish-ready (editing, pre-submission review, cek plagiarisme, atau strategi publikasi), tim Mahri Publisher menyediakan layanan pendampingan publikasi jurnal nasional dan internasional. Pelayanan kami meliputi proofreading akademik, penyesuaian template jurnal, dan strategi submit untuk jurnal terindeks Sinta hingga Scopus. Kunjungi layanan publikasi kami di Mahri Publisher – Publikasi atau mulai proses order melalui Form Order.
Kesimpulan
Mengutip putusan pengadilan dengan benar adalah keterampilan penting bagi penulis akademik bidang hukum. Contoh Kutipan dari Putusan Pengadilan dalam Artikel Ilmiah yang disajikan di sini mencakup format in-text, daftar referensi, etika sitasi, dan checklist praktis. Terapkan pre-submission review, gunakan repositori resmi (SINTA, Garuda, ISSN, Google Scholar), serta tools akademik seperti Mendeley dan Turnitin untuk memastikan Anda mematuhi standar editorial dan etika. Butuh percepatan publikasi? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher untuk solusi publikasi dan pendampingan sampai artikel Anda submit dan direvisi.
References
- Pratiwi, E. T., et al. (2022). Teori Utilitarianisme Jeremy Bentham: Tujuan Hukum Atau Metode Pengujian Produk Hukum? https://doi.org/10.31078/jk1922
- Shidarta, B. A. (2020). Dari Pengembanan Hukum Teoretis ke Pembentukan Ilmu Hukum Nasional Indonesia. https://doi.org/10.22437/ujh.3.2.441-476
- Simarmata, R. (2018). Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat. https://doi.org/10.22146/jmh.37512
- Shidarta, S. (2022). Putusan Pengadilan sebagai Objek Penulisan Artikel Ilmiah. https://doi.org/10.22437/ujh.5.1.105-142
- Amus, M. K., et al. (2024). Analisis Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda dalam Sengketa Pertanahan: Studi Kasus Nomor 27/G/2020/PTUN.SMD. https://doi.org/10.47776/alwasath.v5i1.768
- SINTA (Kemdiktisaintek). https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda (Portal Publikasi). https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal. https://portal.issn.org/
- Google Scholar. https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















