Pembukaan singkat
7 Hal yang Harus Dicek Sebelum Klik ‘Submit’ di Sistem OJS adalah panduan ringkas untuk mengurangi risiko desk rejection dan mempercepat proses review. Banyak dosen dan peneliti frustrasi karena submit tanpa persiapan — artikel ditolak karena hal sederhana seperti metadata salah atau lampiran tidak terbaca.
Mengapa cek sebelum submit penting? (Problem → Solution → Benefit)
Problem: Penolakan awal (desk rejection) sering terjadi karena kesalahan non-substantif: format tidak sesuai, abstrak tidak ada versi bahasa Inggris, atau pernyataan etika tidak lengkap. Solution: Gunakan checklist pra-submit dan lakukan pre-submission review mandiri atau bersama rekan. Benefit: Mengurangi waktu revisi, meningkatkan peluang diterima, dan mempercepat publikasi yang berdampak pada metrik karir (BKD, serdos, promosi).
7 Hal yang Harus Dicek Sebelum Klik ‘Submit’ di Sistem OJS
Berikut 7 poin yang wajib Anda periksa—setiap poin disampaikan dengan Problem → Solusi → Dampak praktis. Gunakan checklist ini sebelum menekan tombol submit untuk meminimalkan kegagalan administratif dan etika.
1. Kepatuhan Format dan Template Jurnal
Problem: Banyak artikel ditolak karena tidak mengikuti template jurnal (mis. margin, gaya sitasi, struktur heading).
Solusi:
- Baca author guideline jurnal secara lengkap dan unduh template terbaru.
- Pastikan style (font, ukuran, margin) sesuai. Untuk OJS sering diminta file DOCX atau PDF—cek instruksi jurnal.
- Gunakan style reference manager (Mendeley atau Zotero) untuk konsistensi sitasi dan daftar pustaka.
Dampak: Menghemat waktu editor dan reviewer, meningkatkan professionalism naskah; contoh: konsistensi sitasi mengurangi permintaan revisi teknis.
2. Kelengkapan Metadata (Judul, Abstrak, Kata Kunci, Affiliasi)
Problem: Metadata yang tidak lengkap atau salah (mis. alamat e-mail penulis, spelling nama institusi, absentia ORCID) membuat naskah gagal diproses atau sulit diindeks.
Solusi:
- Isi semua field metadata di OJS: judul (versi bahasa Indonesia dan Inggris bila perlu), abstrak dua bahasa, 4-6 kata kunci yang relevan.
- Pastikan affiliasi penulis sesuai format institusi dan cantumkan ORCID jika diminta.
- Periksa ejaan nama penulis dan urutan penulis—ubah hanya setelah berkonsultasi dengan semua ko-penulis.
Dampak: Metadata akurat mempermudah indexing di Google Scholar dan Garuda, serta meningkatkan discoverability jurnal Anda.
3. Kualitas Abstrak dan Judul (Problem → Solusi → Benefit)
Problem: Abstrak yang samar atau tidak menggambarkan kontribusi utama menyebabkan reviewer memutuskan cepat bahwa naskah tidak relevan.
Solusi:
- Tulis abstrak yang jelas—tujuan, metode, hasil utama, implikasi. Singkat dan padat (150–250 kata umum).
- Masukkan kata kunci yang relevan pada abstrak untuk optimasi pencarian.
- Untuk jurnal internasional, sediakan abstrak bahasa Inggris yang baik; gunakan proofreading profesional (Grammarly/peer-review internal).
Dampak: Abstrak yang baik meningkatkan peluang artikel diteruskan ke review penuh (mengurangi desk rejection).
4. Etika Penelitian dan Kepatuhan HKI (Hak Kekayaan Intelektual)
Problem: Pelanggaran etika (duplikasi, plagiarisme, konflik kepentingan) serta masalah HKI (mis. klaim paten) dapat menyebabkan penarikan artikel atau tuduhan akademik serius.
Solusi:
- Jalankan pemeriksaan plagiarisme (mis. Turnitin) sebelum submit; targetkan similarity index rendah dan pastikan kutipan benar.
- Cantumkan pernyataan etika penelitian, persetujuan etik (jika penelitian melibatkan manusia/hewan), dan deklarasi konflik kepentingan.
- Jika penelitian memiliki aspek yang terkait paten/HKI, konsultasikan dengan kantor HKI kampus. Studi tentang pemegang paten dan aspek yang perlu dihindari sebelum ajukan paten memberi gambaran perlindungan HKI (lihat referensi terkait paten).
Dampak: Kepatuhan etika memperkuat reputasi penulis dan jurnal; mencegah risiko penarikan dan sanksi akademik.
5. Kelengkapan Referensi dan Konsistensi Sitasi
Problem: Referensi tidak lengkap, format campuran (APA & Vancouver bercampur), atau banyak referensi tidak terbit membuat reviewer meragukan kualitas pustaka.
Solusi:
- Gunakan manajer referensi (Mendeley) untuk format otomatis daftar pustaka sesuai template jurnal.
- Periksa setiap DOI dan pastikan semua kutipan memiliki rujukan lengkap (tahun, jurnal, volume, halaman atau DOI).
- Tambahkan literatur terbaru (2–5 tahun terakhir) untuk menunjukkan relevansi riset—cek indeks seperti Google Scholar untuk kutipan penting.
Dampak: Referensi yang kuat menunjukkan kapabilitas literatur dan menguatkan klaim ilmiah Anda.
6. Kualitas Gambar, Tabel, dan Lampiran (File & Metadata)
Problem: Gambar buram, tabel tak terbaca, atau file lampiran hilang membuat reviewer kesulitan menilai metodologi dan hasil.
Solusi:
- Gunakan format gambar minimal 300 dpi (TIFF atau PNG untuk grafik; JPEG untuk foto dengan kualitas tinggi).
- Label tabel dan gambar sesuai urutan kemunculan; sertakan caption yang informatif.
- Jika ada data mentah atau supplementary material, unggah ke repository dan cantumkan link (atau upload file sesuai panduan OJS).
Dampak: Presentasi yang rapi memperjelas temuan dan mengurangi permintaan revisi layout.
7. Biaya Publikasi, Hak Cipta, dan Surat Pernyataan
Problem: Kebingungan soal biaya publikasi (APC), hak cipta, atau pernyataan license dapat menunda proses penerbitan.
Solusi:
- Periksa kebijakan jurnal mengenai biaya publikasi—siapkan anggaran atau ajukan keringanan jika tersedia.
- Isi dan unggah formulir transfer hak cipta atau lisensi (CC-BY, CC-BY-NC dll) sesuai permintaan jurnal.
- Jika artikel berpotensi untuk persyaratan akademik (mis. Sinta atau Scopus untuk SINTA 1), pastikan jurnal terindeks sesuai kebutuhan Anda (cek daftar di SINTA Kemdiktisaintek atau database lain seperti Garuda).
Dampak: Kepastian administrasi mempercepat proses produksi dan pengindeksan.
Checklist Pra-Submit (Praktis & Siap Cetak)
Gunakan checklist singkat ini sebelum klik submit. Cetak atau simpan sebagai file pendukung.
- [] Template sesuai jurnal & file utama (DOCX/PDF).
- [] Metadata lengkap: judul, abstrak (dua bahasa), kata kunci, affiliasi, ORCID.
- [] Abstrak dan judul sudah proofread (bahasa Inggris bila perlu).
- [] Pemeriksaan plagiarisme (Turnitin): similarity rendah & semua kutipan ditandai.
- [] Pernyataan etika & conflict of interest disertakan.
- [] Gambar/tabel berkualitas & terlabel dengan benar.
- [] Semua referensi lengkap, DOI valid.
- [] Formulir hak cipta dan biaya publikasi dikonfirmasi.
- [] Backup: simpan salinan final & screenshot konfirmasi submit.
Contoh Kasus Singkat
Seorang peneliti mengirim artikel ke jurnal nasional terindeks Sinta 4. Ia mengabaikan abstrak bahasa Inggris dan metadata author affiliation. Akibatnya: desk rejection. Solusi cepat: revisi abstrak, lengkapi affiliasi, lakukan pre-submission review internal selama 48 jam—hasil: naskah diterima untuk review. Kasus ini menunjukkan nilai pre-submission review sederhana.
Alat & Praktik yang Direkomendasikan
- Mendeley/Zotero: manajemen referensi dan integrasi gaya sitasi.
- Turnitin: pemeriksaan kemiripan (pre-submission review).
- Grammarly atau proofreader profesional: perbaikan bahasa Inggris dan gaya.
- Repository institusi atau Zenodo untuk supplementary data; sertakan link saat submit.
- Periksa indeks jurnal di Garuda dan ISSN portal (ISSN).
Catatan Khusus tentang Indeksasi dan Kebijakan 2026
Pada 2024–2026, SINTA dikelola oleh Kemdiktisaintek. Pastikan jurnal yang Anda pilih punya capaian indeks yang sesuai kebutuhan akademik Anda (mis. jurnal terindeks sinta untuk kebutuhan BKD atau S2/S3). Untuk informasi terbaru mengenai status jurnal dan peringkat, periksa halaman resmi SINTA: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/ dan Google Scholar (Google Scholar).
Langkah Praktis: Alur Pre-Submission (7–10 Menit Terakhir Sebelum Klik Submit)
- Review metadata di OJS: judul, abstrak, affiliasi—pastikan semua field terisi.
- Buka file utama dan periksa format heading, nomor halaman, dan daftar referensi.
- Periksa gambar/tabel: buka file final dan zoom 100% untuk memastikan keterbacaan.
- Jalankan checker plagiarisme dan perbaiki bagian yang perlu dikutip ulang.
- Unggah semua file pendukung: cover letter, pernyataan etika, hak cipta.
- Pastikan kontak ko-penulis benar dan ada persetujuan semua penulis untuk submit.
- Ambil screenshot ringkasan submit dan simpan bukti upload.
Kesimpulan & CTA
Menekan tombol submit di OJS tanpa melakukan tujuh pengecekan ini berisiko memperpanjang proses publikasi atau menyebabkan penolakan administratif. Dengan menerapkan checklist di atas, Anda meningkatkan peluang review lebih adil dan waktu publikasi lebih singkat. Jika Anda ingin percepatan dan pendampingan pre-submission review, tim Mahri Publisher siap membantu dengan layanan pendampingan submit jurnal, proofreading, dan cek plagiarisme. Pelajari layanan kami di halaman publikasi: Mahri Publisher – Publikasi atau mulai order layanan pendampingan di Form Order Mahri Publisher. Konsultasi gratis tersedia untuk analisis pre-submission.
Referensi
- https://doi.org/10.31219/osf.io/kc4mt — Studi: Siapakah Pemegang Paten serta Hal yang Harus Dihindari Sebelum Permintaan Paten Diajukan (2018). Digunakan sebagai rujukan konsep HKI dan paten.
- https://doi.org/10.31219/osf.io/w3tdr — Definisi Paten serta Hak yang Harus Dihindari Sebelum Permintaan Paten Diajukan (2018).
- https://doi.org/10.31219/osf.io/ak5cw — Hal yang Harus Dipahami Perawat dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan (2019). Referensi ini mendukung contoh kepatuhan etika dan dokumentasi penelitian.
- SINTA Kemdiktisaintek: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal: https://portal.issn.org/
- Google Scholar: https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















