Pembukaan: Mengapa Memahami Perbedaan Ini Penting?
Perbedaan Proses Review di Jurnal Nasional dan Internasional sering menjadi sumber kebingungan bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana yang hendak menerbitkan karya ilmiah. Memahami perbedaan ini membantu Anda mengatur ekspektasi waktu, memperbaiki kualitas naskah sebelum submit, dan memilih strategi publikasi yang sesuai dengan tujuan akademik atau karier.
Ringkasan Singkat: Perbedaan Utama
- Lingkup reviewer: lokal vs internasional (keragaman latar belakang dan bahasa).
- Tingkat rigor: variabilitas kriteria ilmiah, sering lebih ketat di jurnal internasional bereputasi.
- Proses editorial: desk-rejection dan pre-submission review lebih konsisten pada jurnal internasional bereputasi.
- Waktu proses: jurnal nasional cenderung lebih cepat, sedangkan internasional bisa memakan waktu lebih lama.
- Penekanan etika dan indikator bibliometrik: jurnal internasional lebih menonjolkan impact factor, quartile, dan standar COPE.
1. Tahapan Review: Dari Submit hingga Publikasi
Secara umum, alur proses review dapat dirangkum sebagai berikut:
- Pre-submission check: penulis memeriksa format, plagiarism check (Turnitin).
- Desk screening: editor memutuskan apakah artikel layak dikirim ke reviewer.
- Peer review: single-blind, double-blind, atau open review.
- Rekomendasi editorial: accept, minor revision, major revision, atau reject.
- Revisi dan final decision: beberapa putaran revisi mungkin diperlukan.
- Copyediting, proofreading, dan publikasi final.
Perbedaan terbesar muncul pada intensitas masing-masing tahapan, waktu tunggu, dan ekspektasi kualitas bukti atau argumen.
2. Desk Rejection: Kenapa Ini Sering Terjadi?
Desk rejection adalah penolakan awal tanpa masuk ke peer review penuh. Pada jurnal internasional bereputasi, angka desk rejection bisa lebih tinggi (sering 40–70%) karena kriteria seleksi yang ketat dan volume submit yang besar. Jurnal nasional juga menerapkan desk screening, namun tingkatnya cenderung lebih rendah (misalnya 20–50%), tergantung reputasi jurnal dan kebijakan redaksional.
Faktor umum penyebab desk rejection:
- Ketidaksesuaian scope jurnal
- Masalah etika (duplikasi, konflik kepentingan)
- Kualitas bahasa dan struktur naskah yang buruk
- Kurangnya kontribusi ilmiah yang jelas
3. Sistem Peer Review: Perbandingan Metode
Metode review yang sering dipakai meliputi:
- Single-blind: reviewer tahu penulis, penulis tidak tahu reviewer.
- Double-blind: identitas penulis dan reviewer disamarkan satu sama lain.
- Open review: identitas terbuka dan/atau review dipublikasikan.
Jurnal internasional bereputasi sering menggunakan double-blind atau open review untuk mengurangi bias, sementara jurnal nasional bervariasi; beberapa masih menggunakan single-blind. Metode yang lebih transparan (open review) meningkatkan akuntabilitas namun menuntut reviewer yang percaya diri terhadap masukan terbuka.
4. Kualitas Reviewer dan Jaringan Peer
Perbedaan signifikan lain adalah komposisi dan jaringan reviewer:
- Jurnal internasional cenderung memiliki panel reviewer yang lebih tersebar secara geografis dan spesifik secara subdisiplin, sehingga kritiknya sering lebih mendalam secara metodologis dan konseptual.
- Jurnal nasional mungkin mengandalkan reviewer lokal yang memahami konteks regional, namun cakupan metodologinya dapat lebih variatif.
Untuk meningkatkan peluang diterima, penulis harus menyesuaikan naskah dengan ekspektasi reviewer yang dituju—misalnya lengkapi data, jelaskan kontribusi teoritis baru, dan perkuat analisis statistik jika diperlukan.
5. Bahasa dan Kualitas Penulisan
Bahasa adalah faktor praktis namun krusial. Jurnal internasional biasanya menghendaki bahasa Inggris akademik yang rapi; kekurangan tata bahasa atau leksikal dapat menyebabkan penolakan atau permintaan proofreading. Jurnal nasional sering menerima Bahasa Indonesia, tetapi jurnal bereputasi nasional yang terindeks SINTA 1/2 mungkin juga mensyaratkan abstrak dalam Bahasa Inggris.
Alat bantu populer: Grammarly, Mendeley untuk sitasi, dan Turnitin untuk cek plagiarisme.
6. Etika Publikasi dan Plagiarisme
Standar etika (misalnya COPE guidelines) diikuti baik oleh jurnal nasional maupun internasional, namun penerapan dan pengawasan sering lebih ketat di jurnal internasional bereputasi. Cek plagiarisme, data fabrication, dan self-plagiarism menjadi fokus utama. Banyak jurnal internasional menggunakan Turnitin atau iThenticate secara rutin.
7. Waktu Proses: Harapan Realistis
Perbedaan waktu proses umumnya:
- Jurnal Nasional: 1–6 bulan (tergantung ragam jurnal; SINTA 2–4 dapat lebih cepat)
- Jurnal Internasional: 3–12+ bulan (termasuk beberapa bulan untuk multiple review rounds)
Variasi dipengaruhi volume submit, ketersediaan reviewer, dan kebijakan editorial. Data industri publikasi 2024–2026 menunjukkan tren perpanjangan waktu review pada jurnal internasional karena beban reviewer yang meningkat (sumber: SINTA Kemdiktisaintek dan laporan DOAJ).
8. Kriteria Penilaian: Apa yang Dinilai Reviewer?
Reviewer biasanya menilai:
- Originalitas dan kontribusi ilmiah
- Kejelasan tujuan dan pertanyaan penelitian
- Kekokohan metodologi dan validitas data
- Konsistensi hasil dan diskusi
- Kualitas referensi (keterkaitan dengan literatur internasional paling baru)
Perbedaan: jurnal internasional meletakkan bobot lebih besar pada novelty dan relevansi global; jurnal nasional kadang menilai relevansi lokal atau aplikasi praktis lebih tinggi.
9. Revisi: Minor vs Major
Pada kedua tipe jurnal, reviewer dapat meminta revisi minor atau mayor. Revisi mayor di jurnal internasional sering menuntut analisis tambahan atau eksperimen baru; di jurnal nasional, revisi mayor mungkin fokus pada penguatan argumen, perbaikan bahasa, dan pengayaan referensi.
10. Indexing, Impact Metrics, dan Reputasi
Jurnal internasional sering menonjolkan indeksasi di Scopus, Web of Science, atau DOAJ, serta indikator seperti impact factor atau impact factor quartile. Jurnal nasional yang terindeks SINTA (terkini dikelola oleh Kemdiktisaintek sejak 2026) memiliki peran signifikan untuk kebutuhan akademik lokal (angkat kepangkatan, persyaratan ujian). Lihat peringkat SINTA resmi di SINTA Kemdiktisaintek dan data publikasi nasional di Garuda.
Checklist Praktis: Persiapan Sebelum Submit
- Pastikan scope sesuai dengan jurnal target.
- Periksa template dan format jurnal.
- Lakukan cek plagiarisme (Turnitin/iThenticate) dan perbaiki sitasi.
- Gunakan proofreading profesional untuk naskah berbahasa Inggris.
- Siapkan cover letter yang jelas, menonjolkan novelty dan kontribusi.
- Masukkan data pendukung (raw data, kode, lampiran) jika diminta.
- Persiapkan daftar reviewer potensial (jika diminta oleh jurnal).
Jika Anda ingin dukungan profesional untuk tahap ini, lihat layanan publikasi Mahri Publisher di https://mahripublisher.com/publikasi/ atau langsung ajukan order pendampingan di https://mahripublisher.com/order.
Studi Kasus Singkat
Contoh nyata: Seorang peneliti bidang teknik mengirim naskah ke jurnal nasional SINTA 3 dan jurnal internasional bereputasi. Jurnal nasional memberikan keputusan minor revision dalam 6 minggu dengan permintaan memperbaiki bahasa dan menambah satu studi kasus lokal. Jurnal internasional memberikan major revision dalam 4 bulan, meminta analisis statistik tambahan dan komparasi dengan literatur internasional. Akhirnya penulis berhasil diterima di jurnal SINTA 3 lebih cepat, sementara proses internasional memakan waktu lebih lama namun memberikan jangkauan sitasi internasional lebih luas setelah terbit.
Tips Strategis Memilih Target Jurnal
- Tujuan akademik: butuh cepat untuk persyaratan kelulusan → pertimbangkan jurnal nasional bereputasi (SINTA 2–4).
- Membangun reputasi internasional: target jurnal Scopus/DOAJ/Index Copernicus dengan kesiapan naskah berbahasa Inggris dan bukti kontribusi global.
- Gunakan pre-submission inquiry di jurnal internasional untuk menghemat waktu jika ragu soal kecocokan scope.
Sumber dan Alat yang Direkomendasikan
- SINTA Kemdiktisaintek — daftar jurnal nasional terindeks.
- Garuda — portal publikasi dan repository nasional.
- DOAJ — direktori jurnal open access bereputasi.
- Google Scholar — pantau sitasi dan literatur terkait.
- Mendeley & Turnitin — alat sitasi dan cek plagiarisme.
Kesimpulan dan Rekomendasi Praktis
Singkatnya, perbedaan proses review di jurnal nasional dan internasional mencakup aspek waktu, keketatan seleksi, ekspektasi kualitas, dan jaringan reviewer. Pilih strategi berdasarkan tujuan publikasi: cepat dan relevan lokal, atau lambat namun bereputasi global. Persiapkan naskah dengan cek etika, proofreading, dan pemenuhan template agar peluang diterima meningkat.
Butuh percepatan publikasi atau pendampingan teknis (format, proofreading, cek plagiarisme, strategi submission)? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu Anda menyusun strategi publikasi yang tepat dan meningkatkan peluang diterima dengan tingkat keberhasilan tinggi berdasar data praktik kami. Kunjungi layanan kami di Mahri Publisher — Publikasi atau ajukan pendampingan melalui form order.






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















