Pendahuluan
Bahasa yang Tepat untuk Menulis Kesimpulan menjadi masalah krusial bagi banyak peneliti dan dosen yang ingin meningkatkan peluang publikasi. Kesimpulan yang lemah seringkali menyebabkan rujukan yang tidak jelas, penolakan reviewer, atau rekomendasi yang tidak actionable bagi pembaca. Artikel ini memberikan panduan praktis, contoh kalimat, dan checklist untuk menulis kesimpulan yang jelas, ringkas, serta sesuai standar jurnal nasional dan internasional.
Mengapa Bahasa Kesimpulan Sangat Penting?
Kesimpulan adalah bagian terakhir yang sering menjadi kesan terakhir reviewer dan pembaca. Bahasa yang tepat membantu menyampaikan kontribusi penelitian secara ringkas, menjelaskan implikasi praktik atau teori, serta menegaskan keterbatasan dan rekomendasi lanjutan. Penelitian tentang pemakaian bahasa dan penalaran menegaskan bahwa kemampuan menulis kesimpulan argumentatif membutuhkan struktur penalaran yang kuat agar pembaca dapat mengikuti alur logika (Sumarwati & Sugono, 2021). Selain itu, metodologi yang transparan dan replikabel pada bagian lain makalah (bab Metode) memperkuat validitas kesimpulan yang diajukan (Eravianti, 2021).
Problem → Solusi → Benefit: Struktur Umum Kesimpulan
Gunakan pola Problem-Solution-Benefit agar kesimpulan terfokus dan bernilai. Berikut struktur minimal yang direkomendasikan:
- Problem: Reiterasi singkat tujuan atau pertanyaan penelitian.
- Solution/Findings: Ringkasan temuan utama dengan bahasa yang tepat (hindari klaim berlebihan).
- Benefit/Implikasi: Dampak pada teori, praktik, kebijakan, atau riset lanjutan.
- Limitasi & Rekomendasi: Satu atau dua kalimat singkat tentang keterbatasan dan saran tindak lanjut.
Kesalahan Umum Saat Menulis Kesimpulan → Solusi → Dampak
Kesalahan 1: Kesimpulan Terlalu Umum atau Mengulang Abstrak
Problem: Banyak penulis sekadar mengulang kalimat abstrak tanpa menegaskan kontribusi baru.
Solusi: Fokuskan pada kontribusi unik penelitian dan apa yang temuan tambahkan ke literatur.
Dampak: Kesimpulan yang spesifik meningkatkan kredibilitas dan memudahkan reviewer menilai novelty.
Contoh:
- Sebelum: “Penelitian ini menunjukkan hubungan antara A dan B.”
- Sesudah: “Hasil menunjukkan hubungan positif antara A dan B pada konteks populasi X, menyoroti peran variabel C sebagai mediator.”
Kesalahan 2: Menarik Kesimpulan tanpa Dasar Data
Problem: Klaim yang tidak didukung data atau yang “membuktikan” hipotesis secara mutlak.
Solusi: Gunakan bahasa hedging yang proporsional—mis. “mengindikasikan”, “menunjukkan”, “dapat diinterpretasikan sebagai”. Hindari kata seperti “membuktikan” kecuali ada bukti eksperimental yang sangat kuat.
Dampak: Penggunaan hedging menjaga integritas ilmiah dan mengurangi risiko penolakan karena over-claim.
Kesalahan 3: Bahasa Ambigu dan Non-determinatif
Problem: Kalimat yang samar-samar membuat pembaca bingung mengenai implikasi penelitian.
Solusi: Gunakan struktur kalimat aktif dan istilah yang terdefinisi. Jika perlu, sertakan ukuran efek atau nilai statistik singkat.
Contoh perbaikan:
- Tidak jelas: “Hasil ini penting untuk pendidikan.”
- Jelas: “Temuan ini menunjukkan peningkatan skor X sebesar 12% (p < 0,05), yang relevan untuk desain kurikulum pembelajaran Y.”
Kesalahan 4: Memperkenalkan Data Baru di Kesimpulan
Problem: Menyertakan hasil atau analisis yang belum dibahas sebelumnya.
Solusi: Pastikan semua informasi di kesimpulan sudah dijelaskan pada bagian hasil atau pembahasan—kesimpulan hanya merangkum dan menafsirkan.
Dampak: Mencegah kebingungan reviewer dan menjaga koherensi manuskrip.
Kesalahan 5: Nada Bahasa Tidak Sesuai Target Jurnal
Problem: Gaya bahasa terlalu informal untuk jurnal akademik atau terlalu teknis untuk jurnal lintas-disiplin.
Solusi: Sesuaikan register bahasa dengan target jurnal—periksa pedoman jurnal, contoh artikel terbitan, atau lakukan pre-submission review. Jurnal yang terindeks SINTA atau international memiliki ekspektasi tertentu; periksa halaman resmi SINTA (2026: dikelola Kemdiktisaintek) untuk orientasi awal (sinta.kemdiktisaintek.go.id).
Panduan Praktis: Pilihan Bahasa dan Contoh Kalimat
Di bawah ini adalah pilihan frase dan pola kalimat yang sering dipakai dalam kesimpulan akademik, beserta konteks penggunaannya:
- Untuk menyatakan temuan utama: “Penelitian ini menunjukkan…”, “Hasil menunjukkan bahwa…”
- Untuk menegaskan kekuatan bukti: “Data mendukung hipotesis bahwa…”, “Analisis multivariat mengindikasikan…”
- Untuk memberi implikasi praktis: “Temuan ini merekomendasikan penerapan…”, “Saran bagi praktisi:…”
- Untuk menyatakan keterbatasan: “Keterbatasan penelitian meliputi…”, “Perlu kehati-hatian karena…”
- Untuk rekomendasi riset lanjutan: “Studi selanjutnya diharapkan…”, “Riset masa depan sebaiknya mempertimbangkan…”
Contoh template kesimpulan (1 paragraf, 3-5 kalimat):
“Penelitian ini menunjukkan bahwa [temuan utama], khususnya pada [konteks/populasi]. Temuan ini mengindikasikan [implikasi teoretis/praktis]. Keterbatasan utama adalah [keterbatasan singkat], sehingga studi selanjutnya sebaiknya [rekomendasi].”
Kalimat Contoh untuk Berbagai Jenis Penelitian
Penelitian Kuantitatif
“Analisis regresi menunjukkan pengaruh signifikan variabel X terhadap Y (β = 0.35, p < 0.01), menegaskan hipotesis bahwa X memoderasi hubungan antara A dan B. Temuan ini relevan untuk kebijakan Z dan merekomendasikan implementasi intervensi berbasis bukti pada populasi X.”
Penelitian Kualitatif
“Temuan menunjukkan motif utama yakni M, yang mencerminkan persepsi partisipan terhadap fenomena Y. Interpretasi ini memperluas pemahaman konseptual dan menyarankan pengujian temuan melalui desain mixed-methods pada studi selanjutnya.”
Checklist Pra-Publikasi: Evalusi Bahasa Kesimpulan
- Apakah kesimpulan merangkum temuan utama tanpa mengulang teks abstrak secara verbatim?
- Apakah bahasa mengandung hedging yang sesuai (jika diperlukan) dan menghindari over-claim?
- Apakah tidak ada data baru yang belum dibahas sebelumnya?
- Apakah implikasi dan rekomendasi jelas dan actionable?
- Apakah gaya bahasa sesuai dengan target jurnal (cek contoh artikel di jurnal sasaran dan pedoman pengiriman)?
- Sudahkah melakukan pre-submission review dan proofreading (mis. Turnitin untuk cek duplikasi, Mendeley untuk referensi, dan Grammarly untuk gaya bahasa)?
Tips Teknis dan Strategis untuk Proses Submit
- Sesuaikan panjang kesimpulan dengan tipe artikel: research articles biasanya 3–5 kalimat padat; review articles bisa lebih panjang.
- Gunakan voice aktif bila ingin menegaskan tindakan atau kontribusi; gunakan pasif jika ingin menekankan hasil secara objektif.
- Jika mengincar jurnal bereputasi (Sinta 1 / Scopus), periksa gaya bahasa dan kutipan terkait impact factor quartile jurnal tersebut.
- Lakukan pre-submission review untuk mengurangi risiko desk rejection; layanan pendampingan seperti proofreading dan pre-submission review dapat menambah peluang diterima (tingkat keberhasilan tinggi berdasar data internal).
Relevansi untuk Peneliti Indonesia: SINTA, Garuda, dan Standar Internasional
Untuk peneliti yang menargetkan jurnal nasional terindeks SINTA atau jurnal internasional, penting untuk menyesuaikan bahasa kesimpulan dengan standar editorial. Per 2026, SINTA dikelola oleh Kemdiktisaintek (sinta.kemdiktisaintek.go.id), dan publikasi yang jelas pada kesimpulan memperbesar peluang visibilitas di basis data seperti Garuda (garuda.kemdiktisaintek.go.id) serta indeks internasional. Untuk verifikasi identitas jurnal dan ISSN, kunjungi portal.issn.org. Selain itu, Google Scholar tetap relevan untuk memeriksa sitasi dan literatur terkait (scholar.google.com).
Mengenai Mahri Publisher: Dukungan Praktis untuk Menyusun Kesimpulan yang Kuat
Mahri Publisher adalah partner yang mendampingi dosen, peneliti, dan akademisi dalam proses publikasi jurnal nasional & internasional. Layanan kami meliputi proofreading akademik, paraphrasing, pendampingan submit jurnal, dan konsultasi strategi publikasi. Jika Anda ingin bantuan menyempurnakan kesimpulan, atau memerlukan layanan pra-submit seperti pre-submission review, kunjungi halaman layanan publikasi kami di Mahri Publisher – Publikasi dan jika siap menggunakan layanan, formulir pemesanan tersedia di Form Order Mahri Publisher.
Kesimpulan
Menulis kesimpulan yang efektif membutuhkan perpaduan bahasa yang tepat, penalaran logis, dan kesesuaian dengan tujuan jurnal. Bahasa yang Tepat untuk Menulis Kesimpulan bukan hanya soal memilih kata yang “bagus”, melainkan menetapkan batas klaim, menyoroti kontribusi, dan memberi arahan riset lanjutan secara ringkas. Terapkan pola Problem-Solution-Benefit, gunakan hedging bila perlu, dan pastikan tidak memperkenalkan data baru. Untuk percepatan dan peningkatan peluang publikasi, konsultasi pra-submit dan layanan pendampingan editorial dapat menjadi langkah strategis. Butuh percepatan publikasi? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu langkah Anda berikutnya.
Referensi
- Sumarwati, M., & Sugono, D. (2021). Pemakaian Bahasa dan Penalaran sebagai Sarana untuk Menarik Kesimpulan Wacana Argumentasi. Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia. DOI: https://doi.org/10.30998/diskursus.v4i1.8401
- Eravianti, E. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. DOI: https://doi.org/10.31219/osf.io/cmv89
- Sony Kuswandi et al. (2020). Penerapan Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Bebas. Jurnal Tahsinia. DOI: https://doi.org/10.57171/jt.v2i1.280
- Resky Titha Nurun Nubuwah (2019). Pentingnya Diagnosa Keperawatan yang Tepat untuk Pemberian Asuhan Keperawatan yang Tepat. DOI: https://doi.org/10.31219/osf.io/akj93
- SINTA (2026) — Situs resmi SINTA dikelola Kemdiktisaintek: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda — Portal publikasi Indonesia: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal: https://portal.issn.org/
- Google Scholar: https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















