Pembuka
Jika Anda sedang bersiap mengirim artikel ke jurnal berbayar, ada satu langkah krusial yang sering terlupakan: memastikan semua persyaratan terpenuhi sebelum melakukan pembayaran. Artikel ini memberikan 7 Checklist Sebelum Bayar Article Processing Charge (APC) untuk meminimalkan risiko penipuan, penolakan administrasi, dan masalah etik.
Mengapa checklist ini penting?
Article Processing Charge (APC) adalah biaya yang dikenakan oleh penerbit untuk memproses dan menerbitkan artikel, khususnya pada model open access. Menurut kajian pada jurnal medis dan ilmiah, APC merupakan salah satu komponen pembiayaan publikasi selain subscription fee, dan harus dipahami fungsinya dalam model publikasi saat ini (sumber: Crossref, EJMS 2020). Namun, tanpa verifikasi yang tepat, penulis dapat tertipu oleh praktik predatori, biaya tersembunyi, atau persyaratan yang tidak jelas.
Ringkasan Checklist (Preview)
- Verifikasi identitas jurnal dan indeksasi
- Konfirmasi kebijakan APC dan waktu publikasi
- Periksa proses peer review dan pre-submission review
- Periksa invoice, metode pembayaran, dan kwitansi resmi
- Periksa aspek etika dan hak cipta
- Pertimbangkan pembagian biaya antar penulis atau institusi
- Siapkan dokumentasi pendukung dan rencana pasca-publikasi
1. Verifikasi identitas jurnal dan status indeksasi — Problem: Jurnal palsu
Penyebab umum masalah adalah jurnal yang terlihat “profesional” tetapi tidak terindeks secara resmi. Solusi: cek status indeksasi dan ISSN, serta reputasi penerbit.
- Aksi praktis:
- Cek SINTA (2026 dikelola oleh Kemdiktisaintek) untuk jurnal nasional: sinta.kemdiktisaintek.go.id.
- Cari entri jurnal di Garuda Indonesia untuk publikasi lokal: garuda.kemdiktisaintek.go.id.
- Verifikasi ISSN melalui portal resmi: portal.issn.org.
- Periksa apakah artikel jurnal muncul di Google Scholar: scholar.google.com.
- Red flag:
- Jurnal tidak memiliki ISSN atau alamat penerbit yang jelas.
- Indexing klaim yang tidak dapat diverifikasi (mis. klaim “Scopus” tanpa bukti di database resmi).
2. Konfirmasi kebijakan APC dan waktu publikasi — Problem: Biaya tak transparan
APC harus dijelaskan di website jurnal: jumlah, mata uang, apakah mencakup biaya akreditasi, biaya warna gambar, atau biaya tambahan untuk page charges.
- Aksi praktis:
- Catat jumlah APC dalam mata uang yang sebenarnya (USD/EUR/IDR) dan apakah PPN/pph berlaku.
- Tanyakan apakah ada potongan/waiver untuk penulis dari negara berkembang atau institusi tertentu.
- Konfirmasi estimasi waktu dari accept sampai publish (online first / issue publication).
- Contoh:
- Jurnal A meminta USD 800 untuk APC; namun biaya tambahan USD 150 untuk grafik warna baru — pastikan ini ditulis dalam kebijakan biaya.
3. Periksa proses peer review & pre-submission review — Problem: Bayar sebelum review
Sejumlah penerbit predatory meminta pembayaran sebelum peer review. Pastikan sistem editorial jurnal mencerminkan proses review yang transparan — semacam pre-submission guidance, editorial board yang jelas, dan timeline review.
- Aksi praktis:
- Cari informasi tentang jenis review (single-blind, double-blind, open peer review) dan rata-rata waktu review.
- Periksa profil editor di website jurnal (apakah mereka memiliki afiliasi akademik yang valid).
- Minta konfirmasi tertulis bahwa pembayaran dilakukan setelah menerima Letter of Acceptance (LoA), kecuali jika kebijakan jurnal menyatakan pembayaran dimuka untuk processing fee — catat sebagai risiko.
- Manfaat:
- Mengurangi risiko membayar untuk publikasi yang tidak melalui peer review (menjaga reputasi akademik).
4. Periksa invoice, metode pembayaran, dan kwitansi resmi — Problem: Bukti pembayaran tidak lengkap
Sebelum melakukan transfer, pastikan ada invoice resmi yang memuat nomor invoice, nama jurnal, rincian biaya, dan informasi bank atau gateway pembayaran. Simpan semua bukti untuk audit atau klaim institusi.
- Aksi praktis:
- Minta invoice resmi dari penerbit dengan nomor faktur dan nama penerima yang sesuai (institusi atau penulis).
- Periksa metode pembayaran: transfer bank ke rekening institusi resmi, kartu kredit melalui payment gateway terverifikasi, atau invoice melalui platform penerbit besar.
- Hindari pembayaran via metode pribadi (mis. rekening personal tanpa bukti korporat).
- Tips:
- Jika institusi Anda memerlukan bukti untuk reimburse, minta juga surat konfirmasi penerimaan pembayaran dan kebijakan refund.
5. Periksa aspek etika, hak cipta, dan lisensi — Problem: Hilangnya hak publikasi atau plagiarisme
Sebelum membayar APC, pahami perjanjian hak cipta dan lisensi open access (mis. CC BY, CC BY-NC). Pastikan juga artikel Anda telah lulus pengecekan plagiarisme (Turnitin) dan tidak melanggar etika publikasi.
- Aksi praktis:
- Unduh dan baca perjanjian hak cipta — apakah Anda menyerahkan hak eksklusif atau mempertahankan hak dengan lisensi tertentu?
- Gunakan pemeriksaan plagiarisme (mis. Turnitin) dan perbaiki sebelum submit.
- Pastikan semua co-author menandatangani persetujuan, dan deklarasi konflik kepentingan jelas.
- Contoh kebijakan etika: mengikuti pedoman COPE (Committee on Publication Ethics) adalah indikator baik untuk jurnal bereputasi.
6. Strategi pembagian biaya antara co-authors dan institusi — Problem: Ketidaksepakatan biaya
Pembayaran APC tidak harus ditanggung satu penulis. Mendesain pembagian biaya di awal mengurangi konflik setelah LoA. Sebagai catatan akademik, sebagian peneliti menganjurkan pembagian atau co-signing APC untuk mendorong open science dan kolaborasi (Pereira Lobo, 2020).
- Aksi praktis:
- Buat perjanjian tertulis sebelum pengiriman: siapa menanggung berapa persen, siapa yang memegang bukti pembayaran.
- Cek apakah institusi Anda menyediakan dana publikasi atau reimbusement untuk APC (banyak universitas memiliki skema pendanaan).
- Pertimbangkan opsi pembagian biaya bila terdapat kolaborator dari beberapa institusi.
- Referensi singkat: argumentasi untuk pembagian biaya APC sebagai strategi kolaboratif didiskusikan dalam literatur akademik (Pereira Lobo, 2020) dan relevan untuk model open access.
7. Siapkan dokumentasi pendukung & rencana pasca-publikasi — Problem: Kurangnya bukti dan strategi dissemination
Setelah membayar dan artikel terbit, Anda memerlukan dokumentasi lengkap dan rencana untuk memaksimalkan dampak publikasi (citations, visibility, dan compliance institusi).
- Aksi praktis:
- Simpan semua email komunikasi dengan editor, invoice, bukti transfer, dan LoA dalam folder terorganisir.
- Siapkan metadata artikel di Mendeley atau reference manager lain, perbarui profil Google Scholar dan ORCID.
- Gunakan alat seperti Grammarly untuk copyediting akhir dan pastikan referensi sesuai gaya jurnal.
- Rencanakan strategi disseminasi: sosial media akademik, repository institusi, dan konferensi.
- Benefit:
- Mempermudah proses klaim dana, audit, dan meningkatkan visibilitas artikel Anda setelah publikasi.
Contoh Kasus Praktis: Langkah-Langkah Sebelum Membayar
Misalkan Anda menerima LoA dari Jurnal X dengan APC IDR 6.000.000. Berikut urutan langkah aman:
- Verifikasi Jurnal X di SINTA/Garuda dan cek ISSN.
- Tanyakan apakah APC mencakup DOI, indexasi, dan publikasi online-first.
- Minta invoice resmi dan konfirmasi nama penerima.
- Cek apakah pembiayaan tersedia dari fakultas atau ada kesempatan waiver.
- Setujui pembagian biaya antar penulis dan dokumentasikan persetujuan.
- Lakukan pembayaran melalui channel resmi dan simpan bukti.
- Upload bukti di repository institusi dan perbarui profil publikasi.
Tool & Sumber yang Direkomendasikan
- Turnitin — untuk pengecekan plagiarisme sebelum submit.
- Mendeley atau Zotero — manajemen referensi dan metadata.
- Grammarly — copyediting bahasa Inggris profesional.
- SINTA, Garuda, ISSN, Google Scholar — verifikasi indeksasi dan reputasi jurnal (SINTA, Garuda, ISSN, Google Scholar).
Checklist Ringkas: 7 Poin yang Harus Dicek
- Verifikasi jurnal & indeksasi (SINTA/Garuda/ISSN/GS).
- Baca kebijakan APC: jumlah, mata uang, item apa saja yang dicakup.
- Pastikan proses peer review transparan (pre-submission review & editorial board).
- Minta invoice resmi, metode pembayaran yang aman, dan kebijakan refund.
- Periksa hak cipta & lisensi (CC BY/CC BY-NC) serta etika publikasi.
- Buat skema pembagian biaya antar penulis/institusi jika diperlukan.
- Siapkan dokumentasi dan rencana pasca-publikasi (repository, disseminasi).
Catatan Tambahan untuk Dosen & Peneliti Indonesia
Untuk keperluan kepangkatan, BKD, dan serdos, pastikan jurnal yang dipilih relevan dengan klasifikasi SINTA yang dibutuhkan. Jika menargetkan jurnal internasional bereputasi, periksa juga quartile (impact factor quartile) jika tersedia. Untuk peneliti pemula, jurnal terindeks Index Copernicus atau SINTA 5–6 dapat menjadi langkah awal dalam membangun portofolio publikasi sebelum naik ke jurnal berperingkat lebih tinggi.
Kesimpulan & CTA
Membayar APC adalah keputusan finansial dan akademik yang harus dipersiapkan secara matang. Dengan mengikuti 7 checklist sebelum bayar Article Processing Charge (APC), Anda mengurangi risiko administrasi, etika, dan reputasi. Jika Anda mencari pendampingan untuk memverifikasi jurnal, menyiapkan dokumen, atau percepatan publikasi, tim Mahri Publisher siap membantu dengan tingkat keberhasilan tinggi berdasar data dan pengalaman kami. Pelajari layanan kami di halaman publikasi Mahri Publisher atau langsung ajukan permintaan layanan melalui formulir: Form Order Mahri Publisher.
References
- https://doi.org/10.46405/ejms.v1i1.231 — APC (Article Processing Charge) & Subscription Fee. Europasian Journal of Medical Sciences, 2020.
- https://doi.org/10.31219/osf.io/62x8h — Call for co-signing a paper: Increasing collaboration, fostering open science, and sharing the Article Processing Charge (APC). Matheus Pereira Lobo, 2020.
- SINTA (2026). https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda Indonesia. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal. https://portal.issn.org/
- Google Scholar. https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















