Pendahuluan
Sebagai dosen, peneliti, atau mahasiswa pascasarjana, memahami alat pemeriksa plagiarisme adalah bagian penting dari proses penulisan ilmiah. Artikel ini membahas 6 Perbedaan Turnitin dan iThenticate: Mana yang Lebih Akurat? dengan tujuan membantu Anda memilih alat yang tepat untuk tujuan akademik, pra-submit, dan publikasi jurnal terindeks Sinta atau internasional. Banyak penulis bingung karena kedua nama ini sering dianggap sama; pada kenyataannya, ada perbedaan signifikan yang memengaruhi akurasi hasil dan workflow publikasi.
Mengapa perbandingan ini penting?
Kesalahan memilih alat cek plagiarisme bisa berdampak pada proses peer review, pencatatan sitasi, dan reputasi akademik. Selain itu, editor jurnal biasanya menggunakan iThenticate untuk pemeriksaan sebelum review eksternal, sementara perguruan tinggi seringkali memakai Turnitin untuk tugas kuliah. Memahami perbedaan membantu Anda menghemat waktu, mengurangi revisi berulang, dan meningkatkan peluang diterima di jurnal yang sesuai (misalnya jurnal terindeks Sinta atau ber-SCOPUS).
Ringkasan singkat: Turnitin vs iThenticate
Keduanya dikembangkan oleh perusahaan yang sama (Turnitin, LLC) namun dikonfigurasi untuk pengguna dan tujuan berbeda:
- Turnitin — Umumnya diarahkan ke institusi pendidikan: dosen, mahasiswa, dan LMS. Fokus pada tugas kuliah, deteksi duplikasi tugas, serta pembelajaran integritas akademik.
- iThenticate — Dirancang untuk penerbit, editor jurnal, dan peneliti yang memerlukan pemeriksaan pra-publikasi. Database lebih luas untuk sumber publikasi ilmiah.
6 Perbedaan Turnitin dan iThenticate
1. Target pengguna dan tujuan penggunaan
Perbedaan paling mendasar adalah siapa pengguna utamanya.
- Turnitin: Dirancang untuk institusi pendidikan (mahasiswa & dosen). Integrasi dengan LMS (mis. Blackboard, Canvas) memudahkan penggunaan pada tugas dan ujian.
- iThenticate: Ditujukan pada penerbit, editor jurnal, dan peneliti yang melakukan pre-submission review sebelum submit ke jurnal bereputasi. iThenticate lebih sering menjadi standar dalam proses editorial jurnal internasional.
Contoh praktis: sebuah universitas mungkin mewajibkan mahasiswa mengunggah tugas lewat Turnitin, sementara editor jurnal meminta file manuskrip dicek lewat iThenticate sebelum peer review.
2. Cakupan database (kunci akurasi)
Akurasi deteksi sangat bergantung pada ukuran dan jenis database yang dibandingkan.
- Turnitin: Memiliki database pembelajaran yang besar termasuk karya mahasiswa, repositori institusional tertentu, dan situs web. Sangat efektif untuk mendeteksi duplikasi tugas antar mahasiswa.
- iThenticate: Mengakses korpus penerbitan ilmiah yang lebih luas — jurnal akademik, prosiding, dan materi penerbit profesional. Untuk keperluan publikasi ilmiah, iThenticate cenderung memberikan perbandingan yang lebih relevan dan komprehensif.
Kesimpulan: jika Anda ingin akurasi relatif terhadap literatur ilmiah (paper, jurnal), iThenticate cenderung lebih akurat karena cakupan sumbernya yang lebih fokus pada publikasi formal.
3. Metode pelaporan dan interpretasi similarity report
Keduanya menghasilkan similarity report (laporan kemiripan), tetapi format dan opsi filter berbeda.
- Turnitin: Antarmuka dirancang untuk pengajar: menampilkan persentase similarity, detail sumber, dan kemampuan feedback (komentar, rubrik). Filter untuk mengabaikan kutipan dan bibliografi tersedia.
- iThenticate: Laporan ditujukan untuk editor dan reviewer: menekankan sumber jurnal, DOI, dan menampilkan snippet yang relevan. Opsi pengaturan lebih kaya untuk menyaring sitasi, kutipan, atau dokumen yang telah diunggah dalam organisasi.
Contoh: iThenticate dapat membantu editor melihat apakah suatu paragraf mirip dengan artikel yang telah diterbitkan di jurnal lain (penting demi mencegah duplicate publication), sementara Turnitin lebih efisien untuk mengecek apakah mahasiswa menyalin jawaban teman.
4. Penanganan sitasi, parafrase, dan hasil deteksi false positive
Tidak semua kemiripan berarti plagiarisme. Perbedaan penting terletak pada bagaimana masing-masing alat menangani sitasi dan parafrase.
- Turnitin: Cenderung menandai frasa yang cocok dari database tugas dan web. Kecenderungan false positive meningkat jika penulis menggunakan frasa standar atau terminologi teknis berulang.
- iThenticate: Lebih sensitif terhadap kemiripan dengan publikasi ilmiah. Editor bisa mengatur agar kutipan yang benar tidak dihitung. Untuk manuskrip ilmiah, ini mengurangi noise dan meningkatkan akurasi dalam mendeteksi plagiarisme substantif.
Praktik terbaik: selalu parafrase dengan baik dan sitasi lengkap. Studi tentang pembentukan karakter akademik menunjukkan integritas dan kebiasaan parafrase di kalangan mahasiswa dapat menurunkan plagiarisme (lihat penelitian Universitas Lampung, 2024).
5. Integrasi workflow: LMS, penerbit, dan pre-submission review
Workflow berbeda memengaruhi pengalaman pengguna dan kecepatan proses editorial.
- Turnitin: Terintegrasi erat dengan LMS sehingga ideal untuk proses pembelajaran, penilaian, dan pembinaan integritas akademik di perguruan tinggi.
- iThenticate: Terintegrasi dengan workflow penerbit: submission system, editorial management, dan pre-submission review. Editor menggunakan iThenticate sebagai bagian dari quality control sebelum mengirim ke peer review.
Jika Anda melakukan pre-submission review untuk jurnal bereputasi (misalnya yang berfokus pada impact factor quartile tertentu), menjalankan pemeriksaan di iThenticate dapat mengurangi risiko desk rejection akibat overlap literatur.
6. Harga, lisensi, dan akses (biaya publikasi jurnal terkait)
Model lisensi berbeda membuat pemilihan alat juga bergantung pada anggaran.
- Turnitin: Biasanya dibeli oleh institusi pendidikan untuk seluruh kampus; mahasiswa dan dosen mengakses melalui akun institusi.
- iThenticate: Ditawarkan untuk organisasi dan individu peneliti/penerbit; harganya relatif lebih tinggi karena sasaran pengguna adalah penerbit dan institusi penelitian.
Catatan: memilih iThenticate bukan berarti mengurangi biaya publikasi jurnal, namun membantu mengoptimalkan kualitas manuskrip sebelum submit sehingga potensi revisi dan biaya terkait (waktu, biaya pengiriman ulang ke jurnal) dapat berkurang. Untuk informasi layanan publikasi dan paket yang sesuai dengan kebutuhan akademik, Anda dapat melihat layanan publikasi Mahri Publisher di https://mahripublisher.com/publikasi/ dan melakukan pemesanan di https://mahripublisher.com/order.
Mana yang lebih akurat?
Jawaban singkatnya: tidak ada pemenang mutlak; akurasi bergantung pada konteks penggunaan.
- Untuk tugas pendidikan dan deteksi duplikasi antar mahasiswa: Turnitin lebih relevan.
- Untuk pemeriksaan pra-publikasi guna memastikan orisinalitas terhadap literatur ilmiah: iThenticate umumnya lebih akurat.
Alasan teknis: iThenticate memiliki akses ke corpus penerbit ilmiah yang lebih kaya sehingga deteksi “overlap” dengan artikel terpublikasi lebih kuat. Namun, akurasi akhir tetap dipengaruhi oleh konfigurasi filter, kualitas sitasi penulis, dan kemampuan editor atau reviewer dalam menafsirkan similarity report.
Analogi teknis: Kalibrasi meningkatkan akurasi
Untuk menggambarkan pentingnya konfigurasi, kita dapat mengambil analogi teknis: kalibrasi sensor untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Sama seperti penelitian pada kurva tegangan keluaran sensor yang perlu pencocokan kurva demi unjuk kerja yang lebih akurat (Priyanto et al., 2024), pengecekan plagiarisme juga memerlukan setting yang tepat untuk meminimalkan false positive dan false negative. Tanpa kalibrasi (filter kutipan, penanganan referensi), hasil similarity report bisa menyesatkan.
Referensi teknis ini menegaskan bahwa proses kalibrasi dan tuning penting untuk meningkatkan ketepatan alat ukur — termasuk alat deteksi teks (https://doi.org/10.30989/teknomatika.v17i2.1540).
Checklist memilih antara Turnitin dan iThenticate (step-by-step)
- Tentukan tujuan utama: tugas kuliah atau publikasi ilmiah?
- Periksa apakah institusi Anda sudah menyediakan akses Turnitin.
- Jika akan submit jurnal, cek kebijakan editor — apakah mereka menggunakan iThenticate?
- Jalankan pra-pemeriksaan: Turnitin untuk draft awal (belajar parafrase), lalu iThenticate sebelum submit jurnal.
- Atur filter: hilangkan bibliografi dan kutipan yang benar untuk mengurangi noise.
- Interpretasikan hasil: fokus pada kemiripan substantif (potensi plagiarism/duplicate publication), bukan angka persen semata.
Praktik terbaik untuk meningkatkan akurasi pemeriksaan
Berikut langkah konkret yang dapat Anda aplikasikan:
- Parafrase secara aktif dan ringkas, jangan hanya mengganti kata atau mengubah urutan kalimat.
- Sitasi lengkap dan konsisten (gunakan Mendeley atau manajer sitasi lain).
- Lakukan pre-submission review internal: minta kolega atau layanan profesional proofreading & paraphrasing academic.
- Gunakan Turnitin untuk pembinaan dan iThenticate untuk pra-submit jurnal.
Catatan etika dan pendidikan
Pencegahan plagiarisme bukan sekadar alat teknis; ini soal integritas akademik. Penelitian dari Universitas Lampung (2024) menunjukkan bahwa pembentukan karakter akademik dan integritas mahasiswa berkontribusi besar dalam mengurangi plagiarisme. Pendekatan preventif (literasi sitasi, pelatihan parafrase) sering lebih berdampak jangka panjang daripada deteksi semata.
Sumber eksternal dan otoritas
Beberapa sumber yang berguna untuk kebijakan jurnal dan cross-check:
- SINTA (Kemdiktisaintek): https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda (repository nasional): https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal: https://portal.issn.org/
- Google Scholar: https://scholar.google.com/
Rekomendasi ringkas untuk peneliti dan dosen
- Gunakan Turnitin selama proses pembelajaran — ini membantu pengembangan kemampuan parafrase dan penulisan akademik.
- Sebelum submit jurnal (terutama jurnal terindeks Sinta atau jurnal bereputasi internasional), jalankan iThenticate untuk memeriksa tumpang tindih dengan literatur terbitan.
- Gabungkan pemeriksaan teknis dengan pre-submission review dari rekan sejawat atau layanan profesional untuk meningkatkan peluang diterima (mis. cek gaya referensi agar sesuai template jurnal, aspek penting dalam proses publikasi).
Kesimpulan
Memilih antara Turnitin dan iThenticate bukan soal mana yang “lebih baik” secara mutlak, melainkan mana yang paling sesuai dengan tujuan Anda. Jika tujuan Anda adalah pembelajaran dan penilaian tugas, Turnitin lebih relevan. Jika Anda mempersiapkan manuskrip untuk publikasi ilmiah dan ingin memastikan orisinalitas terhadap korpus jurnal, iThenticate cenderung lebih akurat. Untuk hasil terbaik, kombinasikan praktik parafrase, sitasi yang benar, pre-submission review, serta pemakaian kedua alat sesuai konteks.
Butuh percepatan publikasi atau pre-submission review profesional? Tim Mahri Publisher siap membantu proofreading, paraphrasing academic, dan strategi submit jurnal (termasuk panduan untuk jurnal terindeks Sinta dan internasional). Pelajari layanan kami di https://mahripublisher.com/publikasi/ atau mulai pemesanan di https://mahripublisher.com/order. Konsultasi gratis tersedia untuk membantu menyusun pre-submission review yang efektif.
References
- Elisa, Novia. (2024). Persepsi Mahasiswa PPKN Universitas Lampung Terhadap Integritas Diri Dalam Pembentukan Karakter Akademik Untuk Mencegah Plagiarisme. Digilib Repository Unila.
- Priyanto, Agung et al. (2024). Curve Fitting Kurva Tegangan Keluaran Sensor GP2Y0A02YK untuk Unjuk Kerja yang Lebih Akurat. Teknomatika: Jurnal Informatika dan Komputer. https://doi.org/10.30989/teknomatika.v17i2.1540
- Fadly, Hery. (2023). Media Elektronik Internet Banking Sebagai Bentuk Kepercayaan Masyarakat Dan Hasil Yang Lebih Akurat. ABDI SAMULANG. https://doi.org/10.61477/abdisamulang.v2i2.19
- SINTA (Kemdiktisaintek): https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda (Kemdiktisaintek): https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN Portal: https://portal.issn.org/
- Google Scholar: https://scholar.google.com/






![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















