Pengenalan Singkat
Perbedaan Kebijakan Open Access antara Jurnal Sinta dan Scopus sering menimbulkan kebingungan bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana yang ingin mempublikasikan hasil risetnya. Dalam praktik publikasi ilmiah, pemahaman tentang kebijakan open access membantu penulis memilih strategi publikasi yang tepat, mengoptimalkan visibilitas, dan menghindari masalah hak cipta atau biaya tak terduga.
Problem: Mengapa Perbandingan Ini Penting?
Banyak penulis bertanya: apakah memilih jurnal terindeks Sinta atau Scopus mempengaruhi status open access artikel saya? Perbedaan kebijakan open access berdampak pada akses pembaca, biaya (APC), lisensi hak cipta, dan kewajiban deposit di repositori nasional. Ketidaktahuan tentang perbedaan ini dapat menyebabkan keterlambatan publikasi, pelanggaran kebijakan sponsor, atau berkurangnya jangkauan sitasi.
Dasar Teoretis: Apa Itu Open Access?
Sebelum membahas perbandingan, penting memahami kategori open access yang umum dipakai dalam dunia akademik:
- Gold Open Access: Artikel tersedia langsung di situs jurnal; seringkali terkait dengan Article Processing Charge (APC).
- Green Open Access: Penulis mengarsipkan versi pra-cetak atau post-print di repositori institusi atau repositori subjek (mis. Garuda).
- Diamond/Platinum Open Access: Jurnal menyediakan akses bebas tanpa APC, pembiayaan berasal dari sponsor atau institusi.
- Hybrid Open Access: Jurnal berlangganan yang menyediakan opsi OA berbayar untuk artikel tertentu.
Istilah teknis yang relevan: pre-submission review, embargo period, CC-BY/CC-BY-NC licenses, dan impact factor quartile / CiteScore quartile.
Solution: Perbandingan Kebijakan Open Access — Sinta vs Scopus
Berikut analisis silang yang praktis dan langsung bisa Anda pakai saat memilih target jurnal.
1. Status dan Fungsi Indeks
- Sinta: Sistem penilaian nasional yang dikelola oleh Kemdiktisaintek sejak 2026; fokus adalah mengukur kualitas jurnal Indonesia (Sinta 1–6). Sinta tidak secara langsung menetapkan satu skema open access nasional yang seragam, namun mendorong keterbukaan dan akses hasil penelitian nasional (sumber: SINTA Kemdiktisaintek).
- Scopus: Basis data internasional oleh Elsevier yang mengindeks jurnal dari berbagai penerbit global. Scopus tidak memaksakan kebijakan OA tunggal; mereka mengkategorikan jurnal berdasarkan apakah jurnal tersebut open access (Gold/Hybrid) dan menyediakan metadata terkait APC dan lisensi pada tingkat penerbit/jurnal (Scopus).
2. Kebijakan Lisensi dan Hak Cipta
- Sinta: Karena Sinta adalah indeks nasional, kebijakan lisensi bergantung pada tiap jurnal. Banyak jurnal Sinta (terutama yang dikelola universitas) memakai lisensi CC-BY-NC atau menuntut transfer hak cipta ke dewan redaksi. Jika jurnal adalah OA, seringkali menggunakan Creative Commons, tetapi tidak seragam.
- Scopus: Jurnal terindeks Scopus mengikuti kebijakan penerbitnya; banyak jurnal internasional Gold OA menggunakan CC-BY (lebih permisif), sementara beberapa memilih CC-BY-NC. Scopus sendiri hanya menginformasikan status dan tidak mengatur lisensi.
3. Biaya (APC) dan Model Pembiayaan
- Sinta: Banyak jurnal nasional menyediakan model Diamond OA (tanpa APC) atau sumber dana terbatas sehingga APC relatif rendah. Namun, kualitas dan sumber pendanaan bervariasi antar jurnal Sinta 1–6.
- Scopus: Rentang besar — dari Diamond OA, Gold OA ber-APC tinggi (sering di jurnal bereputasi internasional), hingga Hybrid. Penulis internasional sering menghadapi APC yang signifikan di jurnal bereputasi tinggi.
4. Repositori dan Kewajiban Deposit
- Sinta: Banyak jurnal yang mensyaratkan deposit metadata atau full text ke repositori nasional seperti Garuda untuk meningkatkan keterlihatan nasional (GARUDA).
- Scopus: Tidak mensyaratkan deposit ke repositori tertentu; penulis dapat menggunakan repositori institusi atau subjek. Namun, beberapa funder internasional yang mensyaratkan OA (mis. Wellcome Trust) mengharuskan deposit ke repositori yang dapat diakses publik.
5. Embargo dan Versi yang Diizinkan
- Sinta: Kebijakan embargo bergantung pada jurnal. Banyak jurnal nasional memperbolehkan self-archiving versi pre-print atau post-print tanpa embargo panjang.
- Scopus: Penerbit internasional memiliki variasi embargo; Sherpa/RoMEO adalah alat yang praktis untuk mengecek apakah jurnal memperbolehkan self-archiving dan versi apa yang diizinkan.
6. Keterlihatan dan Pengaruh Sitasi
- Sinta: Jurnal terindeks Sinta membantu pemenuhan kebutuhan administratif (BKD, Serdos, syarat akademik) dan visibilitas nasional; namun, jangkauan internasional bisa lebih terbatas dibanding jurnal Scopus.
- Scopus: Indeksasi Scopus umumnya meningkatkan visibilitas internasional dan peluang sitasi lintas negara; jurnal open access dalam Scopus seringkali mendapatkan peningkatan akses pembaca dan potensi sitasi (tergantung kualitas dan quartile).
Benefit: Implikasi untuk Penulis
Mengetahui perbedaan kebijakan open access ini membantu Anda membuat keputusan strategis. Berikut manfaat praktis yang dapat muncul:
- Mengurangi risiko pelanggaran hak cipta dengan mengikuti lisensi jurnal.
- Memilih jalur publikasi (Gold/Green) sesuai keterbatasan dana dan kebutuhan funder.
- Meningkatkan peluang diterima dan sitasi dengan menyesuaikan format deposit dan metadata (contoh: DOI, ORCID).
Praktik Terbaik: Checklist Langkah-demi-Langkah untuk Penulis
Gunakan checklist ini sebelum submit ke jurnal Sinta atau jurnal yang diindeks Scopus:
- 1) Verifikasi status indeks jurnal (Sinta/Scopus) melalui situs resmi: SINTA (SINTA) dan Scopus (Scopus).
- 2) Cek kebijakan open access dan lisensi pada laman jurnal. Pastikan apakah CC-BY atau CC-BY-NC digunakan.
- 3) Periksa biaya (APC) dan kemungkinan pembebasan atau beasiswa publikasi oleh institusi.
- 4) Gunakan Sherpa/RoMEO atau DOAJ untuk mengecek kebijakan self-archiving dan apakah jurnal terdaftar sebagai OA pada DOAJ (DOAJ).
- 5) Siapkan pre-submission review untuk menilai kesesuaian naskah dengan kebijakan akses dan format jurnal.
- 6) Siapkan metadata lengkap: abstrak, kata kunci, DOI (jika ada), ORCID, data pendukung (data set), dan file manuskrip sesuai template.
- 7) Jika diarahkan ke deposit nasional, unggah ke Garuda atau repositori institusi sesuai peraturan jurnal dan funder.
Contoh Kasus Nyata
Contoh 1: Dosen X ingin publikasi tanpa biaya dan memerlukan pengakuan nasional untuk kenaikan pangkat. Pilihan: jurnal Sinta Diamond OA (tanpa APC), pastikan jurnal menerima deposit di Garuda dan lisensi tidak membatasi penggunaan akademik.
Contoh 2: Peneliti Y menargetkan audiens internasional dan ingin artikel tersedia tanpa embargo. Pilihan: jurnal Scopus Gold OA dengan lisensi CC-BY (APC mungkin diterapkan). Pertimbangkan biaya dan kebijakan funder.
Tools dan Sumberdaya yang Direkomendasikan
- SINTA (Kemdiktisaintek) — untuk status jurnal nasional: sinta.kemdikbud.go.id
- GARUDA — repositori nasional untuk deposit metadata dan full-text: garuda.kemdikbud.go.id
- DOAJ — daftar jurnal OA bereputasi: doaj.org
- Scopus — cek indeksasi internasional: scopus.com
- Google Scholar — pelacakan sitasi: scholar.google.com
- Alat pendukung akademik: Mendeley (Mendeley), Turnitin (Turnitin), Grammarly (Grammarly).
Strategi Praktis: Memutuskan Target Jurnal
Gunakan pendekatan berikut untuk memutuskan apakah Anda akan memilih jurnal Sinta atau jurnal Scopus terkait open access:
- Prioritas administratif lokal (BKD, Serdos): pilih jurnal Sinta dengan peringkat sesuai kebutuhan (Sinta 1–4 untuk kepangkatan dan BKD).
- Prioritas visibilitas internasional: pilih jurnal Scopus, periksa apakah jurnal menyediakan jalur OA yang sesuai anggaran (Gold/Hybrid) dan lisensi yang menguntungkan.
- Prioritas biaya rendah: cari jurnal Diamond OA di Sinta atau Scopus, atau pilih Green OA dengan self-archiving di repositori institusi.
Benefit untuk Karir Akademik
Memilih jalur OA yang tepat mempercepat dampak akademik: akses lebih luas → potensi sitasi lebih tinggi → profil penelitian yang lebih kuat. Untuk dosen dan peneliti, strategi publikasi yang selaras dengan kebijakan jurnal dan funder meningkatkan peluang keberhasilan publikasi serta pengakuan akademik. Mahri Publisher sebagai partner pendamping publikasi dapat membantu mengoptimalkan strategi ini dan meningkatkan peluang keberhasilan berdasar data pengalaman tim kami.
Kesimpulan dan Rekomendasi Praktis
Perbedaan Kebijakan Open Access antara Jurnal Sinta dan Scopus bersifat operasional: Sinta berfungsi sebagai pengukur dan katalog nasional yang mendorong keterbukaan namun mengandalkan kebijakan jurnal individual, sementara Scopus adalah indeks internasional yang mencatat status OA berdasarkan kebijakan penerbit. Untuk penulis, kunci praktisnya adalah memeriksa kebijakan lisensi, biaya APC, persyaratan deposit, dan implikasi funder sebelum submit.
Checklist Ringkas (Final):
- Periksa status indeks (Sinta/Scopus).
- Konfirmasi jenis OA dan lisensi (CC-BY, CC-BY-NC, dll.).
- Periksa APC dan opsi pembebasan.
- Cek kewajiban deposit ke repositori nasional (Garuda) atau institusi.
- Gunakan tools: Sherpa/RoMEO, DOAJ, Turnitin, Mendeley.
Butuh percepatan publikasi atau pendampingan memilih jalur OA yang tepat? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu dengan pendekatan transparan, akurat, dan supportive untuk meningkatkan peluang publikasi Anda. Pelajari layanan kami di Mahri Publisher – Publikasi atau langsung pesan pendampingan melalui formulir: Form Order Mahri Publisher. Tingkat keberhasilan tinggi berdasar data pengalaman tim kami dalam mendampingi dosen dan peneliti.






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















