Pembukaan: Mengapa Acknowledgement dan Conflict of Interest Penting?
Menulis 6 Kesalahan dalam Menulis Acknowledgement dan Conflict of Interest adalah topik kritis bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana yang ingin memperkuat kredibilitas naskah ilmiah. Kesalahan di bagian acknowledgement atau pernyataan conflict of interest (COI) bukan sekadar masalah format—ia dapat menyebabkan penolakan, penundaan peer review, atau bahkan masalah etika serius. Artikel ini membahas enam kesalahan paling sering, penyebabnya, solusi praktis, dan contoh redaksi yang bisa langsung Anda terapkan.
Ringkasan Singkat: Dampak Kesalahan dan Manfaat Perbaikan
- Problem: Pernyataan acknowledgement/COI yang tidak tepat meningkatkan risiko penolakan atau pertanyaan etika dari editor/reviewer.
- Solution: Perbaiki dengan format jelas, pengungkapan lengkap, izin tertulis, dan bahasa profesional.
- Benefit: Meningkatkan peluang lolos pre-submission review, mempercepat proses revisi, dan meningkatkan reputasi penelitian (impact factor quartile dan sitasi).
Kesalahan 1: Acknowledgement Terlalu Umum atau Klise
Problem: Banyak penulis menulis ucapan terima kasih yang umum seperti “Terima kasih kepada semua pihak” tanpa menyebut peran spesifik. Ini membuat kontribusi sulit terverifikasi dan mengurangi nilai transparansi.
Solusi:
- Sebutkan nama lembaga, unit penelitian, atau individu dan peran mereka secara singkat (misal: pembiayaan, bantuan teknis, pengumpulan data, analisis statistik).
- Gunakan kalimat singkat dan konkret: “Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. A atas analisis statistik dan kepada BAPPEDA Provinsi X atas akses data lapangan.”
- Cantumkan nomor proyek atau grant jika ada (mis. nomor hibah) untuk memudahkan verifikasi oleh editor.
Contoh buruk: “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.”
Contoh baik: “Penulis berterima kasih kepada Dr. Siti Nur (Universitas X) atas bantuan analisis statistik dan kepada Kementerian Y (Grant No. 2025-01) atas pendanaan data lapangan.”
Kesalahan 2: Lupa Mengungkapkan Sumber Pendanaan atau Sponsor
Problem: Tidak mencantumkan sumber pendanaan adalah salah satu penyebab utama cekal etika. Editor jurnal dan pembaca perlu tahu apakah penelitian didanai oleh industri, pemerintah, atau lembaga independen.
Solusi:
- Selalu sertakan pernyataan pendanaan (funding statement) yang jelas: nama pemberi dana, nomor kontrak/hibah, dan peran pemberi dana dalam desain penelitian atau publikasi.
- Jika tidak ada pendanaan, tulis eksplisit: “Penelitian ini tidak menerima dukungan finansial eksternal.”
Alasan teknis: Pengungkapan sumber pendanaan membantu editor menilai potensi bias. Dalam kasus tertentu, jurnal meminta bukti grant atau pernyataan tidak keberatan dari sponsor.
Kesalahan 3: Menyembunyikan atau Meremehkan Conflict of Interest
Problem: COI tidak hanya tentang uang (financial). Bentuk non-finansial—seperti hubungan keluarga, posisi konsultan, kepemilikan saham, atau afiliasi institusional—juga harus diungkapkan. Mengabaikan ini dapat memicu investigasi etika.
Solusi:
- Pahami kategori COI: finansial, profesional (advisory roles), intelektual, dan organisasi.
- Gunakan template COI: “Penulis A menerima honorarium dari Perusahaan X; Penulis B tidak memiliki konflik yang relevan.”
- Jika ragu, ungkapkan secara lengkap—lebih baik over-disclose daripada under-disclose.
Contoh pernyataan COI standar: “Penulis menyatakan bahwa tidak ada konflik kepentingan yang relevan dengan isi artikel ini.”
Kesalahan 4: Bahasa Tidak Profesional, Emosional, atau Ambigu
Problem: Kesalahan berbahasa dianggap sepele, tetapi bisa menurunkan kredibilitas tulisan akademik. Penelitian tentang kesalahan berbahasa dalam laporan penelitian menunjukkan banyak masalah tata bahasa, diksi, dan struktur (Hardjono, 2018) yang berimbas pada interpretasi hasil.
Solusi:
- Gunakan bahasa baku akademik: hindari ungkapan emosional (“sangat bersyukur”) atau frasa tidak jelas.
- Periksa dengan tools seperti Grammarly atau minta proofreading dari native reviewer—Mahri Publisher menyediakan layanan proofreading dan paraphrasing untuk keperluan akademik.
- Standarkan struktur acknowledgement: peran teknis → dukungan administratif → dukungan finansial → izin tertulis.
Catatan: Studi tentang kelaziman kesalahan berbahasa menekankan pentingnya kebiasaan literasi dan mentoring untuk meningkatkan kualitas penulisan (Thoyyibah & Pramono, 2026).
Kesalahan 5: Tidak Meminta Izin Tertulis dari Pihak yang Dicantumkan
Problem: Mencantumkan nama individu tanpa izin bisa menimbulkan masalah privasi dan reputasi. Beberapa orang tidak ingin dikaitkan dengan suatu penelitian karena alasan profesional atau konflik kepentingan.
Solusi:
- Selalu minta konfirmasi atau izin tertulis (email) dari pihak yang akan dicantumkan di acknowledgement.
- Simpan bukti izin; editor kadang meminta verifikasi saat ada pertanyaan etika.
- Jika pihak menolak, hormati keputusan dan sebutkan secara umum: “Penulis mengucapkan terima kasih kepada tim laboratorium X atas dukungan teknis.”
Kesalahan 6: Tidak Mengikuti Pedoman Jurnal dan Formulir COI yang Spesifik
Problem: Setiap jurnal memiliki pedoman berbeda terkait lokasi penulisan acknowledgement, format pernyataan COI, atau formulir online yang harus diisi. Mengabaikan panduan ini menyebabkan pengembalian naskah tanpa review.
Solusi:
- Baca “author guidelines” jurnal dengan seksama sebelum submit. Banyak jurnal meminta COI di formulir online terpisah selain di teks artikel.
- Lakukan pre-submission review internal untuk memastikan kesesuaian format, bahasa, dan pengungkapan.
- Gunakan checklist pra-submit: cek plagiarism via Turnitin, simpan semua bukti izin, verifikasi nomor grant, dan siapkan formulir COI jika diminta.
Praktik terbaik: buat template acknowledgement dan COI yang bisa disesuaikan untuk setiap jurnal target (termasuk yang terindeks SINTA dan jurnal internasional). Perhatikan juga update SINTA 2026 yang kini dikelola oleh Kemdiktisaintek: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
Checklist Praktis: Review Sebelum Submit
- Apakah sumber pendanaan dicantumkan lengkap? (nama lembaga, nomor grant)
- Apakah semua pihak di acknowledgement sudah memberi izin tertulis?
- Apakah pernyataan COI memuat finansial dan non-finansial?
- Apakah format sesuai author guidelines jurnal target?
- Sudahkah Anda melakukan pre-submission review (kualitas bahasa, referensi, Turnitin)?
- Apakah Anda menyimpan bukti komunikasi dengan sponsor, reviewer internal, dan pemberi data?
Contoh Redaksi: Template Acknowledgement dan COI
Template singkat untuk acknowledgment:
- “Penulis mengucapkan terima kasih kepada Prof. X (Universitas Y) atas bimbingan metodologi dan kepada Tim Z (Nama Lembaga) atas bantuan pengumpulan data. Penelitian ini didukung oleh Hibah ABC (No. 2024-XY).”
Template singkat untuk COI:
- “Penulis A menerima dana penelitian dari Perusahaan Q untuk proyek lain; Penulis B dan C tidak memiliki konflik kepentingan yang relevan terkait naskah ini.”
- Jika tidak ada konflik: “Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan yang relevan.”
Langkah Praktis: Integrasi dengan Alur Publikasi
Step-by-step untuk memastikan acknowledgement dan COI siap saat submit:
- Identifikasi semua pihak terkait (pendanaan, teknis, administrasi).
- Minta izin tertulis dari mereka yang akan disebut nama.
- Susun pernyataan funding dan COI secara eksplisit; simpan bukti relevan.
- Proofreading bahasa dan format (gunakan Mendeley untuk sitasi, Turnitin untuk cek orisinalitas, Grammarly untuk bahasa).
- Isi formulir COI di website jurnal jika diminta dan unggah bukti pendanaan jika perlu.
- Lakukan pre-submission review internal; minta rekan atau layanan pendamping untuk mengecek kembali.
Alat Bantu dan Sumber Tepercaya
Gunakan tools akademik berikut untuk memperkecil risiko kesalahan:
- Mendeley — manajemen referensi dan format kutipan.
- Turnitin — cek plagiarisme dan duplikasi teks.
- Grammarly — perbaikan bahasa dan tata kalimat.
- Sumber otoritatif: SINTA untuk target jurnal nasional (sinta.kemdiktisaintek.go.id), Garuda (garuda.kemdiktisaintek.go.id), ISSN (portal.issn.org), dan Google Scholar (scholar.google.com).
Kasus Nyata & Pelajaran
Pembelajaran dari praktik literasi dan kualitas penulisan menegaskan pentingnya kebiasaan menulis yang baik. Penelitian terkait literasi jurnalistik menunjukkan bahwa praktik rutin, mentoring, dan dokumentasi meningkatkan kualitas tulisan dan keterampilan komunikasi ilmiah (Thoyyibah & Pramono, 2026). Demikian juga, kesalahan bahasa dan kelalaian etika di bagian acknowledgement/COI sering muncul dari kebiasaan menulis yang kurang terstruktur (Hardjono, 2018).
Bagaimana Mahri Publisher Dapat Membantu
Mahri Publisher adalah partner terpercaya untuk dosen, peneliti, dan akademisi yang membutuhkan pendampingan teknis dan strategis dalam proses publikasi jurnal. Kami menyediakan layanan publikasi jurnal nasional & internasional, proofreading akademik, pre-submission review, dan pendampingan submit yang sesuai pedoman editorial.
Untuk percepatan dan pengelolaan dokumentasi acknowledgement/COI secara profesional, Anda dapat mulai dari halaman layanan kami: Layanan Publikasi Mahri Publisher. Jika sudah siap, ajukan dokumen Anda melalui formulir order: Form Order Mahri Publisher.
Kesimpulan
Menghindari 6 Kesalahan dalam Menulis Acknowledgement dan Conflict of Interest akan meningkatkan transparansi, mempercepat proses review, dan mengurangi risiko etika. Ringkasnya: sebutkan peran spesifik, ungkapkan semua sumber pendanaan, nyatakan COI (finansial dan non-finansial), gunakan bahasa profesional, minta izin tertulis, dan ikuti pedoman jurnal. Implementasi checklist dan pre-submission review akan sangat membantu, terutama saat menargetkan jurnal terindeks SINTA atau jurnal internasional dengan standar impact factor quartile.
Butuh percepatan publikasi atau pendampingan personal untuk memperbaiki acknowledgement dan COI Anda? Konsultasi gratis tim Mahri Publisher siap membantu langkah akhir Anda menuju publikasi terindeks. Kunjungi halaman layanan kami di https://mahripublisher.com/publikasi/ atau isi formulir order untuk memulai proses: https://mahripublisher.com/order.
References
- https://doi.org/10.59098/socioedu.v7i1.3061 — Imroatuth Thoyyibah & Didi Pramono (2026), Literacy Habituation as a Social Practice.
- https://doi.org/10.20886/jakk.2018.15.2.113-126 — Rahmat Budiono et al. (2018), The Dynamics of Forest Hegemony in Indonesia.
- https://doi.org/10.20886/mawarid.vol1.iss1.art3 — Ahmad Fatkhurohman (2019), Settlement of Compensation Claim in Mudharabah Contract Dispute.
- https://doi.org/10.24246/j.js.2018.v8.i3.p264-272 — Nyoto Hardjono (2018), Kelaziman Kesalahan Berbahasa dalam Menulis Laporan Penelitian.
- https://doi.org/10.63424/ahsanitaqwim.v2i2.299 — Irdayani Lubis et al. (2025), Kesalahan dalam Penulisan Murid Perempuan dan Laki-laki.
- Sinta (2026) dioperasikan oleh Kemdiktisaintek: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
- Garuda: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
- ISSN: https://portal.issn.org/
- Google Scholar: https://scholar.google.com/





![[FAQ] Berapa Kredit Publikasi di Jurnal Scopus untuk BKD?](https://mahripublisher.com/wp-content/uploads/2023/01/featured-image-5.png)




















