Pendahuluan
Cara Menulis Kesimpulan yang Singkat, Padat, dan Berkesan sering menjadi tantangan bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana. Kesimpulan yang lemah dapat mengaburkan kontribusi riset dan menurunkan peluang artikel lolos seleksi jurnal—termasuk jurnal terindeks Sinta atau indeks internasional. Dalam panduan ini Anda akan mendapatkan teknik praktis, checklist, dan contoh konkret untuk menyusun kesimpulan yang efektif dan berkesan.
Mengapa Kesimpulan Itu Penting? (Problem → Solution → Benefit)
Kesimpulan adalah bagian terakhir yang dibaca editor, reviewer, dan banyak pembaca. Problem yang sering muncul adalah kesimpulan yang panjang, mengulang, atau menghadirkan temuan baru yang tidak dibahas sebelumnya. Solusinya adalah menerapkan prinsip singkat, padat, dan berkesan sehingga pesan utama riset mudah ditangkap. Benefitnya: impresi akhir lebih kuat, mempermudah proses peer review, dan membantu pembaca menyimpulkan kontribusi penelitian Anda secara cepat.
Dalam konteks publikasi ilmiah, kualitas akhir naskah—termasuk kesimpulan—mempengaruhi metrik seperti sitasi dan visibilitas pada portal akademik seperti Google Scholar dan indeks nasional seperti SINTA (dikelola oleh Kemdiktisaintek pada 2026). Untuk itu, kesimpulan yang tepat bukan hanya soal tata bahasa, tetapi juga strategi komunikasi akademik.
Kesalahan Umum Menulis Kesimpulan → Solusi → Dampak
1. Menyajikan Data Baru di Kesimpulan
Penyebab umum: penulis ingin “menyisipkan” temuan tambahan yang belum dianalisis. Solusi: hanya ringkas temuan yang sudah dibahas di bab hasil dan diskusi—jangan perkenalkan data baru. Dampak: menghindari kebingungan reviewer dan pengulangan pekerjaan tambahan yang bisa menurunkan skor review.
2. Kesimpulan Terlalu Panjang atau Mengulang seluruh Bab
Penyebab: kecenderungan untuk menulis ulang seluruh abstrak atau diskusi. Solusi: gunakan 3–5 kalimat yang merangkum kontribusi, implikasi, dan rekomendasi praktis. Dampak: meningkatkan keterbacaan dan impresi akhir yang positif.
3. Bahasa Pasif, Tidak Tegas, atau Klise
Penyebab: gaya akademik yang berlebihan membuat kalimat kehilangan kekuatan. Solusi: gunakan kalimat aktif, kata kerja tegas, dan istilah yang spesifik (mis. “menunjukkan”, “mengonfirmasi”, “merekomendasikan”). Dampak: pembaca lebih mudah memahami kontribusi Anda dan rekomendasi menjadi lebih actionable.
4. Tidak Menghubungkan Temuan dengan Tujuan Awal
Penyebab: lupa mengaitkan hasil penelitian dengan gap yang diidentifikasi di pendahuluan. Solusi: akhiri kesimpulan dengan kalimat yang menunjukkan bagaimana penelitian menutup gap tersebut dan apa implikasinya. Dampak: memperjelas kontribusi ilmiah dan nilai tambah untuk reviewer/editor.
Prinsip “Singkat, Padat, Berkesan” — Definisi dan Teknik
- Singkat: Batasi kesimpulan ke 3–5 kalimat (sekitar 60–120 kata) untuk artikel jurnal standar. Untuk laporan panjang atau dissertation, 1 paragraf ringkas di bagian akhir tetap ideal.
- Padat: Setiap kalimat harus membawa informasi bernilai: kontribusi, bukti utama, dan implikasi. Hindari frasa umum tanpa penguatan data.
- Berkesan: Akhiri dengan pernyataan implikasi atau rekomendasi yang relevan — satu kalimat yang membuat pembaca mengingat kontribusi Anda.
Teknik khusus:
- Mulai dengan satu kalimat top-line yang menyatakan kontribusi utama.
- Ikuti dengan satu kalimat bukti utama (contoh: efektivitas intervensi secara kuantitatif: “meningkat 24% dibanding kontrol”).
- Tutup dengan implikasi atau rekomendasi singkat yang sesuai audiens (praktisi, pengambil kebijakan, atau peneliti selanjutnya).
Langkah-langkah Praktis Menulis Kesimpulan (Checklist Step-by-Step)
Gunakan checklist berikut sebelum menulis dan setelah merevisi kesimpulan Anda:
- 1. Baca kembali tujuan penelitian dan pertanyaan riset—pastikan kesimpulan menjawab keduanya.
- 2. Rangkum kontribusi utama dalam satu kalimat (top-line statement).
- 3. Pilih satu atau dua bukti paling kuat dari hasil yang mendukung klaim tersebut.
- 4. Jelaskan implikasi praktis atau teoritis secara singkat (siapa yang diuntungkan, bagaimana).
- 5. Hindari penambahan data baru, definisi baru, atau sitasi baru.
- 6. Gunakan kalimat aktif dan kata kerja yang kuat.
- 7. Lakukan pre-submission review (cek format jurnal, tata bahasa, dan Turnitin) sebelum submit.
- 8. Minta umpan balik rekan sejawat untuk menguji apakah pesan akhir sudah tersampaikan.
Template Kalimat Kesimpulan untuk Berbagai Jenis Artikel
Berikut template yang dapat Anda adaptasi sesuai metodologi penelitian:
- Artikel Eksperimen Kuantitatif: “Hasil penelitian menunjukkan bahwa [intervensi] meningkatkan [variabel] sebesar [angka], yang mengindikasikan bahwa [interpretasi singkat]. Implikasi praktisnya adalah [rekomendasi singkat].”
- Studi Kualitatif: “Analisis menunjukkan tema utama [tema], yang memperkaya pemahaman tentang [fenomena]. Temuan ini merekomendasikan [implikasi praktis atau arah riset berikutnya].”
- Tinjauan Literatur/Theoretical: “Sintesis literatur menunjukkan adanya gap di [area], yang menuntut penelitian lebih lanjut pada [isu]. Kontribusi utama paper ini adalah [kontribusi].”
Contoh Praktis: Perbaikan Kesimpulan (Before → After)
Contoh 1 — Before:
“Kesimpulannya, penelitian ini membahas dampak A terhadap B dan terdapat beberapa implikasi untuk penelitian selanjutnya.” (Kurang spesifik, klise)
Contoh 1 — After:
“Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi A meningkatkan B sebesar 18% (p<0,05), membuktikan efektivitas pendekatan X. Diharapkan hasil ini dapat digunakan oleh praktisi untuk merancang program Y dan menjadi dasar studi longitudinal berikutnya.” (Singkat, padat, berkesan)
Contoh 2 — Before:
“Studi ini memiliki keterbatasan, seperti ukuran sampel. Penelitian lebih lanjut diperlukan.” (Terlalu umum)
Contoh 2 — After:
“Walau ukuran sampel terbatas pada N=120, efek yang diamati konsisten di semua analisis sensitifitas; oleh karena itu, studi lanjutan dengan desain longitudinal dianjurkan untuk menguji kestabilan efek dalam konteks lain.” (Memberi arah riset yang jelas)
Hubungan Kesimpulan dengan Proses Publikasi
Kesimpulan yang jelas membantu editor dan reviewer memahami kontribusi Anda dengan cepat—ini penting dalam proses seleksi jurnal SINTA atau jurnal internasional bereputasi (impact factor quartile). Melakukan pre-submission review yang mencakup pemeriksaan kesimpulan dapat meningkatkan peluang diterima. Di Mahri Publisher, tim kami menyediakan layanan proofreading, pre-submission review, dan cek plagiarisme (Turnitin) yang membantu memperhalus bagian akhir naskah—memberikan edge pada tahap review (tingkat keberhasilan tinggi berdasar data internal kami).
Untuk informasi layanan publikasi dan paket kami, kunjungi halaman publikasi Mahri Publisher: https://mahripublisher.com/publikasi/. Jika Anda siap meminta pendampingan, gunakan formulir order di https://mahripublisher.com/order.
Checklist Final Sebelum Menekan Tombol Submit
- Pastikan kesimpulan menjawab tujuan dan pertanyaan riset.
- Periksa bahwa tidak ada data baru yang diperkenalkan.
- Jaga panjang 3–5 kalimat (atau satu paragraf ringkas) untuk artikel standar.
- Gunakan kalimat aktif dan jelas—hindari pengulangan yang tidak perlu.
- Cek konsistensi dengan abstrak dan judul—pesan harus selaras.
- Gunakan alat pendukung: Turnitin untuk cek plagiarisme, Mendeley untuk manajemen referensi, Grammarly untuk proofreading awal (catatan: gunakan juga pemeriksaan manual oleh ahli bahasa).
- Verifikasi pedoman jurnal (format, kata maksimum) melalui portal jurnal yang dituju; untuk jurnal nasional periksa status di SINTA: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/ dan indeks lainnya di Garuda: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/.
Kiat Lanjutan dari Praktisi dan Reviewer
- Lakukan sesi “read-aloud”—baca bagian kesimpulan keras-keras untuk mengecek kelancaran dan kekuatan pesan.
- Minta rekan bukan spesialis untuk membaca kesimpulan: jika mereka mengerti kontribusi utama, maka kesimpulan sudah berkesan.
- Gunakan metrik ringkas jika memungkinkan (angka persentase, confidence interval) untuk memperkuat klaim tanpa memperpanjang teks.
- Sesuaikan nada: untuk jurnal kebijakan gunakan implikasi tindakan; untuk jurnal teoretis fokus pada kontribusi konsep.
Penutup
Kesimpulan yang ditulis dengan metode benar akan memperkuat pesan ilmiah Anda dan memudahkan proses review. Ingat prinsip: singkat—padat—berkesan. Terapkan checklist praktis di atas, gunakan alat pendukung seperti Turnitin dan manajemen referensi, serta lakukan pre-submission review. Jika Anda ingin percepatan dan pendampingan publikasi (editing, proofreading, atau pendampingan submit jurnal), tim Mahri Publisher siap membantu dengan layanan yang transparan dan berstandar akademik. Butuh percepatan publikasi? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher dapat membantu Anda menyempurnakan kesimpulan dan naskah: Lihat layanan publikasi atau mulai proses pendampingan di Form Order.
References
- Levitin, D. J. (2006). This is Your Brain on Music: The Science of a Human Obsession. (Referensi terkait persepsi dan kreativitas dalam komunikasi—berguna untuk memahami aspek retoris dalam penulisan).
- Tirtoni, F. (2017). Pembelajaran Terpadu Di Sekolah Dasar. Umsida Press. DOI: https://doi.org/10.21070/2017/978-979-3401-61-4.
- Amalia, A. (2017). Analisis Gradasi Materi Saraf Dalam Buku Belajar Tasrif Sistem 20 Jam. Al Mahāra Jurnal Pendidikan. DOI: https://doi.org/10.14421/almahara.2017.031-06.
- Muhariani, W., et al. (2023). Pelatihan Menulis Komentar Singkat, Padat dan Tepat. Indonesian Collaboration Journal of Community Services (ICJCS). DOI: https://doi.org/10.53067/icjcs.v3i4.145.
- Sudianto, N. (2017). Peningkatan Kemampuan Menulis Pengalaman Dengan Menggunakan Bahasa yang Berkesan. Pedagogik: Jurnal Pendidikan. DOI: https://doi.org/10.33084/pedagogik.v12i1.416.
- Portal SINTA (2026 update): https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda (Indeks Nasional): https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal: https://portal.issn.org/
- Google Scholar: https://scholar.google.com/





![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)

















